
Dokter fadlan terus melangkah menuju kearah kamar inap Nenek Farida sambil memegangi kakinya.
Dokter muda itu tak henti-hentunya mengerutiki si perempuan tadi sepanjang perjalananya, hingga dia tiba di depan pintu kamar inap Nenek Farida.
"Awas saja itu bocah, kalau sampai Aku menemukanya nanti akan Aku kucak-kucak kepalanya seperti pakaian kotor," gerutu Dokter Fadlan lalu mengetuk daun pintu kamar yang di tempati Nenek Farida.
Tok.... tok.....tok....
Tiga kali Dokter Fadlan melayankan ketukanya pada daun pintu, hingga tidak lama kemudian seseorang dari dalam sana membuka pintu untuknya.
"Eee ...Dokter Fadlan silahkan masuk," ucap si perawat.
"Terima kasih Susi," balas Dokter Fadlan sambil berjalan pincang masuk kedalam ruangan itu hingga membuat Susi sang perawat sedikit mengernyitkan dahinyinya.
"Apa yang terjadi dengan Dokter Fadlan, perasaan tadi dia baik-baik saja," ucap Susi dalam hati.
Dokter Fadlan melangkah mendekat ke arah Nenek Farida yang saat itu sedang duduk membelakanginya.
__ADS_1
"Siang Nenek!, bagaimana kabarnya hari ini?," sapa Dokter Fadlan sambil berdiri di samping Nenek Farida.
"Siang pak Dokter!, sangat tidak baik, Nenek ingin pulang Dok. Kasihan janda-janda Nenek di rumah tidak ada yang memberinya minum serta memandikan mereka satu-persatu," balas Nenek Farida dengan wajah sedih.
"Ah...janda-janda!. Di kasih minum dan di kasih mandi!," ucap Dokter Fadlan sambil menatap kearah Susi yang langsung megedikkan bahu tanda kalau dia juga tidak tahu apa maksud dari perkataan perempuan tua itu.
"Iya, mereka perlu dikasih minum dan juga harus di mandiin satu-satu. Kalau tidak, mereka tidak akan montok seperti janda-janda pada umumnya. Nenek punya banyak janda di rumah mulai Janda robek, Janda bolong, janda keriting dan juga janda keriput " balas Nenek Farida masih dengan raut wajah yang sama.
"Astaga, Nenek kok piara janda banyak bangat!. Apa Nenek menampung para janda-janda itu dalam satu rumah?," tanya Dokter Fadlan yang masih penasaran dengan semua janda-janda Nenek Farida.
"Astaga, itu janda manusia apa sayur-sayuran si Nek, Kok sampai bisa layu kalau di simpan dalam rumah?," tanya Dokter Fadlan semakin penasaran.
"Bukan manusia Dok, bukan pula sayur-sayuran seperti yang Dokter pikirkan, Janda Nenek tu semacam bunga-bunga tapi bukan bunga-bunga biasa seperti pada umumnya. Bunga-bunga Nenek itu adalah bunga-bungan yang lagi viral baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dan Dokter tahu gak?, bunga-bunga Nenek itu bunga-bunga termahal di zaman ini," ucap Nenek Farida kini bersemangat bila membahas tentang bunga-bungaan.
"O........oo", ucap Dokter Fadlan dan susi bersamaan .
"Terus janda-janda itu Nenek dapat dari mana coba!. Apa nenek beli atau di kasih keluarga gitu,"
__ADS_1
"Nenek di beliin ama cucu Nenek!, terkadang Nenek ngambek seharian kalau dia tidak beliin Nenek bunga yang sama dengan bunga milik Ibu Yuyun tetangga nenek yang sombong itu,"
"Cucu Nenek sayang bangat dong sama Nenek!," tanya Dokter Fadlan makin bersemangat karna melihat wajah Nenek Farida sudah tidak sedih lagi seperti tadi.
"Iya Dok!, cucu Nenek itu sayang bangat sama Nenek. Walau terkadang mulutnya bawel mirip minyak panas kena air, tapi anaknya baik kok dan peduli pada sesama. Kalau Dokter mau, nanti Nenek kenalin sama cucu Nenek itu, bagaimana?," kini Giliran Nenek Farida yang bertanya pada Dokter Fadlan dengan sedikit menegada keatas melihat kearah Dokter Fadlan yang sedari tadi berdiri di sampingnya.
"Boleh tu Nek!, tapi tidak pake janda lobang dan janda robek dan sebagainya ya ..he he he..," ucap Dokter Fadlan sedikit bercanda.
"Yee..., cucu Nenek itu masih gadis tahu," balas Nenek Farida sambil memukul paha Dokter Fadlan.
Sehingga membuat Dokter muda itu dan Susi tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Nenek Farida.
Dokter Fadlan tidak henti-hentinya mencandai Nenek Farida hingga, dia berhenti ketika terdengar tiga kali ketukan dari arah pintu ruangan itu.
Susi bergegas membuka daun pintu dan mendapati seorang gadis sedang menenteng kantong plastik berisi bunga-bunga serta rantang kecil di tanganya sembari tersenyum manis.
đŸ‘‰Tolong bantu vote, coment dan like ya ...makasih.
__ADS_1