MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
75. MENCARI KEBERADAAN JHONY.


__ADS_3

Setelah melepas kangen-kangenan dengan Jessy. Melly, Lina, Dirga dan rindu pun pamit.


Mereka berempat berpisah di halaman parkir. Dirga pulang bersama Rindu menggunakan mobil, sedangkan Melly dan Lina masih seperti tadi menggunakan motor milik Lina.


"Mell, selanjutnya kita mau kemana?," tanya Lina sambil memakai helm.


"Kita cari warung yang menjual kapurung. Tadi Bi Atun pesan padaku agar membelikan beliau kapurung sebelum kita pulang," balas Melly ikut memasang helm ke kepalanya.


"Carinya dimana!," tanya Lina lagi.


"Di dekat-dekat kompleks perumahan. Kata tetangga sebelah rumah di sekitaran-sekitaran situ ada yang jual," jawab Melly sambil naik ke atas motor lalu duduk di kursi penumpang.


"Baiklah, kita berangkat sekarang, tapi kali ini tidak pake tarik sis ya ...hi hi hi," Lina tertawa kecil sambil menjalankan kendaraanya.


Melly hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan dari sahabatnya itu.


Tidak lama kemudian Motor yang mereka tumpangi menjauh dari Mall.


Sama seperti saat mereka berangkat tadi. Keduanya masih sering bercanda dan tertawa di sepanjang jalan yang mereka lalui.


Keduanya sepertinya tidak mempunyai beban hidup. Hidup itu di nikmati bukan di pikirkan. Kira-kira seperti itulah semboyan kedua perempuan cantik itu sehingga sampai sekarang pertemanan mereka langgeng karna memiliki pedoman hidup yang sama.


Lina terus melajukan kendaraanya dan masih saja terus menjaillin Melly. Hingga akhirnya dia harus berhenti ketika seorang pengendara mobil hampir saja menyerempet kendaraan mereka.


"Woy....punya mata tidak!," teriak Lina sambil menunjuk kearah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.


"Tunggu! itukan kendaraan si kura-kura ninja. Kenapa dia begitu terburu-buru seperti orang yang sedang panik. Apa sebenarnya yang terjadi denganya. Lina bisa kamu mengejar mobil itu," ucap Melly sambil menepuk pundak Lina.


"Apa kamu mengenal si pemilik mobil itu?," tanya Lina sedikit heran.


"Iya, Aku mengenalnya!, Dia itu Jhony, bos perusahaan DYANA grup tempat Aku bekerja," jawab Melly.


"Terus kenapa kita harus mengejarnya, Jangan bilang dia belum membayar gajimu bulan ini..,"

__ADS_1


"Bawel, cepet kejar dia, sebelum dia makin menjauh," ucap Melly sedikit jengkel karna Lina terus saja menjailinya.


"Baiklah, berpegang yang kencang karna valentino Rusak akan segera mengejanya," ucap Lina sambil menaikkan gas motornya.


Kini kendaraan mereka melaju dengan kecepatan tinggi mengejar mobil milik Jhony.


Lina begitu mahir dalam mengendarai sepeda motornya. Ada-ada saja trik yang dia lakukan untuk menghindari tabrakan dengan pengguna kendaraan lain.


Tidak lama kemudian, mobil Jhony sudah terlihat dekat, kira-kira sepuluh meter dari tempat mereka saat itu.


"Lin, kita jangan terlalu dekat. Aku takut Jhony curiga kalau kita lagi membuntutinya," ucap Melly kembali menepuk pundak Lina.


"Baik, tapi untuk apa sebenarnya kita membuntuti bosmu itu," tanya Lina semakin heran karna sejak tadi Melly tidak mau menjawab pertanyaanya.


"Aku hanya curiga saja, kenapa dia terburu-buru seperti itu. Dan lagian, setahu Aku, Jhony tidak pernah ugal-ugalan dalam mengendara apa lagi sampai menyerempet pengguna kendaraan lain seperti tadi. Aku yakin, pasti ada masalah besar yang sedang dia hadapi," jawab Melly yang terus fokus menatap kearah mobil milik Jhony.


