MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
44. MERENGGUT CIUMAN PERJAKAKU.


__ADS_3

Hari terus berganti hingga tidak terasa satu bulan sudah produk baru DYANA grup beredar di pasaran.


Produk baru tersebut sangat di ganrungi oleh para perempuan baik Ibu-Ibu maupun anak muda jaman now.


Para konsumen mereka berbondong-bondong memborong produk tersebut karna memang kualitasnya sudah tidak bisa diragukan lagi.


Hingga membuat perusahaan itu sungguh kewalahan dalam mencukupi permintaan para konsumen mereka yang makin hari makin membludak.


Pagi ini, Jhony baru saja keluar dari dalam rumah. Jhony melangkah menuju kearah garasi mobil.


Rencanya pagi ini Jhony ingin ke perusahaan DYANA grup untuk menandatangani beberapa berkas penting dan juga untuk mengontrol keadaan perusahaan tersebut.


Tidak lama kemudian terdengar suara mesin mobil berbunyi dalam garasi menandakan kalau Jhony siap untuk berangkat kerja.


Mobil Jhony keluar dari halaman rumah setelah sebelumnya dia menyapa pak satpam yang saat itu sedang menyapu di depat pos jaganya .


Pak satpam tersenyum lalu menjawab sapaan dari tuannya itu kemudian berlari kecil untuk membuka pintu pagar agar Tuanya bisa keluar.


Jhony melajukan kendaraanya dengan kecepatan sedang tapi tiba-tiba saja pria tampan itu mengurangi kecepatan mobilnya saat Mellihat Melly sedang berdiri di pinggir jalan.


Tampak perempuan cantik itu sedang menunggui seseorang di sana dengan pakaian formal seperti seorang sekertaris.



Jhony menghentikan mobilnya tepat di depan Melly yang masih saja menegok kesana-kesini tanpa mempedulikan mobil Jhony yang sudah berhenti tepat di depanya.


"Meong kamu menunggu siapa?," tanya Jhony sambil mengeluarkan sedikit kepalanya dari dalam mobil.


"Tunggu cowok!," ujar Melly cuek.


Membuat Jhony membulatkan matanya.


"Ayo Cepat naik, ada pemotretan mendadak buatmu hari ini," ucap Jhony lalu keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu bagian depan mobil untuk Melly.


Melly seketika mengeryitkan dahinya tak percaya dengan ucapan Jhony barusan.


"Masa si!, dan lagian Bu tety tidak pernah menghubungi Aku kalau ada pemotretan hari ini," protes Melly.


"Ibu Tety tidak menghubungimu karna dia telah menghubungiku dan meminta tolong padaku agar menjemputmu sekalian memberi tahukanmu kalau hari ini ada pemotretan mendadak. kemungkinan Ibu Tety tidak sempat memberi tahumu lantaran dia sibuk mengurus keperluan suaminya yang ingin berangkat pagi ini ke Singapura karna ada urusan mendadak," ucap Jhony panjang lebar dengan mata sedikit melototi Melly.


"Mana ada seorang Bos di perintah oleh bawahannya seperti itu, Atau jangan-jangan ini cuman akal-akalanmu saja untuk menjailiku lagi atau kamu cemburu kalau Aku pergi dengan cowok lain selain dirimu. Yo ngaku!," ucap Melly sembari tersenyum mengejeki Jhony.


"Pede.....," ucap Jhony sambil menyentil Jidat Melly


"Sakit tau!, ucap Melly sambil memanyun-manyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Makanya jangan berpikiran terlalu tinggi!. Ayo cepat masuk kedalam mobil atau Aku kurangi gajimu bulan ini karena sudah membantah perintahku," Ancam Jhony.


"Iya.....!. Dasar pemaksa," ucap Melly bersungut-sungut lalu masuk kedalam mobil.


"Meong pintar!." ucap Jhony sambil tersenyum lebar.


Jhony menutup kembali daun pintu mobilnya setelah Melly benar-benar sudah di dalam sana.


Tidak lama kemudian, Kini mereka berdua meninggalkan tempat itu tentunya dengan megendarai mobil.


Di sepanjang perjalanan keduanya hanya diam karna Melly merasa jengkel kepada Jhony sedangkan Jhony sibuk mengendarai mobilnya.


Tiba-tiba handpone dalam tas Melly berbunyi diiringi dengan getaran-getaran kecil di dalam sana.


Melly membuka tasnya kemudian mengeluarkan handponenya.


Matanya terbelalak ketika melihat siapa yang sedang memanggil disana.


"Astaga, Lina pasti sudah menugguiku disana", Melly sedikit mengaruki kepalanya sambil terus menatapi layar handponenya.


"Telpon dari siapa," tanya Jhony dengan sedikit merik kearah Melly.


"Hii ...kepo," balas Melly.


Seketika Jhony terbahak-terbahak ketika nama Lina yang muncul disana.


