MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
83. AMNESIA.


__ADS_3

Sementara itu di dalam ruangan dimana Melly sedang dirawat.


Tampak perempuan cantik itu mulai sadarkan diri.


Kedua matanya mulai terbuka memandang seisi ruangan yang masih terasa sangat asing baginya.


"Dimana Aku ini! dan kenapa bisa Aku berada di tempat ini," itulah ucapan yang pertama keluar dari mulut Melly yang masih terdengar parau.


Seketika dia tersentak ketika melihat ada seseorang sedang duduk tertidur dan meletakkan kepalanya diatas tempat tidur sehingga wajahnya sama sekali tidak terlihat sambil menggengam erat tanganya seolah-olah tidak ingin melepaskanya.


" Siapa orang ini dan kenapa dia tertidur disini," Melly mengangkat sedikit kepalanya dan mencoba menerka-nerka siapa orang yang sekarang ini sedang bersamanya dalam sebuah ruangan yang asing.


Melly mencoba mengingat-ingat kembali semua peristiwa sebelum dia terbaring di ruangan itu.


Mulai saat dia dan Lina berangkat ke Mall sampai dia bertarung dengan Shanty.


"Inikan Joko ( Melly sedikit tersenyum mengingat Nenek Fatimah mamanggil Jhony dengan sebutan itu)!, kenapa dia ada di sini. Dan kemana pula Lina dan Nenek Fatimah kok mereka berdua tega banget meninggalkanku disini bersama dengan si joko ini." ucap Melly memandangi punggung Jhony.


Tidak lama kemudian tampak Jhony sudah terbangun. Terlihat dari dia mulai mengangkat kepalanya sedikit demi sedikit.


Melihat itu, Melly kembali ke posisinya semula dan pura-pura tidur seperti tadi.


"Kalau sampai si Joko mengetahui kalau aku pura-pura tertidur pasti dia akan mengerjaiku habis-habisan, Ya TUHAN jangan sampai ini terjadi. Aamiin...," ucap Melly dalam hati sambil terus menutup erat matanya.


Sementara itu, Jhony menegok kekiri dan ke kanan sepertinya pria itu sedang mencari sesuatu tapi tidak juga dia menemukanya.


"Kalau Meong ini masih tertidur pulas terus suara siapa yang tadi samar-samar Aku dengar. Atau jangan-jangan Aku tadi bermimpi?, ataukah di ruangan ini ada hantunya," Jhony sedikit megedikkan bahunya.


Mendengar hal itu Melly ingin sekali tertawa tapi dengan susah payah dia menahanya. Hanya gerakan-gerakan kecil yang tampat di bibirnya kalau dia lagi mencoba menahan tawanya.


"Aku sangat yakin pasti ada hantu dalam ruangan ini. Aku harus memanggil dukun kemari supaya dia mengusir hantu yang bergentayangan di dalam ruangan ini," ucap Jhony mencoba bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


Belum juga Jhony melangkah tiba-tiba Melly menggumam" Aghuu......" sambil mengankat tangan kanan dan juga tangan kirinya sedikit tinggi walau ada jarum inpus melekat disana.


"Awo........" ringisnya karna dia merasa nyeri pada pada area yang di pasangi jarum inpus.


Jhony segera menahan tangan Melly lalu meletakkanya kembali ke tempat semula.


Rencana ingin mengerjai Melly malah dia sendiri merasa bersalah.


"Mana yang sakit biar Aku mengurutnya!," ucap Jhony dengan wajah panik.


Melly seketika merotasikan kedua bola mayanya mendengar perhatian Jhony yang terdengar alay baginya.


"Ini kesempatan baik untuk mengerjai si Joko, seperti yang sering dia lakukan padaku," ucap Melly dalam hati sembari tersenyum tipis.


"Siapa kamu," ucap Melly dengan tatapan serius.


Jhony yang saat itu sedang menunduk sambil memijat-mijat tangan Melly segera mengangkat wajahnya.


"Apa dia amnesia ataukah otaknya sedikit bergeser gara-gara pukulan yang di berikan oleh pria bule tadi," Jhony menyentuh Jidat Melly menggunakan punggung tanganya lalu membuka matanya secara bergantian seperti dokter yang sedang memeriksa pasien.


"Masa iya si, dia sampai amnesia! dan melupakan semuanya. Roy juga tidak berkata kalau akan ada dampak amnesia setelah peristiwa itu. Ah ...Aku jadi bingung.


," ucap Jhony sambil menggaruk-garuki kepalanya.


"Siapa kamu," tanya Melly masih dengan tatapan tajamnya seolah-olah dia benar-benar sudah melupakan segalanya.


Lama Jhony terdiam dan secepat kilat dia memutar otak untuk memberi menjawab atas pertanyaan dari Melly. Hingga akhirnya.....


"A.....Aku ini suamimu," ucap Jhony spontan tapi dengan nada bicara gagap.


"Hii....apaan si mau ngerjain malah dia ngerjain balik," kesal Melly dalam hati.

__ADS_1


"Kamu pasti bohong!, apa buktinya kalau kamu itu suamiku," tanya Melly lagi masih dengan tatapan tajam seperti tadi.


Kembali Jhony berpikir panjang, hingga sebuah ide gila keluar dari dalam otaknya.


"Aku bisa menciummu seperti yang sering kita lakukan saat kita lagi berdua-duaan di rumah, itupun sering kamu yang memaksaku walau Aku tak mau," balas Jhony dengan wajah datar seolah-olah itu benar.


Seketika mata Melly melotot dia sungguh tidak percaya kalau Jhony bisa berbicara seperti itu di depanya.


"Bagaimana?, Apa kamu sudah ingin melakukanya!, kalau begitu baiklah dengan senang hati Aku akan menunjukkan kalau Aku ini benar-benar suamimu," Jhony mendekatkan wajahnya kearah wajah Melly.


Melly segera memplototkan matanya dan mendorong wajah Jhony dengan tangan kananya.


"Ah ...Aku sudah ingat, Aku sudah ingat! Kamu Jhony kan!, bos Aku di perusahaan DYANA grup." Melly meronta untuk menghindari Jhony.


"Ternyata kamu ingin mengerjaiku,Hah! pokonya, sebagai balasan atas ide konyolmu itu, Aku akan melanjutkanya," ucap Jhony sedikit geram sambil memegangi kedua tangan Melly.


Melly mencoba melawan tapi tenaga Jhony lebih kuat darinya.


Sebagai konsekuensi dari ulahnya mengerjai Jhony terpaksa dia harus pasrah dan menerima ciuman dari Jhony.


Kedua bibir mereka saling bersentuhan satu dengan yang lain. Jhony *****4* bibir Melly sedikit kasar karna masih ada perlawanan kecil dari Melly.


Setelah Melly mulai menikmati, kini Jhony lakukanya dengan sangat lebut hingga Melly ikut terhanyut dan Membalas ciuman Jhony.


Lama mereka melakukan itu hingga tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.


"Jhony, Melly apa yang kalian perbuat!," ucap Elin sedikit berteriak dan melangkah masuk kedalam diikuti oleh Nenek Fatimah dan juga Hafid dari arah belakang.


Jhony dan Melly segera menghentikan perbuatanya dan secepat kilat melap bibir mereka menggunakan telapak tangan masing-masing.


Keduanya pun kemudian menyembunyikan wajah mereka sakin malunya kepergok oleh Elin, Nenek Fatimah dan Hafid sedang melakukan hal yang tak senonoh.

__ADS_1


👉


terus beri like, coment , dan vote ya ..terima kasih.


__ADS_2