
Jhony kembali ke pembaringan setelah beberapa kali menggedor pintu kamar mandi tapi tetap saja tidak dibukakan oleh Melly.
Setelah duduk kembali di atas pembaringan sambil menyandarkan pundaknya di badan tempat tidur serta menyilang kedua kakinya diatas sana.
Jhony untuk kedua kalinya merogoh saku celananya dan mengeluarkan handponenya dari dalam sana.
Jhony kembali menghubungi Nina dan menyuruhnya untuk membawa pakaian sesuai dengan ukuran yang telah Melly katakan padanya tadi.
Hampir sudah lima belas menit Jhony duduk diatas pembaringan, setelah memutuskan panggilanya dengan Nina. Dan tiba-tiba pintu ruanga itu diketuk oleh seseorang dari luar ruangan.
"Masuk." ucap Jhony sedikit mengeraskan suaranya.
Tidak lama setelah Jhony berucap seperti itu, tampak seorang perempuan membuka pintu dari luar sana sambil menenteng sebuah kantong plastik berisi pakaian.
"Permisi Tuan, Maaf kalau Saya sedikit mengganggu kegiatan Anda. Saya kesini membawa pakaian sesuai dengan pesanan Anda tadi." ucap Nina sambil meletakkan kantong plastik yang bawaannya keatas nakas di samping tempat tidur dimana Jhony sedang menyandarkan tubuhnya disana.
"Terima kasih Nina!. Ngomong-ngomong bagaimana hasil peluncuran produk baru kita!, dan apa tanggapan para konsumen dengan produk kita itu?," ucap Jhony sambil menatap kearah Nina.
"Maaf Tuan, Saya sampai lupa mengabari pada Anda sakin sibuknya mengurus produk kita itu. Produk baru perusuhaan kita trending topic pagi ini. Permintaan konsumen melonjak naik sampai-sampai kita kewalahan dalam mencukupi permintaan mereka. Dan tidak kalah mengejutkanya lagi, Aksi Melly saat menghajar penyusup waktu itu di acara pembukaan produk baru kita juga menjadi trending topik di You tube dan seluruh media sosial lainnya, sampai-sampai mengalahkan ketenaran ' BLACK PINK" hebat bukan?," tanya Nina begitu antusias.
Jhony tidak menjawab sama sekali, dia malah tersenyum sambil membayangkan aksi Melly kala itu yang mirip seokor kucing sedang menghajar seorang manusia.
Melihat Tuanya senyum- senyum sendiri Nina mengerutkan dahinya.
"Ada apa dengan Tuan Jhony!, kenapa dia senyum-senyum sendiri atau Jangan-jangan otaknya mulai bergeser gara-gara terkena belati saat acara itu?," ucap Nina sedikit pelan tapi masih di tangkap jelas oleh daun telinga Jhony.
"Apa katamu?, Kamu mengumpatku secara diam diam ya!" bentak Jhony sambil melototkan matanya kearah Nina.
Seketika itu juga tubuh Nina bergetar lantaran takutnya melihat Jhony melotot matanya padanya.
"Ee...e... Mana Saya berani seperti itu Tuan!," Nina terbata-bata lalu menundukkan kepalanya.
" Kamu pandai sekali berbohong!, sekali lagi kamu mengumpatku diam-diam maka, Gajimu akan Aku potong lima puluh persenya perbulanya.Paham." Ancam Jhony.
Sementara itu, Melly yang sedari tadi mengintip mereka dari dalam bilik kamar mandi sedikit mendekatkan telinganya di selah-selah daun pintu.
__ADS_1
Melly begitu penasaran dengan apa yang mereka berdua perbincangkan, di tambah lagi setelah Melliy samar-samar mendengar Nina menyebut nama "BLACK PINK" favorite, Jiwa keponya makin menggebu-gebu.
Melly terus saja mengintai dan mendengar perbincangan Jhony dan Nina. Sesekali Melly mengeluarkan kepalanya saat suara mereka berdua terdengar samar-samar karna jarak mereka sedikit berjauhan.
"Tolong jangan lakukan itu Tuan!, Saya janji, Saya tidak akan melakukan itu lagi pada Anda." ucap Nina sambil mengatupkan kedua tanganya di depan dada dan diiringi dengan wajah memelas.
"Bagus, Sekarang kamu pulanglah ke perusahaan dan berikan kabar padaku setiap lima belas menit mengenai keadaan perusahaan dan juga produk baru kita itu." perintah Jhony pada Nina.
"Baik Tuan!, Aku akan memberikan laporan sesuai dengan keinginan Anda. Kalau begitu Saya permisi dulu!," Nina berbalik dan melangkah ke arah pintu keluar ruangan itu.