"Sedalam itukah perasaanmu padanya!, sehingga kamu bisa merasakan kalau Jhony itu sedang menghadapi suatu masalah besar," ucap Lina sambil tersenyum.


"Apaan si!," Melly menepuk keras punggung Lina sehingga perempuan cantik itu sedikit meringis.


"Makanya jangan berpikiran yang aneh-aneh,"


Sakin asyiknya mengobrol sampai- sampai mereka tidak sadar kalau mobil Jhony sudah menghilang di hadapan mereka.


"Loh! Kok hilang!," ucap Melly dengan wajah binggung.


"Ah ..masa secepat itu dia menghilang!. Pasti ada yang salah nich!. Dia pasti berbelok tanpa kita sadari," ucap Lina sedikit menurunkan kecepatan kendaraanya.


"Betul katamu! Ayo berbalik dan kita cari kemana perginya," perintah Melly pada Lina.


"Baik!," ucap Lina singkat dan sigap memutar haluan kendaraanya.


Lama mereka mencari, tapi tanda-tanda keberadaan mobil Jhony belum juga mereka temukan sehingga Lina mau tidak mau harus menghentikan kendaraannya untuk berpikir sejenak.

__ADS_1


"Kemana dia sebenarnya!, mustahil kalau dia berbelok ke jalan lain. To di sini cuman ada satu jalur," ucap Lina sedikit menggaruki kepalanya sakin heranya.


"Betul, pasti dia masuk kedalam salah satu bangun tua yang ada di sekiran sini. Coba lihat, kawasan ini adalah kawasan pabrik yang sudah tidak terpakai lagi karna ada larangan dari pemerintah setempat," ucap Melly menunjuk beberapa bangunan tua yang ada disana.


"Kalau begitu pasti Jhony ada di sekitaran sini. Mell, ayo kita cari lagi. Aku semakin curiga pasti ada masalah besar sampai-sampai dia harus kesini sendirian seperti katamu tadi," ujar Lina membenarkan ucapan Melly.


"Ayo!," balas Melly.


Kembali keduanya mencari keberadaan Jhony. Melly melihat ke arah kiri sedangkan Lina melihat ke arah kanan.


Hampir sudah satu kilo meter mereka tempuh menggunakan sepeda motor milik Lina, tapi tetap saja hasilnya nihil. Mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan mobil Jhony hingga, Melly kembali menepuk pundak Lina.


"Berhenti sejenak,"


Lina langsung menghentikan kendaraannya.


"Ada apa! apa kamu sudah melihatnya?" tanya Lina setelah kendaraanya berhenti.


"Belum," jawab Melly sambil turun dari atas motor.


"Bagaimana kalau kamu menelpon saja dia, dan coba tanyakan dimana bosisinya saat ini agar kita mudah untuk menemukanya!," saran Lina pada Melly.


"Betul katamu," Melly sedikit mengangguk lalu kemudian mengeluarkan handphonenya dari dalam tasnya.


Melly menyalakan handphonenya dan secepat kilat mencari nama Bosq.


Setelah menemukan nama yang dia cari Melly kemudian menekan tombol panggil dan meletakkan handphone tersebut di dekat daun telinganya.


Tapi belum juga handpone itu berdering mata Melly melotot dan segera mematikan panggilanya.


"Aku sudah menemukanya. Ayo cepat ikut Aku," ucap Melly menarik tangan Lina.


"Tunggu sebentar. Aku kunci dulu motor takutnya ada yang curi," Lina mengunci kendaraanya kemudian memasukkan kuncinya kedalam tas.

__ADS_1


Setelah semuanya beres, keduanya menyebrangi jalan dan menuju ke sebuah bangunan tua dimana mobil Jhony sudah terparkir di dalam sana.


👉kurang vote nich ....semangat ya .....terima kasih.


__ADS_2