
Rita mengeryitkan dahinya menatap ketiga perempuan yang mirip cabe-cabean saling berbisik dan saling memplototkan mata satu dengan yang lain.
"Woy, disini bukan tempat ngegosip atau membahas masalah kewanitaan. Kalau kalian bertiga sudah takut, bilang saja supaya Aku tidak repot-repot lagi untuk menghabisi kalian bertiga," bentak Rita pada Melly, Lina, dan juga Gisel.
"Jah ...ha ...ha..ha," sontak membuat ketiganya ketawa hingga membuat Rita naik pitam.
"Dasar perempuan-perempuan lemah.Rasakan ini," Rita tiba-tiba menyerang Melly dan dua sahabatnya.
Dengan gesit Melly, Gisel dan Lina menghindar dan mengelilingi Rita.
Pertempuran pun terjadi. Rita menyerang Melly membabi buta, tapi dia tidak sadar kalau kedua temanya menyerangnya dari arah samping kiri dan kanan. Gisel menyerang arah kiri sedangkan Lina menyerang di sebelah kanan.
Tendangan dan pukulan Gisel dan Lina sering kali mengenai tubuh perempuan berpostur tubuh pria itu, Tapi anehnya, Rita sama sekali tidak merasakan sesuatu.
"Benar katamu Lin, perempuan ini bagaikan wonder women," Gisel menghentikan sesat seranganya.
"Iya, Serang terus dan cari titik kelemahanya selain yang ku katakan tadi," Lina tanpa menghentikan seranganya pada Rita.
Karena sasaran pukulanya belum tembus pada Melly, tiba-tiba saja Rita berbalik dan Menyerang Gisel dan Lina.
"Rasakan ini," sebuah tendangan putar dari Rita mengenai bahu kiri milik Gisel begitu pula dengan Lina.
Kedua perempuan cantik itu sontak terpental dan hampir terjatuh adai saja mereka berdua tidak mempersiapkan kuda-kuda mereka dengan baik.
Tapi tanpa dia sadari Melly tiba tiba berdiri di belakangnya dan menjambak rambut pendeknya.
"Awouuu.....Lepasin rambutku b4j1ngan atau kamu akan menyesal sudah melakukan ini padaku," Rita mencoba meronta tapi Melly menjambak rambut perempuat itu dengan sangat keras.
Makin Rita meronta, semakin keras pula Melly menjambaki rambutnya.
"Ini balasanya kalau kamu berani menyakiti sahabatku," ujar Melly.
Lama Rita di perlakukan seperti itu oleh Melly hingga perempuan itu tiba-tiba memutar badanya dan memberi tendangan kearah perut Melly.
__ADS_1
Melly terlempar jauh hingga menabrak tembok.
"Nak!," Pandu berlari mendekati Melly yang saat itu sudah jatuh diatas lantai.
"Nak apa kamu baik-baik saja?," tanya pandu sambil membantu Melly untuk berdiri.
:Aku baik-baik saja Ayah, Ayah tidak usah terlalu kuatir seperti itu," Melly mencoba bangkit sembari memegangi perutnya.
"Rasakan itu," ucap Rita sembari memperbaiki tatanan rambutnya.
"Lina, kita sudah menemukan dua titik kelemahan wonder boy ini. Jadi, kamu serang titik kelemahan pertamanya sedangkan Aku serang titik kelemahan yang keduanya," ujar Gisel tanpa memandan kearah Lina.
"Aku tidak mau ah, Memukul.itunya sama aja memukul punyaku sendiri," tolak Lina sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hii...kau ini, Cepat lakukan atau kamu ingin mati konyol di tangannya," bentak Gisel pada Lina.
"Iya bawel, Ayo mulai," Lina berlari kencang dan menyerang Rita di bagian P4yu d4r4nya.
Kini terlihat Rita begitu kewalahan untuk menghindar. Dia seperti kehilangan kekuatan saat Gisel dan Lina menyerang mahkota kewanitaanya.
"Kurang ajar, kenapa sampai mereka berdua ini menyerang benda berhargaku. Kalau begini terus Aku bisa kalah.," Rita mencoba menghindar tapi sayang terlambat.
Sebuah pukulan keras di layangkan Lina tepat di kedua masa depanya.
Seketika itu juga Rita menunduk dan meringis sembari memegangi kedua gunung kembarnya.
"Aduh....," belum juga tubunya di tegakkan sebuah tendangan keras mengenai kepalanya hingga untuk yang kedua kalinya Rita harus menunduk dan kembali meringis.
Shinta yang melihat kejadian itu seketika terbelalak. Dia tidak percaya kalau kedua perempuan yang postur tubuhnya dua kali lipat dari tubuh Rita bisa membuat Rita meringis kesakitan.
"Rita, kenapa kamu lemah sekali. Hanya menghadapi kedua cabe-cabean itu kamu sampai kewalahan bahkan membuat kamu meringis seperti kerbau yang habis di gorok lehernya. Hilang kemana kemampuanmu selama ini yang kamu bilang pernah menjuarai sebuah pertandingan di luar negeri," bentak Shinta sembari mendekat kearah Rita.
Kata-kata Shinta membuat Rita begitu panas. Wajahnya seketika memerah menatap kearah Gisel dan juga Lina.
__ADS_1
"Anda mau lihat pertarungan sesungguhnya. Baik akan Aku perlihatkan pada Nyonya," Rita membuka baju luarnya hingga menyisahkan baju kensi berwarna hitam.
Rita mengunci badanya sehingga tampak otot-ototnya keluar dari lengan sampai pergelangan tanganya
"Haaaaaa......." Teriak Rita hingga pertarungan Aldo, Jhony dan keempat anak buah Shinta berhenti sejenak menatap kearah Rita.
"Astaga, itu perempuan apa laki shi!, kenapa badanya bisa sekekar itu. Apa ketiga srikandi itu bisa mengalahkanya?," ujar Aldo pada Jhony.
"Kalau dilihat dari gayanya dia itu perempuan tapi tidak tahu deh isi dalamnya. Kalau kamu penasaran coba kamu periksa sendiri," balas Jhony santai tanpa menatap Aldo.
Pluck.....sebuah pukulan keras dilayangkan Aldo pada bahu Jhony.
Bukanya meringis, Jhony malah tertawa.
"Aku yakin ketiga sailormon itu pasti bisa menaklukanya. Kalau begitu kita taklukan dulu ke empat orang ini baru kita membantu mereka.
Aldo mengangguk.
"Hay ..kalian coba lihat ini,"
Pluck....
Jhony dan Aldo mendaratkan pukulanya kearah 4 anak buah Shinta yang saat itu masih terkesima melihat perubahan tubuh Rita.
Kembali pertarungan pun berlangsung diantara mereka berenam.
Cerita MELLY DAN JHONY MUNGKIN 3 SAMPAI 5 BAB LAGI JADI HARAP KAKAK2 SABAR MENANTI BIARKAN AUTHOR BERPIKIR UNTUK ENDING TERBAIKNYA..
KABAR GEMBIRANYA MALAM INI AUTHOR AKAN UPLOAD CERITA PERDANA RINDU YANG DULUNYA ADA DI APK *** DENGAN JUDUL" KUJUAL PERAWANKU DEMI NENEK"
DI YOUTUBE BERGANTI " RINDU SAYANG, RINDU YANG MALANG" MAMPIR YA EPISODE PERTAMA SEBENARNYA SUDAH EPISODE 25 TAPI AUTHOR CICIL KARENA BIKIN VIDEONYA RUMIT.... MAMPIR YA TERIMA KASIH.
__ADS_1