
Alex mendorong kursi roda yang di duduki oleh Nenek Fatimah ke hadapan Shanty.
Nenek Fatimah meronta tapi apa daya dia tidak bisa melepaskan diri karna kedua tanganya di ikat pada kursi roda dan mulutnya di tutup menggunaka lakban.
"Lepaskan Aku perempuan gila," ucap Nenek Fatimah sedikit kedengaran sambil meronta-ronta ke kiri dan ke kanan.
"Diamlah Nenek peot!, atau kamu ingin Aku membuangmu kelantai bawah," ancam Shanty pada Nenek Fatimah.
"Lakukan saja kalau kamu memang berani, dasar iblis betina kamu Shanty!," balas Nenek Fatimah tanpa gentar.
"Dasar Nenek tua tak tau diuntung!, plak..." Satu tamparang keras di layangkan Shanty ke pipi Nenek Fatimah.
"Nenek......" ucap Melly berlari mendekat kearah Nenek Fatimah, Shanty dan Alex.
Tapi belum juga Melly menyentuh Nenek Fatimah, Alex sudah memberinya sebuah tendangan yang cukup keras di bagian perut hingga Melly terpental jauh. Untuk ada Jhony yang sigap menangkapnya kalau tidak mungkin tubuhnya sudah terbentur ke dinding ruangan itu.
"Apa kamu tidak apa-apa!," ucap Jhony sambil menatap lekat mata Melly.
"Aku tidak apa-apa!," balas Melly mengalihkan tatapanya ke tempat lain dan mencoba untuk berdiri sambil memegangi perutnya.
"Kamu ini laki-laki bukan si!, kenapa kamu tega melukai seorang perempuan" ucap Jhony geram lalu maju untuk memberi pelajaran pada Alex.
Alex hanya tersenyum menatap kedatangan Jhony.
"Alex, hajar dia dan jangan beri ampun pada manusia bodoh itu," perintah Shanty pada Alex.
Alex mengangguk, kemudian membuka bajunya. Tampak tubuh pria itu begitu kekar. Dadanya bidang, perutnya sixpack dan lenganya penuh dengan otot- otot yang timbul di sana-sini.
__ADS_1
Melly dan Lina melotot sakin ngerinya melihat pria raksasa yang ada di hadapan mereka saat itu.
"Melly, apa kita bisa mengalahkan beruang saksasa itu!?," tanya Lina berbisik pada Melly.
"Aku juga tidak tahu!, apa kita sanggup mengalahkanya. Tapi selama kita di jalan yang benar jangan takut, TUHAN pasti akan memberi jalan serta petunjuk bagaimana cara mengalahkan Moster itu," balas Melly sambil menatap tajam kearah Alex.
Jhony mendekat kearah Alex dan melayangkan pukulan kearah wajahnya. Alex dengan mudah menangkis pukulan dari Jhony dan lalu kemudian memberi serangan balik.
Pertarungan antara Jhony dan Alex pun dimulai. Dua pria itu saling menyerang satu dengan yang lain.
Beberapa kali pukulan dan tendangan Jhony mengenai tebuh Alex, tapi pria raksasa itu sepertinya tidak merasakan sesuatu sedikit pun.
Alex tidak meringis saat mendapat pukulan dan tendangan keras dari Jhony.
"Kenapa pria ini kuat sekali!, setiap pukulan serta tendanganku yang mengenai tubuhnya sama sekali tidak membuatnya merasa sakit. Apa dia punya ilmu kebal seperti dalam drama kolosal saur sepuh," ucap Jhony dalam hati dan sedikit mundur untuk mencari cara melumpuhkan Alex.
"Aku tidak akan pernah takut selain dari pada ALLAH. Jadi hentikan omong kosongmu itu siluman ular," balas Jhony sambil memperbaiki posisi berdirinya.
"Besar juga nyalimu anak haram!, Alex, hajar dia, dan patakah kepala manusia sombong itu," kembali sekali lagi Shanty menyuruh Alex untuk menyerang Jhony.
"Baik," Alax maju dan menyerang Jhony secara membabi buta.
Kembali pertarungan sengit antara Jhony dan Alex pun terjadi.
Jhony begitu kewalahan menghadapi Alex. Setiap pukulan yang mengenai wajah dan tubuh Alex seolah-olah tidak berarti bagi pria bule itu.
Melly dan Lina kembali melotot. Mereka berdua sunggu tidak percaya kalau ada manusia sekuat Alex.
__ADS_1
"Mell, pria itu tangguh bangat, coba lihat!, Setiap pukulan yang dilayangkan Jhony padanya tidak ada arti sama sekali, dia terlihat biasa-biasa saja walau pukulan demi pukulan menghujani tubuhnya. Entah jenis manusia apa sebenarnya piaraan dari mak lampir itu," kembali Lina berbisik ketelinga Melly.
"Betul katamu Lin, dari tadi Aku perhatiin tak sedikitpun dia meringis kesakitan saat mendapat pukulan dari Jhony atau jangan-jangan di memiliki ilmu kebal?," balas Melly ikut berbisik ke telinga Lina.
"Bisa jadi!, tapi masa iya, ada ilmu seperti itu di saman milenium seperti sekarang ini. Orang asyik main gadget dia malah asyik main kebal-kebalan," balas Lina mencoba menahan tawan.
"Hih...., kamu ini! orang serius kamu malah bercanda," Melly menepuk pundak Lina sakin gemesnya pada sahabatnya itu.
Untuk kesekian kalinya, Jhony Kembali terpukur mundur. Dua kali pukulan Alex mengenai wajahnya sehingga membuat Jhony kehilangan keseimbangan.
Jhony mencoba menyandarkan tubuhnya di dinding untuk menetralkan kembali keseimbang tubuhnya tapi sayang, Alex tidak memberinya kesempatan sama sekali untuk itu. Alex terus menyerang Jhony tanpa memberinya ampun.
Kembali dua tendangan dan satu pukulan keras mengenai perut dan wajah Jhony hingga, membuat Jhony terjatuh diatas lantai dan memengangi perut serta dadanya sakin sakitnya pukulan yang baru saja dilayangkan Alex kepadanya.
"Alex, cepat patahkan tulang belulangnya, sebelum dia bagun dan kembali melawanmu" Shanty begitu bersemangat ketika melihat Jhony sudah tidak berdaya.
Alex segera maju setelah mendengar perintah dari Shanty.
Alex mengangkat kakinya ke udara dengan tujuan menginjak tubuh Jhony.
"Rasakan ini," ucap Alex sambil menurunkan kakinya dengan sangat kuat.
Belum juga kaki Alex sampai menyentuh tubuh Jhony, sebuah tendangan keras mendarat di telinga sebelah kirinya sehingga membuat pria itu oleng dan sedikit bergeser dari tempatnya berdiri sekarang ini.
"Rasakan itu," Melly mengangkat kaki kananya keudara.
"Ayo cepat bangun! sebelum moster itu benar-benar mematahkan tulang-belulangmu," lanjut Melly sambil membantu Jhony untuk berdiri.
__ADS_1
đŸ‘‰terus beri like, vote dan koment ...terima kasih.