MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
21. SECOND


__ADS_3

Sakin asyiknya saling berkejar-kejaran Melly tiba-tiba menabrak tubuh seseorang sehingga sang punya tubuh terjatuh lalu meringis.


"Aduh......"


"Gin kamu tidak apa-apa" ucap kedua temanya.


Melly yang melihat gadis yang dia tabraknya tadi terjatuh diatas lantai segera menunduk dan memegangi pundak gadis itu.


"Maaf, Aku betul-betul tidak segaja!, mari Aku bantu Nona untuk berdiri." ucap Melly dengan nada menyesal dan mencoba mengangkat tubuh gadis itu dari atas lantai.


Tapi sayang, bukan balasa terima kasih yang Melly terima malah perlakuan kasar yang di berikan gadis itu padanya.


"Hah ...Kamu lagi! ucap gadis itu lalu menepis tangan Melly dengan kasar.


Melly hanya mengeryitkan dahinya. Entah dia heran karena tepisan kasar tangan si gadis atau kata 'Kamu lagi' yang di lontarkan oleh gadis itu padanya.


"Nila, Yuri bantu Aku untuk berdiri, kenapa kalian berdua diam saja seperti patung disitu." bentak gadis itu terhadap kedua temanya.


Dengan cekatan kedua gadis yang disebut namanya tadi segera mengankat tubuh si gadis dari atas lantai.

__ADS_1


Setelah semuany berdiri, si gadis tadi mendekati Melly dan mendorong bahunya sedikit kasar sehingga Melly sedikit terdorong satu langkah ke belakang.


"Hay ...kamu jangan terlalu kasar dong!." ucap Lina sedikit maju mendekat kearah Melly dan berdiri tepat di samping kirinya.


"Kamu jangan ikut camput tukang ojek." bentak si gadis itu pada Lina sambil menunjuk kearah wajahnya.


"Ih...benar-benar ya." ucap Lina dengan memplototkan matanya lalu membunyikan rahangnya secara bergantian.


Lina ingin sekali memberi pelajaran pada gadis itu tapi Melly mencegahnya


"Kamu masih ingat siapa Aku bukan?." tanya gadis itu pada Melly.


Dan akhirnya, Melly hanya menggeleng- gelengkankan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan gadis.


"Baiklah akan kuingatkan kembali pada IQ rendahmu itu. Apa kamu masih ingat pencarian bakat yang di adakan oleh perusahaan A&J beberapa waktu silam?.Waktu itu Kamu bersama dengan si pelakor yang tidak tahu malu itu. Kalau tidak salah namanya Gisel." ucap gadis itu sambil memplotokan matanya ke arah Melly.


Kembali Melly memutar otaknya dan mulai ada titik terang mengenai gadis yang ada di hadapanya saat ini.


"Oh....Gina. Perempuan buangan Tuan Aldo bukan!. Upss maaf 'second' ha ..ha ..ha" ucap Melly sambil tertawa membuat Lina yang ada di sampingnya ikut menertawai Gina.

__ADS_1


"Kau....." Gina begitu geram mendegar Melly menyebutnya 'second''.


Gina mencoba maju ingin memukul Melly tapi dengan cepat Lina menghalanginya dan mendorongnya hingga dia hampir terjatuh. Untung kedua temanya dengan sigap menangkapnya, kalau tidak mungkin dia sudah terjatuh untuk kedua kalinya.


"Woy ...Kalian jangan kasar seperti itu dengan teman kami." bentak Nila sambil memegangi tubuh Gina.


"Kami tidak akan kasar seandainya teman kamu itu tidak mulai kasar pada kami terlebih dulu." balas Lina sambil berkacak pinggang.


"Benar-benar ya! kalian memang tiga perempuan bar-bar yang perna Aku temui" ucap Gina lalu mencoba berdiri seperti sedia kala.


Tidak lama kemudian, pintu ruangan Audisi terbuka. Seorang permpuan cantik keluar dari sana dan berdiri pas di depan pintu.


"Perhatian semua!, bagi lima peserta Audisi yang lolos segera masuk untuk melakukan tes berikutnya."


"Awas saja kalian berdua!. ini semua belum selesai. Ayo Yuri, Nila kita masuk tinggalkan kedua peremuan bar-bar ini." ajak Gina pada kedua temanya.


Setelah kepergian Gina dan dua sahabatnya masuk kedalam ruang audisi. Melly juga ikut


masuk setelah sebelumnya berpaminatan dengan Lina.

__ADS_1


đŸ‘‰terus beri dukunganya dengan cara like, coment dan vote ..terima kasih.


__ADS_2