MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
27. PERSAINGAN BISNIS AKAN SEGERA DI MULAI.


__ADS_3

Tidak lama setelah kepergian Melly dan Lina dari perusahaan DYANA grup. Sebuah mobil mewah masuk kedalam halama gedung tersebut.


Setelah mobil mewah itu terparkir dengan rapi di tempar parkir. Seorang pria tampan keluar dari dalam sana menggunakan jas berwarna hitam dan juga mengenakan kaca hitam hitam serasi dengan jas yang dia kenakan.


Ya siapa lagi kalau bukan Jhony iskandar hafid, Mantan sekertaris dingin yang mendapat kepercayaan untuk memegang jabatan sebagai CEO di perusahaan yang terbilang besar di kota itu.


Jhony melangkah masuk, tapi dia tidak menuju kearah gedung utama perusahaan DYANA grup.


Jhony menuju ke gedung Aula dimana 'event' pencarian bakat untuk mencari model tadi di selenggarakan.


Jhony terus melangkah dengan mata terarah kedepan. Orang-orang yang kebetulan berpapasan denganya saat itu, satu-persatu menunduk memberi hormat padanya.


Tidak lama kemudian, kini Jhony sudah tiba di depan pintu ruangan audisi. Sebelum masuk Jhony terlebih dulu mengetuk pintu ruangan itu sambil mengucap salam.


Tidak lama kemudia pintu ruangan itu sedikit demi sedikit mulai terbuka. Tampak dari dalam sana seorang perempuan cantik menyambutnya dengan tersenyum manis lalu menundukkan kepalanya.


"Silahkan masuk Tuan." Sambut Fanny yang masih dalam keadaan menundukkan kepala.


"Terimah kasih." Jawab Jhony singkat dan langsung menuju kearah meja, dimana ada empat orang disana masih sibuk dengan kegiatan mereka memandangi kertas di dalam map.


"Selamat siang semuanya." sapa Jhony pada mereka berempat.


"Siang Tuan." ucap Ke mempatnya secara bersamaan sambil terburu-buru berdiri setelah melihat siapa yang menyapanya kala itu.


"Santai saja!, dan duduklah kembali." perintah Jhony sambil duduk di kursi berhadapan dengan mereka.


"Maafkan kami Tuan!. Kami berempat benar-benar tidak menyadari atas kedatangan Anda." Tety sedikit menundukkan kepalanya kemudian kembali duduk seperti sediakala.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Bu Tety. Ngomong-ngomong bagai mana pencarian bakatnya tadi?. Apa kalian sudah menemukan sosok yang pas untuk membintangi produk baru kita?." tanya Jhony menatap mereka saling bergantian.


"Semuanya berjalan dengan lancar dan kami sudah menemukan pemeneng yang sangat cocok dan pastinya sesuai dengan keinginan Tuan." jawab Tety.


"Baguslah kalau begitu. Kalian aturlah jadwalnya karna rencana minggu ini produk tersebut akan kita luncurkan secara besar-besaran." ucap Jhony sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Baik Tuan Jhony, kami akan mempersiapkan semuanya sebaik mungkin mulai dari sekarang, agar nantinya semuanya berjalan dengan lancar." kembali Tety berdiri untuk kedua kalinya dari tempat duduknya setelah melihat Jhony berdiri.


Jhony tidak menjawab lagi, dia hanya tersenyum lalu melangkah menuju arah pintu keluar.


Setelah keluar dari ruangan itu. Jhony menuju kearah pintu utama gedung aula dan langsung menuju ke pintu utama gedung DYANA grup.


Sama halnya seperti tadi setiap orang yang bertemu dengan Jhony pasti menunduk atau setidaknya memberi salam padanya.


Baru beberapa hari menjabat sebagai CEO disana, aura yang di miliki Jhony cukup kuat.


Mereka semua sudah takut setelah melihat sepak terjaan dari Bos baru mereka itu. Petinggi seperti Efendy dan Irwan saja dengan mudah jhony depak, apalagi karyawan kecil seperti mereka itu, tentu hanya satu kali sentilan saja dari Jhony, mereka sudah di pastikan menganggur alias pecat.


