MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
31.RACUN AMATOKSIN.


__ADS_3

Setelah kepergian Melly dan Tety membawa Jhony keluar ruangan itu. Dirga mendekat kearah Aldo yang masih terpaku memandangi kepergian mereka.


"Maaf Tuan, kalau Saya lancang bertanya kepada Anda!. Kenapa Anda hanya diam saja saat melihat kejadian tadi dan Saya juga memperhatikan, Tuan sepertinya sangat menikmati semua adegan yang di lakukan oleh Jhony dan Melly dalam memberantas pria pengacau itu,?" tanya Dirga heran pada majikanya itu.


"Dirga, untuk menjadi sebuah emas, harus melalui berbagai proses penempaan supaya terlihat mewah dan tentunya mahal harganya. Seperti itulah Jhony dan Melly tadi. Aku bisa saja memberantas semua musuh-musuh mereka dengan sangat mudah, tapi karna aku sangat yakin dengan kemampuan mereka berdua maka, Aku membiarkan mereka menyelesaikan sendiri masalahnya tanpa ada campur tangan dariku. Dan Kamu lihat sendiri bukan dengan mata kepala kamu sendiri tadi !, bagaimana mereka berdua membereskan pria itu tanpa ada campur tangan dariku!" Jawab Aldo sembari tersenyum tipis.


Dirga hanya menggaruki kepalanya antara mengerti atau tidak dengan ucapan Aldo itu.


"Ah ..sudalah!. Kamu tidak usah memikirkan itu. Yang harus kamu kerjakan sekarang yaitu menghubungi pihak rumah sakit yang paling dekat dari sini untuk menyambut kedatangan mereka dan katakan pada pihak rumah sakit untuk mempersiapkan kamar terbaik dan juga Dokter terbaik untuk menagani Jhony karna Aku yakin, Melon itu panti membawa Jhoni ke rumah sakit yang paling dekat dari tempat ini.Paham!," perintah Aldo lalu melangkah menuju pintu keluar ruangan itu.


"Paham Tuan," balas Dirga sambil berlari kecil mengikuti Aldo dari belakang.


Sementara itu, Tety terus melajukan kendaraanya dengan kecepatan diatas rata-rata menuju kearah rumah sakit paling terdekat dari perusahaan DYANA grup.


Prediksi Aldo benar. Melly menyarankan pada Tety agar membawa Jhony kerumah sakit paling dekat dari posisi mereka saat itu, dikarenakan kondisi Jhony yang sudah sangat memprihatikan.


"Bisa Ibu tolong menambah sedikit kecepatan mobilnya!. Soalnya Aku takut Tuan Jhony ada apa-apa, mengingat wajahnya sudah di penuhi keringat dingin dan detak jantungnya mulai sedikit melemah," Pinta Melly dengan wajah panik yang saat itu sedang duduk di belakang kursi penumpan sambil menidurkan kepala Jhony diatas pangkuanya dan sesekali melap keringat yang membasahi wajah Jhony menggunakan tissu.


"Baik Mell," balas Tety lalu menginjak gas mobilnya lebih untuk menambah kecepatanya.


Tidak lama kemudian, Tety menghentikan kendaraanya tepat di depan pintu utama rumah sakit A&J putra sanjaya. Rumah sakit swasta yang masih di bawah naungan perusahaan A&J milik Aldo.


Ada dua dokter spesialis dan beberapa perawat sudah menunggui mereka sedari tadi di depan pintu atas perintah Aldo.


Belum juga Tety mematikan mesin mobilnya, perawat sudah terburu- buru membuka pintu penumpang dan mengeluarkan Jhony dari dalam sana dan menaikkanya keatas brangkar lalu mendorongnya masuk kedalam menuju kearah ruang UGD.


Melly mengikuti para perawat itu membawa Jhony sedangkan Tety memarkirkan mobilnya terlebih dulu.

__ADS_1


"Nona harap tunggu di luar sebentar!, Soalnya kami mau memeriksa kondisi pasien terlebih dulu." Cegah seorang Dokter pada Melly yang saat itu ingin juga ikut masuk kedalam ruang UGD.


"Tapi Dok!." Melly sedikit memelas pada Dokter itu.


"Tenanglah Nona, kami tahu kekuatiran Anda pada pasien, tapi Nona harus percaya pada kami, karna kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien kami," ucap Dokter itu meyakintan Melly karna melihat ke kuatiran pada wajah wanita cantik itu.


