MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
55. KEMUNCULAN NENEK FATIMAH.


__ADS_3

Kepanikan mulai terlihat lagi di wajah Nina dan para petinggi DYANA grup, Mereka semua takut kalau para pendemo akan berbuat anarkis.


Lain halnya dengan Jhony, pria itu terus menatap kearah Hafid dan Shanty yang saat itu terus saja menghasut para massa.


"Ayo ...kita perlu kepastian, Jangan sampai kita di bohongi lagi seperti sebelum-sebelumnya. Bagaimana saudara-saudari..." teriak Hafid begitu menggelegar.


"Iya ...setuju!, kami tidak akan termakan lagi janji-janji palsu dari perusahaan ini...kalau sampai kalian tidak menunjukkan bahan baku kalian, jangan salahkan kami kalau kami memboikot semua produk kalian yang sudah beredar di pasaran ..setuju tidak saudara-saudari" Shanty yang tidak kalah semangatnya dengan Hafid menghasut para pendemo.


"Setuju....." kembali suara massa mengelegar di langit perusahaan DYANA grup.


"Oh ..ternyata ke dua tua bangka itu pelakunya, mereka benar-benar pintar memanfaatkan keadaan. Ya ALLAH tunjukkanlah jalan padaku dan jangan sampai kedua manusia jahat itu mempengaruhi para massa untuk berbuat anarkis," ucap Jhony dalam hati sambil matanya terus mengarah kearah Hafid dan juga Shanty.


"Tenangkan diri kalian saudara-saudaiku. Kami akan usahakan, semoga minggu ini kami bisa mendapatkan bahan baku itu. Jadi tolong berikan kami sedikit waktu," kembali Jhony mencoba menenangkan para massa yang mulai terlihat brigas.


"Waktu terus, waktu terus...lempari dia...


" teriak seorang perempuan parubaya sambil melemparkarkan botol air mineral kearah tubuh Jhony tapi dengan gesit Jhony menghindar.


"Ayo lempari mereka ...." teriak Shanty yang sudah mengangkat botol air meniral di tanganya.


"Ayo......" balas para massa.


Belum juga mereka melempari Jhony dan para petinggi DYANA grup, suara klakson berbunyi sangat nyaring terdengan di luar halaman perusahaan DYANA grup.

__ADS_1


Semua massa berpaling kearah datangnya suara klakson, demikian pula dengan Jhony dan juga rekan-tekannya.


Dari arah luar perusahaan DYANA grup, tampak tiga mobil kontainer memasuķi halaman perusahan itu dan terus membunyikan klakson sehingga para pendemo menutupi telinga mereka masing-masing sakin nyaringnya suara klakson mobil kontainer tersebut.


Ke tiga mobil kontainer itu terus berjalan memasuki halaman perusahaan DYANA grup dan berhenti tepat di samping para pendemo.


"Siapa yang menyuruh tiga mobil kontainer itu datang kemari,?" tanyanya Jhony pada Nina.


"Aku sama sekali tidak tahu Tuan! mungkin pak Joko dan rekan-rekan yang melakukannya?," balas Nina


Jhony berpaling kearah pak Joko dan beberapa petinggi yang sedang berdiri sejajar di belakang Nina.


"Pak Joko coba kamu jelasin ini,"


"Kami tidak tahu pak Joko!, dari mana datangnya mobil-mobil kontainer itu," ucap pria berkacamata kepada pak Joko.


Joko kembali menatap kearah Jhony.


"Tuan dengar sendiri bukan, jawaban pak Rusdy, kami sungguh tidak tahu siapa yang mengirim mobil kontainer itu datang kemari" ucap pak Joko memjawab pertanyaan Jhony yang sempat dia tunda tadi.


"Terus siapa yang melakukan ini semua," Jhony kini mengarahkan pandanganya kearah mobil kontainer tadi.


Dari arah mobil kontainer, tiba-tiba pintu mobil raksasa itu terbuka dan seketika itu juga, semua mata terbelalak ketika melihat seorang perempuan tua keluar dari dalam mobil kontainer tersebut.

__ADS_1


"Wow keren......! seorang Nenek mengendarai mobil kontainer," ucap salah seorang pendemo sambil menutup mulutnya menggunakan telapak tanganya.


Sementara di pihak Hafid dan Shanty, kedua orang itu juga ikut terbelalak ketika melihat siapa yang keluar dari dalam mobil peti kemas yang ada di hadapanya.


"Kenapa Nenek peot itu ada disini!. dan apa tujuanya dia datang kemari?," Hafid yang terus menatap kearah Nenek tua itu.


"Perempuan tua itu bukanya pemilik perusahaan bahan baku yang ada di luar kota ini!, Kenapa dia datang kemari bawah mobil kontainer pula!," tanya Shanty pada Hafid.


"Betul, dia pemilik perusahaan FATIMAH grup. Perusahaan bahan baku terbesar yang ada di luar kota ini, yang jadi pertanya sekarang, apa sebenarnya tujuan dia kemari dan ada hubungan apa dia dengan perusahaan DYANA grup," ucap Hafid dengan berbagai pertanyaan memenuhi kepalanya.


Lain halnya di posisi Jhony dan Melly keduanya langsung terbelalak ketika melihat orang yang sudah tidak asing lagi bagi mereka berdua.


"Ah ...Nenek Fatimah," ucap Jhony dan Melly secara bersaan sehingga membuat Nina, Tety, Joko saling memandang heran satu dengan yang lain.


Nenek Fatimah terus melangkah mendekat kearah Jhony dan rekan-rekanya. Sesekali Nenek tua itu melambaikan tanganya kearah para pendemo.


Setelah dekat dengan Melly dan Jhony Nenek Fatimah berlari kecil sambil berteriak....


"Nelly ....Jono......"


"Melly Nek," protes Melly


"Jhony Nek," ucap Jhony ikut protos karna namanya selalu diubah jadi Joko oleh Nenek Fatimah.

__ADS_1


👉terus beri like, coment, vote ...makasih.


__ADS_2