
Tiga minggu kemudian, setelah pemakaman Raka.
Pagi itu, di perusahaan H&S milik Hafid. Tampak perusahaan H&S begitu sepi. Hanya beberapa orang karyawan saja dari perusahaan itu yang terlihat berlalu lalang di sana.
Perusahaan yang dulunya berjaya kini terpuruk dan hampir-hampir gulung tikar.
Hafid yang berada di perusahaanya pagi itu terlihat sedang termenung di kursi kerjanya. Kedua tanganya menopang dagunya sambil menatap kearah depan dengan tatapan kosong.
Sejak perceraianya dengan Shanty, Pria itu tampak uring-uringan. Tubuhnya sudah tidak terawat lagi seperti biasa. Benar-benar kini kehidupanya sudah di batas kehancuran.
"TUHAN kenapa kehidupanku bisa seperti ini. Apa karmaMu sudah ENGKAU jatuhkan kepadaku?," ucap Hafid masih termenung meratapi nasibnya.
Tidak lama kemudian, pintu ruangan itu di ketuk dari luar. Hafid sontak tersadar dari lamunanya dan segera memperbaiki posisi duduknya.
"Masuk," ucapnya sedikit mengeraskan suaranya.
Tidak lama setelah Hafid mengucapkan itu, Pintu ruang kerjanya pun terbuka. Tanpak Elsa sekertarisnya muncul dari balik pintu lalu masuk dan kemudian menutup kembali pintu ruangan itu.
Elsa melangkah mendekat kearah Hafid dengan raut wajah sedikit panik.
"Ada apa kamu kemari Elsa," ucap Hafid menatap lekat kearah Elsa.
"Nyonya Shanty ada di luar, Beliau ingin bertemu dengan Anda," ucap Elsa sedikit menundukkan kepalanya.
"Usir dia, jangan sampai dia masuk kesini dan mengacaukan perusahaanku," perintah Hafid.
"Saya sudah beberapa kali mengusirnya Tuan tapi, tetap saja Beliau ngotot dan tidak mau pergi sebelum Beliau bertemu dengan Tuan," balas Elsa.
"Kamu ini kenapa lemah sekali, menghadapi perempuan itu saja kamu tidak berani. Panggilkan satpam kantor dan seret dia kalau dia masih tidak mau pergi! paham," bentak Hafid pada sekertarisnya itu.
Elsa mengangguk pelan " Baik Tuan akan Saya laksanakan," balas Elsa sambil membalikkan badan.
__ADS_1
Tapi belum sempat Elsa melangkah pintu ruangan itu terbuka dengan sangat kasar.
"Kenapa Kamu melarangku untuk menemuimu!," ucap Shanty sambil melangkah masuk mendekat kearah Hafid.
"Kamu tidak ada hak lagi disini. Lagian, sebagian hartaku sudah Aku serahkan kepadamu jadi untuk apa lagi kamu kemari," Hafid bangkit dari tempat duduknya dengat raut wajah memerah.
Walau Hafid terlihat marah tapi Shanty tetap saja mendekatinya "Tapi Sayang, Aku tidak butuh itu semua. Bersamamu bagiku sudahlah cukup. Harta bisa di cari tapi cinta sejati sangat sulit untuk di temukan," Shanty membelai lembut punggung Hafid.
"Cinta sejati katamu hah!. perempuan sepertimu mana mungkin memiliki cinta sejata. Aku sudah mengenalmu selama bertahun-tahun lamanya dan di pikiranmu itu hanya harta dan kemewahan semata. Jadi hentikan semua omong kosongmu itu," Hafid menepis kasar tangan Shanty sehingga terlihat dari wajah perempuan itu tampak kesakitan.
"Kenapa kamu kasar sekali sekarang. Sejak kamu mengakui Jhony sebagai anakmu, Kamu dengan mudah melupakan Aku, orang yang selama ini menemanimu dalam suka dan duka."