Tidak lama kemudian, Jhony menaiki lift menuju kearah ruanganya.


Hanya beberapa menit saja lift sudah terbuka secara otomanis dan Jhony keluar dari dalam sana lalu melanjutkan langkahnya menuju ruang pribadinya.


Jhony mendorong dan sedikit memutar gagang pintu ruangan itu hingga, daun pintu sedikit terbuka lebar, kemudian Jhony masuk kedalam dan tidak lupa menutupnya kembali seperti semula.


Jhony menuju kearah kursi kerjanya dan mendudukkan bokonya disana.


Jhony kemudian menbuka lapto kerjanya dan memutar berita online seputaran kota itu.

__ADS_1


Dari dalam layar laptop tersebut, tampak sedang diadakan siaran langsung di perusahaan H&S milik Hafid.


Hafid dan Shanty sedang promo produk yang akan mereka luncurkan beberapa hari kedepanya.


Jhony yang melihat kedua orang itu di dalam sana begitu geram hingga menutup keras leptop yang ada di hadapanya.


"Kalian tunggu saja pembalasaku!. kalian berdua akan merasakan sama, bahkan lebih dari apa yang Ibuku dan Aku rasakan dulu." ucap Jhony dengan mata memerah


Tidak lama kemudian dari arah pintu, tampak daun pintu sedang di ketuk lalu muncul Nina dengan beberapa buah map di tanganya.


"Siang Tuan!. Saya membawa beberapa berkas yang harus Tuan tanda tangani." ucap Nina setelah tiba di hadapan Jhony kemudian meletakkan beberapa berkas di depanyanya.


Sebelum menanda tangani, Jhony membaca serta meneliti terlebih dulu isi pada berkas tersebut. Jhony tidak mau ada kesalahan sedikitpun yang dia lakukan selaman dirinya menjabat sebagai CEO di DYANA grup.


Setelah semuanya dirasa tidak ada masalah, Jhony membubuhkan tanda tanganya di atas kertas putih itu, lalu nenyerahkanya kembali kepada Nina.


"Nina, bagai mana dengan produk yang akan di luncurkan oleh perusahaan H&J. Apa ada kabar terbaru mengenai produk mereka?." tanya Jhony setelah menyerahkan map kepada Nina.


"Ada Tuan!. Satu minggu lagi mereka akan meluncurkan produk terbaru mereka yang hampir sama dengan produk yang kita miliki. Mereka mempercepat peluncuran produk mereka karna mereka sudah mengetahui kalau perusahaan kita akan meluncurkan produk terbaru kita minggu ini." Jawab Nina yang masih pada posisi semula yaitu berdiri.


"Ternyata perusahan pencuri itu benar-benar ingin bersaing denganku. Baiklah, mari kita bermain dan kita lihat saja nanti, siapa yang akan menjadi pemenangnya. Nina, tiga hari kedepan kita luncurkan produk kita ini. Semua hal-hal yang belum rampung kamu beserta team lain usahakan secepatnya selesai, jangan sampai kita di dahului oleh perusahan potocopy itu." perintah Jhony pada Nina.


"Baik Tuan!. Kami akan mengerjakan sesuai dengan perintah Tuan. Kalau begitu Saya permisi dulu untuk memberi tahu ke team lain agar secepatnya menyelesaikan kekurangan produk kita ini." ucap Nina menunduk lalu berbalik menuju arah pintu keluar.


Lama Jhony terdiam disana, hingga dia menarik nafas dalam-dalam...


"Semoga Model baru ini bisa menunjukkan aksinya disaat peluncuran nanti. karna keberhasilan dari produk ini terpusat dari sang model, bagaimana cara ia memperagakan produk ini agar para konsumen bisa tertarik untuk membeli" ucap Jhony sambil menyandarkan tubuhnya di punggung kursi kerjanya.

__ADS_1


👉jangan pelit dong beri like, coment, votenya ya ..terima kasih.


__ADS_2