
Sementara itu di rumah Hafid, sebuah mobil mewah masuk kedalam halam rumah tersebut dengan kecepatan lumayan tinggi dan berhenti tepat di depat pintu utama rumah mewah itu.
Seorang pemuda keluar dari dalam sana dan membanting keras pintu mobilnya.
Ya benar, dia Raka!, dilihat dari raut wajah pemuda itu tampak dia begitu marah.
Raka terus melangkah masuk ke dalam rumah dan mencari kedua orang tuanya di ruang tamu dimana biasa Hafid dan Shanty menghabiskan waktu senggang mereka di sana.
Tapi sayang kali ini Hafid dan Shanty tidak berada disana.
"Bi......." teriak Raka seolah-olah menggetarkan isi di dalam ruang tamu.
Seorang perempuan parubaya berlari kecil dari arah dapur sambil melap tanganya yang basah ke baju yang dia kenakan.
"Ada apa den, memanggil Bibi?," tanya perempuan parubaya itu kepada Raka.
"Papa dan Mamaku dimana!," tanya Raka balik sambil membentaki perempuan itu.
"Tuan dan Nyonya ada di taman belakan rumah, tadi bibi baru saja kesana membawakan mereka teh dan juga beberapa cemilan," jawab si Bibi lalu menundukkan kepalanya sakin takutnya melihat Raka yang seakan-akan ingin menelanya hidup-hidup.
Raka tidak menjawab lagi dia langsung melangkah kearah taman belakan rumah untuk menemui kedua orang tuanya.
Tidak lama kemudian Raka tiba di sana dan melihat Papa serta Mamanya sedang memandangi seisi taman dan sesekali tertawa ria.
Raka mendekat kearah mereka dan langsung duduk di kursi kosong yang ada disana.
__ADS_1
Hafid dan Shanty sontak terbelalak saat melihat Raka yang wajahnya dipenuhi luka memar kiri dan kanan.
"Raka!, siapa yang berani melakukan ini padamu!," ucap Hafid berdiri dari tempat duduknya.
"Jhony...." jawab Raka tanpa berpikir panjang dan tanpa memandang Hafid.
Hafida dan Shanty saling bertatapan.
"Jhony siapa!, cepat katakan pada Papa biar Papa hancurkan dia kalau perlu sekalian dengan keluarganya juga," Hafid yang sudah di penuhi dengan api kemarahan.
"Jhony!, Bos dari DYANA grup," balas Raka masih tetap pada posisi yang sama tanpa memandang lawan bicaranya.
"Apa......," suara Hafid dan Shanty terdengar bersamaan.
"Kenapa kamu tidak melawannya!, Papa kan sudah melatihmu ilmu beladiri, kenapa kamu tidak menggunakan itu untuk melawan bajing4n itu," ucap Hafid kini memarahi Raka.
"Aku sempat melawanya, bahkan sempat membuatnya tidak berdaya tapi dia dengan licik menyomprotkan gas air mata ke mata Raka sehingga Raka tidak bisa melihat dan kesempatan itu dia gunakan untuk menghajar Raka habis-habisan," ucap Raka sambil mengedipkan matanya kearah Shanty.
Dengan kedipan Raka itu, tentunya shanty mengerti kalau anaknya itu sedang berbohong.
Shanty kemudian berdiri lalu memegangi punggung Hafid.
"Astaga!, setegah itukah Jhony, sehingga dia tegah berbuat ini kepada anak kita! dan apa dia tahu kalau Raka sedang dalam keadaan sakit parah!," Shanty menggeleng-gelengkan kepalanya seakan-akan tak percaya kalau Jhony tega melakukan itu untuk memancing emosi Hafid.
Jebakan Shanty dan Raka berhasil. Tiba-tiba wajah Hafid seketika berubah menjadi merah.
__ADS_1
"Kurang ajar itu Jhony! dia benar-benar mau mengajakku perang," Hafid memukulkan kepalan tangan kananya ke telapan tangan kirinya.
"Benar kata Papa, Jhony benar-benar mengajak papa untuk berperang!, tadi Jhony berkata kalau malaikat maut saja dia tidak takut apalagi hanya seorang Hafid," tambah Raka semakin membakar kemarahan Hafid.
"Baiklah! Akan Papa layani maunya, Pertama- tama akan ku hancurkan perusahaanya lalu kemudian kujadikan hidupnya seperti dalam neraka supaya dia tahu sedang berhadapan dengan siapa dia sekarang ini," Hafid dengan tatapan penuh kemarahan.
Tidak lama kemudian, Hafid merogo saku celananya dan mengambil handponenya dari dalam sana.
Setelah handpone menyala dengan cekatan Hafid memainkan jarinya disana dan mencari nama seseorang.
"Elsa, mulai bergerak sekarang! semua bahan baku yang masuk ke perusahaan DYANA grup kamu alihkan ke perusahan kita, kalau ada Supplier yang tidak mau menjual bahan baku mereka pada kita, kamu naikan harganya dua kali lipat dari harga yang di beri DYANA grup pada mereka agar mereka mau menjualnya ke kita dan usahakan dalam tiga bulan ini semua Supplier itu kamu bujuk bagaimanapun caranya agar semua bahan baku mereka masuk ke perusahasn kita! kamu paham Elsa," ucap Hafid pada Elsa sang sekertaris melalui jalun telepone.
"Baik Tuan segera di laksanakan!," Jawab Elsa dari ujung telepone.
"Bagus," Hafid tersenyum lalu mematikan sambungan teleponya dengan Elsa.
"Penderitaanmu akan segera di mulai Jhony tunggu saja kehancuranmu," Hafid dengan tatapan kosong tapi bibirnya tersenyum.
Shanty dan Raka yang mendengan ucapan Hafid saat itu saling memandang dan ikut menyunggingkan bibirnya.
"Kalian berdua tinggalah dirumah dan jangan kemana-mana, papa mau keluar sebentar untuk mencari informasi dari para collega papa tentang kelemahan apa saja yang bisa membuat perusahaan DYANA grup bangrut." ucap Hafid lalu berbalik dan melangkah keluar dari taman itu.
Raka dan Shanty hanya mengangguk tanda kalau mereka berdua setuju.
đŸ‘‰terus beri like, vote dan coment ya ...teeima kasih.
__ADS_1