Setelah kepergian Nina, Jhony kembali memperbaiki posisi duduknya dan mengambil handponenya yang sedari tadi dia letakkan begitu saja diatas pembaringan.
Tapi belum juga Jhony menyalakan handponenya itu, tiba-tiba matanya menangkap sosok Melly yang masih mengintip dari selah-selah daun pintu yang segaja dia buka sedikit.
Jhony kembali tersenyum, Entah pikiran kotor apa lagi yang ada di pikiran pria tampan itu untuk mengerjai Melly.
"Keluarlah!... Jangan seperti kucing yang sedang mengintai ikan goreng saat majikanya sudah tidak berada di dapur" ucap Jhony santai tanpa memandang kearah kamar mandi karena pura-pura sibuk dengan handponya padahal layarnya tidak menyala sama sekali.
Seketika Melly melotot....
Melly keluar dari bilik kamar mandi dan berjalan menuju kearah dapur agar dirinya tidak bertatap muka dengan Jhony.
Tapi belum juga Melly sampai di dapur, Jhony sudah menegurnya.
"Kamu mau kemana...?" bantak Jhony
Seketika langkah kaki Melly terhenti, dan meremas-remasi kedua jarinya saling bergantian sakin gugupnya.
"Mau masak.." jawab Melly asal.
"Woy.... jangan berbohong. Disitu tidak ada beras, sayur ataupun apa-apa yang bisa di masak. Semua kebutuhan makanan disini sudah disediakan oleh pihak rumah sakit, jadi tinggal pesaan aja, cepat kemari" bentak lagi Jhony sambil menatap Melly yang sedang membelakanginya saat itu.
Melly segera berbalik dan menunduk lalu melangkah kearah pembaringan dimana Jhony sedang berada disana sambil terus memandangnya.
"Cepat duduk," perintah Jhony.
Tanpa bisa berkata apa-apa lagi, Melly langsung menuruti perintah Jhony dan duduk diatas kursi samping pembaringan.
__ADS_1
Jhony mengambil kantongan plastik diatas nakas dan meletakan diatas pangkuanya. Jhony membuka kantong pastik tersebut dan mengeluarkan isinya satu -persatu.
"Ambil ini." ucap Jhony menyodorkan sebuah celana Jeans kearah Melly.
Dengan cekatan Melly mengambilnya tapi masih sedikit menunduk.
"Nich lagi...." ucap Jhony kembali menyodorkan baju kaos ke pada Melly.
Kembali Melly dengan cekatan merampas dari tangan Jhony.
Jhony kemudian mengeluarkan benda yang sangat aneh baginya. Lama Jhony menatapi benda tersebut sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Ini kok lain dari pada yang lain dan kenapapula bentuknya menyerupai piramida kembar pada jaman mesir kuno!," ucap Jhony sambil terus menatapi benda yang ada di tanganya dan sesekali dia menusuk-nusuk benda tersebut dengan jari telunjuknya.
Melly yang sedari tadi hanya tertunduk, sedikit-demi sedikit mengangkat kepalaanya karna sakin penasaranya ingin melihat apa yang di maksud oleh Jhony.
Dan Alangkah kangetnya Melly ketika melihat benda yang sedang dimaini oleh Jhony itu.
Melly secepat kilat merampas benda teresbut dari tangan Jhony.
"Kenapa kamu mesum sekali," ucap Melly marah-marah pada Jhony.
"Siapa juga yang mesum, Aku kan cuman penasaran," kilah Jhony tidak mau kalah.
"Dasar bos Aneh." ucap Melly sambil berdiri dan melangkah kearah kamar mandi.
Seperti sebelum-sebelumnya, belum juga Melly sampai di pintu kamar mandi, Jhony kembali tertawa terbahak-bahak hinggan mau tidak mau, Melly terpaksa membalikkan tubuhnya lagi.
"Berubah SATRIA BAJA HITAM RX" aksi Jhony sambil sedikit mengankat tangan kananya keudara.
"Jhony ......" teriak Melly sambil berlari kearah pembaringan dan mendekat kearah Jhony untuk melepas celana dalam yang sudah di masukkan Jhony ke dalam kepalanya menyerupai topeng Satria baja hitam.
Hampir lima menit mereka saling berebut celana dalam, hingga Melly sudah tidak sadar lagi kalau dirinya sudah berada diatas tubuh Jhony.
"Astaga kalian sedang apa?," teriak seorang perempuan dari arah pintu sambil menutup melutnya.
👉 maaf kalau kalian pada nunggu ..kemarin Author sibut bangat maaf ya.....
__ADS_1