
106.HOTEL.
Sementara itu, Jhony terus melajukan kendaraanya menuju ke arah hotel.
Melly hanya terdiam tanpa berbicara sedikitpun.
"Sayang ada apa denganmu!," tanya Jhony tanpa menatap kearah Melly sakin fokusnya mengemudikan kendaraanya.
Melly yang saat itu menatap kearah luar melalui kaca jendela segera berbalik menatap Jhony.
"Tak ada apa-apa!," balas Melly singkat.
"Terus kenapa kamu diam saja. Kalau kamu belum siap melakukanya malam ini lebih baik kita lakukan lain kali saja" lanjut Jhony yang masih fokus mengemudi kendaraanya.
"Siapa bilang Aku tidak mau melakukanya malam ini, tenang saja Aku akan memberimu service terbaik yang tidak pernah akan Baban lupakan," Melly mencoba tak gugup walau hatinya berbohong.
Jhony hanya menggeleng-geleng dan tersenyum tipis mendengar ucapan Melly yang sudah tahu kalau istri barunya itu sedang berbohong padanya.
Tidak lama kemudian mobil merekapun berbelok masuk kehalaman hotel milik perusahaan A&J.
Setelah memarkirkan mobilnya, Jhony membuka pintu mobil lalu keluar dari dalam sana kemudian berlari kecil menuju pintu satunya untuk membukakan Melly pintu.
"Silahkan Nyonya Jhony iskandar," Jhony sedikit membungkukkan badanya ala-ala pelayan sedang menjamu tuanya.
Melly hanya tertawa melihat tingkah Jhony itu lalu keluar dari dalam mobil.
Setelah semuanya dirasa cukup, keduanya pun melangkah menuju pintu utama. Melly yang baru pertama kali datang ke hotel bersama seorang pria sedikit merasa malu, itu terlihat dari sikapnya yang langsung bersembunyi di badan Jhony sambil memegangi lengan kekar milik suaminya itu.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?," tanya Jhony menghentikan langkah kakinya.
"Aku malu masuk kedalam!," ujar Melly sambil mengintip di balik badan kekar milik Jhony.
"Tidak ada apa-apa sayang, Semua orang seisi kota ini sudah tahu kalau kita sudah menikah, jadi sah-sah saja bukan kalau kita pergi berdua dan menginap di hotel yang sama," Jhony menyapu lembut kening Melly.
"Tapi Baban, Melly tak...!," belum juga perkataanya selesai terucap tubuh Melly sudah melayang di udara.
"Kamu ini, kalau kamu malu sembunyilah di dada bidang Baban, biar Baban membawamu masuk kedalam," Jhony melangkah menuju pintu masuk dengan Melly yang ada dalam gendonganya.
Tidak lama kemudian mereka tiba di depan meja resepsionis.
Melihat kedatangan mereka, dua orang karyawan hotel yang sedang duduk disana segera berdiri menyambut kedatangan mereka berdua.
"Selamat malam menjelang subuh Tuan dan Nyonya Jhony!, Sekiranya apa yang bisa kami bantu untuk kalian berdua!," ucap seorang karyawan perempuan yang sedang bertugas saat itu.
"Oh ..kalau soal kamar Tuan dan Nyonya semuanya sudah siap sehari yang lalu. Semua keperluan Nyonya dan Tuan sudah kami siapkan. Jadi, Tuan dan Nyonya bisa langsung menempatinya. Tapi bila masih ada yang Tuan dan Nyonya inginkan Tuan dan Nyonya boleh menghubungi kami melalui telopon yang ada di dalam kamar tuan,"
"Baiklah kalau begitu terima kasih," ujar Jhony.
"Sama-sama Tuan, semoga malam ini Anda berdua bisa tidur dengan nyenyak," ujar Si pegawai perempuan tadi dan kembali menundukkan kepala.
Jhony tak menjawab lagi, dengan kedua kakinya yang jenjang dia melangkah membawa Melly menuju kearah Lift.
Sebelum menekan tombol yang ada di dinding, Jhony tersenyum melihat Melly yang masih merasa nyaman bersembunyi di dadanya dan mengaitkan kedua tanganya dileher miliknya.
"Apa sedamai itu kamu berada di gendongan suamimu ini,"
__ADS_1
Melly sedikit menyondongkan kepalanya lalu kemudian tersenyum dan kembali ke pada posisi semula.
Setelah menekan tombol menuju kelantai lima dan pintu lift terbuka Jhoni masuk kedalam sana.
Hanya butuh berapa menit saja kini pintu lift kembali terbuka otomatis.
Jhony keluar dari dalam lift dan membawah Melly ke kamar yang sudah dari kemarin-kemarin di pesan Elin untuk mereka berdua.
Setelah tiba di depan kamar yang paling besar dan paling terlihat mewah diantara kamar-kamar yang berjejer di sana, Jhony memutar gagang pintu kamar tersebut dan sedikit menendangnya agar terbuka luas.
Tampat dari dalam ruangan itu hiasan bunga dan lampu remang-remang serta sebuah lilin raksasa sedang menyala.
Jhony melangkah menuju kearah pembaringan yang di penuhi dengan kelopak bunga mawar merah dan putih diatasnya. Jhony kemudian meletakkan tubuh Melly dengan sangat lembut diatas pembaringan.
"Sayang Baban tutup pintu dulu ya!," Jhony kembali mengusap lembut kepala Melly dan dianggukkan pelan oleh Melly.
Jhony melangkah kembali kearah pintu setelah tiba disana dia mendorong dan menutup rapat daun pintu tersebut kemudian menguncinya dan krmbali kearah pembaringan dan duduk di pinggiran tempat tidur dengan menggantung kedua kakinya begitu saja diatas lantai.
"Sayang apa kamu sudah mengantuk!," Jhony membelai pucuk kepala Melly.
"Belum Baban!, Melly mau mandi dulu sebelum tidur. Badan Melly sudah sangat lengket ," Melly bangun dari tempat tidur dan duduk di samping Jhony.
"Baiklah kalau begitu!, selama yayang dalam bilik kamar mandi, Baban mau kebawah dulu sebentar untuk mengambil koper dan semua perlengkapan kita di mobil," ujar Jhony berdiri dan berlalu dari tempat itu.
Setelah kepergian Jhony, Melly masuk dalam bilik kamar mandi dan melakukan aktifitasnya di dalam sana.
Jhony yang baru saja datang bersama seorang karyawan membawa empat koper segera masuk dan meletakkan koper-koper mereka di dekat pembaringan.
__ADS_1
Setelah di beri uang tips dari Jhony karyawan yang menemani Jhony keluar dari kamar itu dan tidak lupa menutup pintu.