"Jadi, Lina yang kamu maksud tadi cowok yang kamu tungguin itu!, Jangan-jangan selama ini kamu semangka makan semangka ya!," ucap Jhony lalu meletakkan hanphone Melly di depan stir mobilnya sambil tertawa terbahak-bahak.


"Apaan si kura-kura ninja!, kembaliin gak handpone Aku!," ucap Melly sedikit melotot.


"Gak.....," tolak Jhony tanpa melihat kearah Melly karna sedang menyetir mobil.


Tidak lama kemudian handpone Melly kembali berdering setelah sebelumnya terputus karna Jhony merampasnya dari tanganya.


Jhony kembali mengambil handpone Melly yang tadi dia letakan di depan stir mobil dan dari layar handpone tersebut kembali nama Lina muncul sedang memanggil.


"Iya ..hallo, ada keperluan apa kamu menelpone Melly!," ucap Jhony meletakkan kembali handpone Melly di kedapan stir mobilnya setelah sebelumnya dia menekan tombol pengeras suara dari handpone tersebut.


"Ini dengan siapa ya!, kenapa bisa handpone teman Aku ada bersama kamu?," tanya Lina dari ujung telpone.


"Aku Bosnya," Jawab Jhony singkat.


"Oh ..maaf, Aku tidak tahu!, Terus yang punya handpone di dimana!," tanya Lina lagi.


"Dia lagi kerja!. cepat katakan, ada keperluan apa kamu menelpon Melly?," tanya Jhony sedikit meninggikan suaranya.

__ADS_1


"Tolong tanya sama Melly, kalau Supimin pria yang mengejar-ngejarnya semasa sekolah dulu, sudah menungguinya di cafe bersama denganku," jawab Lina .


Jhony seketika menutup mulutnya sakin gelinya mendengar Lina menyebut nama Supimin.


Melly yang melihat Jhony menertawainya segera ingin mengambil handponenya yang berada depan Jhony.


Sekuat tenaga Melly mencoba mengambilnya tapi sekuat tenaga pula Jhony menghalangi.


Mereka berdua terus memperebutan handpone dalam mobil sehingga membuat mobil yang mereka tumpangi oleng kekiri dan kekanan.


Untung saja saat itu pengendara lain tidak ada yang lalu lalang di sana. Kalau ada sudah di pastikan kendaraan mereka pasti sudah bertabrakan dengan pengguna kendaraan lain.


Melly berhenti sejenak dan memutar pikiranya bagai mana cara merebut handponenya dari tangan Jhony.


Tiba-tiba Melly tersenyum dan sedikit mendekatkan wajahnya kearah Jhony.


"Kembaliin gak!," ucap Melly berbisik di telinga Jhony.


"Gak...!," balas Jhony singkat.


"Baiklah..!, Melly memegangi kepala Jhony dan sedikit menariknya hingga wajah mereka kini sudah saling berhadapan.


Dengan cepat Melly mencium bibir Jhony, tak hayal lagi Jhony yang mendapat serangan mendadak dari Melly membulatkan kedua bola matanya dan ngerem mendadak mobilnya sehingga mobil itu berhenti secara tiba-tiba.


Setelah mangsanya lengah Melly dengan gesit mengambil handponenya di depan stir mobil dan melepaskan ciumanya dari Jhony.


"Gimana enak bukan!, sekali lagi kamu menjailiku, maka bukan cuma seperti itu yang akan kamu terima dariku bahkan lebih dari itu," ucap Melly memplototkan matanya kearah Jhony untuk memberi efek jera pada pria itu.


Bukanya Jerah, Jhony malah membalas memegangi kepala Melly dan mengulangi sekali lagi apa yang mereka lakukan barusan tapi kali ini durasinya lumayan lama sehinggan membuat Melly sedikit ke habis nafas.


"Umm...lepasin....." Melly dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Jhony hingga terpental di dinding mobil.


"Enak bukan!, ucap Jhony membalas ucapan Melly tadi sambil melap mulutnya dengan telapak tanganya.


"Hii...ii....Kamu menyebalkan sekali! kamu telah kuberikan ciuman pertamaku!, tapi kenapa kamu malah merenggut ciuman keduaku juga," ucap Melly memukul Jhony menggunakan tas kecilnya.


"Harusnya Aku yang protes seperti itu! karna kamu telah mengambil keperjakaan dari bibir seorang Jhony." balas Jhony tidak mau kalah.


"Wee...merebut perjaka apa!, kalian berdua sedang melakukan apa sana?," teriak Lina dari dalam handpone.


Melly tergesah-gesah mematikan handponenya dan memasukkan kembali kedalam tasnya.


Tidak lama kemudia, kembali mobil mereka berjalan tanpa ada satu katapun keluar dari mulut keduanya, sampai mobil yang mereka tumpangi sudah masuk ke dalam area perusahaan DYANA grup.


đŸ‘‰terus beri like, coment ,vote dan rate bintang lima ya ...makasih.

__ADS_1


__ADS_2