"Apa, suka dan duka!, senang dan gembira tepatnya. Sudalah Shanty, kita sudah selesai dan segeralah lenyaplah dari kehidupanku dan Jangan coba-coba lagi datang untuk mengusikku lagi, paham!," Hafid melototkan matanya kearah Shanty.
"Tapi sayang......!," ucap Santy sedikit memelas.
"Elsa, tolong panggilkan satpam kemari, dan beritahu padanya supaya segera menyeret perempuan ini dari perusahaanku," perintah Hafid pada Elsa yang saat itu hanya berdiri mematung menyaksikan pertengkaran hebat antara Shanty dan Hafid.
"Kalau sampai ada apa-apa terjadi dengan Jhony maka, Aku tidak akan membiarkanmu untuk bernafas legah di dunia ini," ancam Hafid balik pada Shanty.
"Kita lihat saja nanti siapa yang akan bernafas legah. Aku atau kamu beserta anak harammu itu," Shanty berjalan menuju pintu keluar tanpa menoleh sedikitpun.
"Sial, kenapa perempuan gila itu datang lagi di kehidupanku. Elsa cepat awasi dia dan jangan sampai dia benar-benar mencelakai Jhony. Kalau ada kabar mengenai itu cepat beri tahu padaku, paham," perintah Jhony pada Elsa.
"Baik Tuan, akan Saya laksanakan!," balas Elsa terburu-buru keluar untuk mengikuti Shanty yang sudah terlebih dulu keluar dari ruangan itu.
Sementara itu, di tempat lain, Melly yang baru saja keluar dari dalam kamarnya tampak sedang bersiap-siap untuk keluar rumah.
Hari ini dia ingin bersenang-senang bersama Lina mumpung hari ini jadwal pemotretanya lagi kosong.
Setelah menutup kembali pintu kamarnya, Melly melangkah menuju kearah pintu keluar. Bi atun yang saat itu sedang menyapu lantai segera berlari kecil menghampirinya.
__ADS_1
"Nona!, permisi sebentar!,"
Mendengar namanya di panggil, Melly sontak menghentikan langkahnya.
"Iya Bi, Ada apa,"
"Hari ini Nona Melly mau makan apa, biar Bibi Atun masakin buat Nona!,"
"Tidak usah repon-repot Bi, Melly hari ini ada janji dengan Lina jadi, sekalian makan siang bersama,"
"Oh ..seperti itu," Bi Atun menggaruk kepalanya dengan jari telunjuknya.
"Kalau Bibi ada pesan, nanti Melly beliin buat Bibi gimana!," tanya Melly.
"Betulkah Nona!, Nona ingin beliin buat Bibi," balas Bi Atun dengan antusias.
Melly sedikit mengernyitkan dahinya lalu tersenyum.
"Hi hi hi ...betulah bi, Mana ada model secantik Melly ini yang suka boonk si, " ucap Melly sambil cekikikan melihat tingkah Bi Atun yang seperti anak kecil.
"Iya juga si Non, Kalau begitu Bi Atun pesan kapurung satu porsi dengan sambel pedas level 9," ucap Bi Atung sambil menelan ludahnya mengingat makanan kesukaanya itu.
"Ahh ..Kapurung! makanan asli orang Palopo yang terbuat dari sagu lalu di bulat-bulat kecil, di kasih sayur sama ikan itu ya Bi!," tanya Melly pada Bi Atun.
"Betul Nona, Nich lihat potonya," jawab Bi Atun sambil memperlihatkan poto yang ada di layar handphonya.
"Na, ini dia yang Melly maksud. Kalau begitu, nanti kalau Melly pulang, Melly beli dua porsi. Satu buat Bibi, satunya lagi buat Meong ...haha ...Melly maksudnya, Sudahlah Bi, Melly berangkat dulu ya Lina pasti sudah nungguin Melly di luar. Assalamualaikum!," ucap Melly lalu melangkah terburu-buru menuju arah pintu keluar.
"Wa'alaikumus Salam," balas Bi Atun.
__ADS_1
đŸ‘‰Terus beri vote, like, favorite dan rate bintang limanya ya ...terima kasih.