MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
95. CEMBURU.


__ADS_3

Helena hanya tertunduk mendengar penjelasan dari Nenek Fatimah. Dia begitu malu dan juga merasa bersalah telah menuduh pamanya yang bukan- bukan selama berpuluh-puluhtahun lamanya.


"Bi Maafkan Aku!," ujar Helena dengan berlinang air mata.


"Iya Helen, Bibi memaafkanmu tapi ingan kamu jangan melakukan hal yang sama lagi. Kamu itu sudah berumur jadi pergunakanlah disisa hidupmu dengan ibadah sebagai bekal diakhirat nanti," Nenek Fatimah membelai lembut kepala Helena.


"Terima kasih Bi!," Helena menghamburkan pelukanya kepada Nenek Fatima.


Lama mereka berpelukan hingga sebuah mobil polisi datang dan berhenti di dekat mereka.


Banyak dari pengunjung Mall itu datang untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi di tempat parkir kenapa ada mobil polisi datang dengan sirine yang lumayang nyaring.


"Siang Tuan Aldo, Tuan Jhony dan juga Tuan pandu!, Kami datang untuk menangkap pak Rudy, Nyonya Helena dan juga Nona Gina, dengan tuduhan kejahatan seperti laporan yang diberikan Tuan Jhony pada pihak ke polisian" ucap pak polisi sambill memberi hormat.


Jhony, Aldo, dan juga Pandu hanya mengangguk pelan.


Sementara Gina yang mendengar namanya disebut begitu gemetaran celana ketat yang dia pake saat itu bulai basa sakit takutnya.


"Aldo......, Tolong Aku, Aku tidak mau di penjara" Gina mendekat kearah Aldo tapi dengan cepat Aldo mengangkat tanganya memberi tanda pada Gina untuk tidak mendekatinya.


"Kamu jangan mendekat, Aku tidak mau istriku cemburu dan menuduh yang tidak-tidak, Kalau sampai itu terjadi aku lebih baik berhadapan dengan seribuh iblis daripada berhadapan denganya, paham!," cegah Aldo pada Gina dengan sangat tegas


Jhony ingin sekali tertawa mendengar penuturan Aldo tapi sedapat mungkin dia tahan.


"Tapi aku cuman ingin berlindung saja supaya aku tidak di bawa ke kantor polisi," Gina masih saja terus memohon.

__ADS_1


"Apapun alasanya Aku tidak mau! lagian kamu itu patut untuk di penjara Gina, supaya kamu bisa sadar kalau selama ini kamu sudah melenceng di jalan yang benar"


Karena Aldo menolak untuk Gina tempati berlindung, Gina berbalik dan melangkah mendekat kearah Jhony.


"Jhony tolong Aku, Aku tidak mau di penjara," ucap Gina sambil memegangi lengan Jhony. @@@


Baru saja Jhony ingin melepaskan pegangan Gina pada lenganya tiba-tiba Melly datang dan menarik tangan Gina.


Gina lepasin dia,"


"Kenapa kamu yang marah, Jhony saja biasa-biasa saja tu!, Iyakan Jho!," ucap Gina dengan nada bicara rada-rada centil.


"Lepasin tidak!," wajah Melly berubah merah dan terus menarik tangan Gina untuk menjauh dari Jhony.


"Ada apa denganmu Meong, kenapa kelakuanmu rada-rada aneh hari ini, Apa kamu sakit!," Jhony mengeryitkan dahinya dan memegang dahi Melly dengan telapak tangan kananya.


"Tidak panas!," ucap Jhony yang masih dengan mimik wajah heran.


Aku begini, karena ingin melindungimu dari perempuan-perempuan jahat yang ingin mendekatimu," ucap Melly semakin memperkuat peganganya ke lengan Jhony.


"Alasan, Bilang saja kalau kamu cemburu!, kamu takut bukan!, kalau Gina merebut Jhony dari tanganmu!, Dasar melon," Aldo menyandarkan tubuhnya di badan Mobil sembari bersiul, sementara pandanganya ke arah tempat lain.


Mendengar ucapan Aldo secepat kilat Melly melepaskan peganganya dari lengan Jhony.


Melly menunduk malu tanpa berani memperlihatkan wajahya lagi.

__ADS_1


"Apa benar yang di ucapkan Aldo barusan, Apa kamu benar-benar cemburu kalau Gina merebut Baban darimu!," Jhony sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya kearah Melly yang sedang menunduk dan tidak berani menatapnya.


"Siapa bilang!, itu hanya karangan dia saja. Ah sudahlah Aku mau ke Nenek Fatimah saja," Melly berjalan menunduk menuju kearah Nenek Fatimah.


Jhony dan Aldo seketika terbahak- bahak melihat tingkah lucu Melly yang tidak seperti biasanya.


Setelah kepergian para polisi Membawa Helena, Rudy dan juga Gina.


Melly, Jhony, Nenek Fatimah, Pandu, Nenek Farida dan juga Lina bergegas menuju kearah pintu utama Mall tersebut untuk melanjutkan tujuan utama mereka berbelanja kebutuhan pernikahan Jhony dan Melly.


Aldo tidak bisa ikut menemani mereka karena ada urusan mendadak yang harus dia kerjakan di kantornya.


Di sepanjang perjalanan mereka, Pandu terus mengajak Melly ngobrol. Sesekali pria parubaya itu mungucak-ucak rambut putrinya itu walau sering mendapat teguran dari Nenek Fatimah agar tidak menyentuh Melly sebelum dia Izinkan.


Jhony yang saat itu sedang berada disamping Melly sedikit risih melihat hal itu.


"Om, baiknya jangan menyentuh Melly ata pun mengusap-usap kepalanya seperti itu, disini banyak orang takutnya image Melly sebagai model bisa merosot dan di cap bukan-bukan oleh para netizen," Jhony sedikit menarik tangan Melly yang saat itu sedang berada di tengah antara dirinya dan pandu.


"Apaan!, Aku ini Ayahnya tak mungkinlah hal itu sampai terjadi," Pandu kembali menarik tangan Melly untuk mendekat padanya.


Jhony pun melakukan hal yang sama. Melihat cucunya di perlakukan bak barang rebutan, Nenek Fatimah berhenti pas di hadapan mereka bertiga yang memang saat itu berjalan di depan bersama Nenek Farida.


"Sekali lagi kalian memperlakukan Melly seperti cucian yang mau kalian peras maka jangan salahkan Aku kalau aku tidak izinkan kalian berdua untuk mendekatinya lagi," Nenek Fatimah memandang Pandu dan Jhony secara bersamaan.


Seketika itu, mata Pandu dan Jhony saling melotot kemudian saling memandang satu dengan yang lain. ancaman Nenek Fatimah membuat nyali keduanya menciut seketika dan surut seperti air laut.

__ADS_1


__ADS_2