
Setelah kepergian Hafid, Raka dan Shanty tertawa terbahak bahak.
"Mama benar-benar pandai dalam berakting," puji Raka pada Shanty.
"Siapa dulu dong Mama!, Raka jawab dengan jujur, Apa semua yang kamu ceritakan ke papa tentang Jhony tadi benar adanya?," tanya Shanty sambil menatap kearah Raka.
"Mana ada!, semuanya itu bohong, Raka melakukan itu hanya untuk memanas-manasi papa saja, supaya papa memberi pelajaran pada orang sombong yang sudah mempermalukan Raka di depan umum." jawab raka tersenyum.
"Terus, siapa yang melakukan ini padamu," tanya Shanty lagi.
"Seorang perempuan yang bekerja sebagai model diperusahaan DYANA grup!," Jawab Raka.
"Apa ?, hanya dengan seorang perempuan saja kamu kalah!, Raka-Raka kemana ilmu beladiri yang dulu papa ajarkan padamu," Shanty sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mama tidak tau si!, ilmu beladiri yang dimiliki perempuan itu cukup mempuni sehingga Raka sampai-sampai kewalahan melawanya,"
"Siapa sebenarnya perempuan itu?, Mama sangat penasaran denganya. Dan mudah-mudahan suatu saat Mama di pertemukan denganya biar Mama bisa menguji sampai di mana kemampuan ilmu beladiri yang dia miliki,"
Sementara itu Hafid terus melajukan kendaraanya menyusuri jalan perumahan elite yang ada di tengah-tengah perkota.
Hari ini, Hafid ingin menemui rekan kerjanya yang tinggal di daerah perumahan tersebut.
"Aku harus menghancurkan Jhony sebelum kesombonganya itu menjadi-jadi," ucap Hafid terus melajukan kendaraanya memasuki lokasih perumahan elit tersebut.
__ADS_1
Tidak berselang beberapa waktu kemudian, tiba-tiba pria parubaya itu merem mendadak mobilnya ketika melihat dua orang pejalan kaki sedang melintas di depanya dan salah seorang dari perempuan itu sudah tidak asing lagi banginya.
"Kenapa tua bangka itu ada di kota ini! dan siapa gadis yang bersamanya itu," Mata Hafid tidak henti-hentinya menatap seorang perempuan tuan sedang berjalan menuju sebuah minimarket di temani seorang perempuan muda sekaligus cantik.
Setelah kedua perempuan itu masuk kedalam minimarket, Hafid kembali menjalankan mobilnya dengan beberapa pertanyaan besar dalam pikiranya tentang keberadaan perempuan tua yang tadi sempat di lihatnya.
Tidak lama kemudian Hafid membelokkan mobilnya masuk kesebuah rumah mewah setelah sebelumya pintu pagar di buka oleh seorang satpam.
Hafid menghentikan kendaraanya tepat di depan pintu utama rumah mewah tersebut.
Tidak lama kemudian seorang pria parubaya seumuran denganya membuka pintu dari dalam rumah.
"Selamat siang Tuan!, dan Silah masuk, karena Tuan Johan telah menunggui Anda sedari tadi di ruang kerjanya," ucap Pria bayubaya itu mempersilahkan Hafid untuk masuk kedalam.
Hafid melangkah masuk tanpa mempedulikan ucapan pelayan itu.
"Astaga, kenapa TUHAN masih saja menciptakan manusia sombong seperti dirinya itu! Kaya harta iya, tapi ahlak miskin." ucap Pria barubaya tadi sambil menutup pintu kembali seperti semula sebelum Hafid datang kesana.
Hafid terus melangkah menuju ke arah ruang kerja Johan.
Setelah berada di depan ruang kerja Johan, Hafid langsung membuka pintu ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Mungkin karna mereka sudah akrab atau apalah nama sehinga Hafid tidak perlu melakukan hal itu lagi.
Tanpa di dalam sana seorang pria sedang duduk di depan meja kerjanya sambil memandang lekat pada layar laptopnya.
__ADS_1
"Hay ..Johan tampaknya kamu sangat sibuk hari ini!," sapa Hafid sambil terus mendekat kearah Johan.
Johan yang sedari tadi sibuk menatapi laptopnya segera mengangkat wajahnya dan menatap kearah Hafid.
'"Hay Hafid!,...Maaf Aku tidak melihatmu sakin sibuknya. Ayo duduklah," balas Johan sambil mempersilahkan Hafid untuk duduk di kursi berhadapan denganya.
"Ada keperluan apa gerangan sehingga kamu ingin sekali menemuiku Hafid?," tanya Johan.
"Aku hanya ingin minta bantuanmu untuk bersama-sama denganku menghancurkan perusahaan DYANA grup." balas Hafid.
"Apa katamu!, Kamu ingin menghancurkan DYANA grup!, jangan main-main Hafid," ucap Johan sedikit mmenggelang kepalanya.
"Memanganya ada apa sebenarnya dengan perusahaan DYANA itu!, kenapa pebisnis kota ini sangat takut dengan perusahaan tersebut?,' tanya nada Hafid dengan heran.
"Bukanya takut Hafid tapi segan!," jawab Johan yang sedikit tidak terima dengan ucapan Hafid.
"Ah sama saja, Kamu mau membantu atau tidak!," suara Hafid mulai sedikit meninggi.
"Jujur saja Aku tidak mau cari masalah dengan DYANA grup. Apa lagi dengan Tuan Jhony!, Beliau tidak akan segan-segan melumpuhkan lawan bisnisnya jika dia berani macam- macam dengannya," Johan dengan tegas menolak keinginan Hafid.
"Hah...kalian semua sama saja penakutnya, baiklah biar Aku sendiri saja yang cari cara bagaimana menghancurkankan perusahaan itu tanpa bantuan pengecut seperti dirimu," Hafid memukul meja dan keluar dari ruang kerja Johan.
"Terserah maumu! tapi kupastikan perusahaan H&S pasti akan tinggal nama bila kamu macam-macam dengan Tuan Jhony itu," Johan sedikit berteriak kearah Hafid yang sudah keluar dari ruanganya.
__ADS_1
đŸ‘‰terus beri like , coment, votenya dong ...makasih.