"Baik Dok, tolong lakukan terbaik untuknya," balas Melly sambil memegangi tangan Dokter itu.


Dokter itu hanya mengangguk sembari tersenyum kepada Melly.


Setelah pintu di rutup oleh Dokter tadi, Melly melangkah menuju kursi panjang yang terbuat dari besi pancang berlapis Almunium yang biasa di gunakan para keluarga pasien untuk menunggui keluarga mereka saat berada di dalam ruang UGD.


Melly mendudukkan tubuhnya diatas kursi tersebut dan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tanganya.


"Ya TUHANku, selamatkanlah dia. Permudahlah segala urusanya .Aamiin," ucap Melly sambil mengusap wajahnya.


"Bagaimana keadaan Tuan Jhony Mell." ucap Tety sambil duduk di sampin Melly.


"Melly juga belum tahu Bu, soalnya beliau masih di tangani Dokter dalam ruangan itu ," balas Melly sambil menunjuk ke arah ruang UGD yang tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.


"Semoga saja Beliau bisa melewati ini semua, Amiin" Tety mengucap wajahnya dengan kedua telapak tanganya.


"Ini semua salah Melly Bu! Tuan Jhony tidak akan seperti itu Jika beliau tidak menyelamatkan Aku." ucap Melly merasa bersalah dengan kejadian yang menimpah Jhony.


Tety yang saat itu termenung sontak mengalikan pandanganya kearah Melly.


"Kamu tidak boleh berkata seperti itu Mell. Tuan Jhony melakukan semua itu karna besarnya tanggung jawab beliau pada bawahannya. Jadi kamu tidak usah merasa bersalah seperti itu. Kita doakan saja yang terbaik buat beliau agar beliau cepat sembuh seperti sediakala dan bisa berkumpul lagi dengan kita seperti biasa" ucap Tety sambil mengusap punggung Melly.

__ADS_1


Tidak lama kemudian pintu ruangan UGD pun terbuka dan seoarang perawat keluar dari dalam sana.


Melihat hal itu, Melly dan Tety berdiri dari tempat duduknya dan mempercepat langkah kaki mereka mendekati perawat yang baru saja keluar dari dalam ruangan itu.


"Kak bagaimana keadaan temaan kami,?" tanya Melly pada perawat itu.


"Oh maksud Nona Tuan Jhony!, beliau sudah melewati masa kritisnya tapi beliau belum sadarkan diri. Untung saja Anda membawa beliau tepat waktu, sehingga racun yang ada dalam tubuhnya belum sempat menyerang jantung serta pembuluh darahnya. Andai saja Anda terlambat sepersekian menit saja tadi, maka dipastikan nyawan beliau tidak bisa tertolong lagi, mengingat racun yang masuk dalam tubuh beliau termasuk jenis racun ' Amatoksin' nomor dua paling mematikan setelah 'Botulinium', " Jawab sang perawat sedikit memberi penjelasan pada Melly dan Tety.


"Alhamdullilah." ucap Melly dan Tety bersamaan.


"Terus apa kami bisa menjeguk beliau sekarang!," tanya Melly lagi sembil menatap lekat pada sang perawat.


"Belum bisa Nona. Tunggu beliau di pindahkan keruang inap baru Kalian bisa menjeguknya," Jawab perawat itu lagi.


"Baiklah!, terimah kasih atas semuanya," balas Melly sambil tersenyum.


"Sama-sama Nona kalau begitu Saya permisi dulu karna masih banyak hal yang perlu Saya kerjakan," sang perawat tersenyum lalu meninggalkan mereka berdua di tempat itu.


Ada kira-kira setengah Jam mereka menunggu di depan ruang UGD hingga kembali pintu ruangan tersebut terbuka lagi untuk kedua kalinya.


Kembali Melly dan Tety mendekat kearah pintu dan mendapati Jhony sedang tertidur diatas brangkar dengan selang impus melekat pada pergelangan tanganya.


"Bisakah Anda berdua memberikan kami ruang sedikit supaya kami bisa membawa pasien keruang inap." ucap seorang perawat kepada Melly dan Tety yang saat itu sedang berdiri di depan brangkar.


"Maaf...maaf," balas Melly dan Tety sedikit mundur ke belakang untuk memberi jalan pada para perawat membawah Jhony ke ruang inap.


Jhony pun dibawa menuju ruang inap dan dikuti oleh Melly dan Tety dari arah belakang.

__ADS_1


đŸ‘‰terus beri like , vote dan comentnya ya....makasih.


__ADS_2