
Melly terus mencari kalung seperti yang selama ini dia impi-impikan, hingga matanya tertuju di sebuah kalung cantik dengan liontin berbentuk hati.
"Akhirnya Aku menemukanmu!," Melly tersenyum sambil membelai kaca lemari perhiasan tersebut.
"Ada apa ini, kok senyum-senyum sendiri," ucap Jessy sambil tersenyum mendekat kearah Melly.
"Ihh..kamu ini bikin kaget saja," Melly sedikit mengangkat kepalanya lalu menatap kearah Jessy.
"Habisnya kamu tersenyum-senyum sendiri mirip orang yang lagi kesurupan," balas Jessy.
"Apaan si!, Jess, boleh tidak Aku lihat yang itu!," Melly menunjuk kearah kalung dengan liontin berbentuk hati.
"Tentu saja boleh!, kamu tunggu sebentar," Jessy membuka daun pintu lemari perhiasan miliknya lalu kemudian mengeluarkan sebuah kalung cantik dengan liontin berbentuk hati yang di taburi berlian kecil di setiap sisinya.
Lama Jessy memperhatikan kalung yang ada di tanganya lalu kemudian mengangguk pelan.
"Kamu memang pintar memilih sesuatu yang indah Mell, ini benar-benar kalung yang cantik dan pas untuk gadis cantik sepertimu," Jessy terus mengankat kalung cantik itu dan pemperhatikan bentuk dan motifnya dengan seksama.
"Benarkah!," Melly sembari tersenyum.
Jessy mengangguk kemudian menyerahkan kalung tersebut kepada Melly.
Tapi belum juga kalung itu sampai ke tangan Melly, seseorang sudah merebutnya dengan kasar dari tangannya.
"Inilah kalung yang selama ini aku idam-idamkan! coba lihat mas Rudy, bantuknya simple dan terkesan mahal " ucap seorang perempuan parubaya menunjukkan kalung yang baru saja dia rampas dari tangan Jessy kepada suaminya sambil tersenyum.
"Iya, benar-benar kalung yang cantik, apa lagi jika kamu yang memakainya pasti akan terlihat lebih cantik lagi," balas Rudy sambari tertawa kecil.
Jessi hanya bisa melotot ketika perempuan itu dengan kasar merebut kalung dari tanganya, Lain halnya dengan Melly, gadis cantik itu begitu geram setelah melihat siapa dua orang yang sedang berdiri dihadapanya saat itu.
Dengan gesit Melly merebut kalung dari tangan perempuan parubaya tersebut.
"Maaf!, Aku yang pertama menemukanya jadi, kalung ini adalah milikku," ucap Melly sambil menggenggam kuat kalung yang baru saja dia rebut dari tangan perempuan parubaya itu.
Kedua manusia parubaya itu sontak terbelalak ketika melihat siapa yang berdiri di hadapanya.
__ADS_1
"Anak kurang ajar!, berani-beraninya kamu merampas kalung itu dari tanganku," bentak perempuan parubaya itu pada Melly.
"Maaf Nyonya Helena, Aku yang pertama menemukanya jadi, kalung ini adalah milikku. Iyakan Jess?," ucap Melly sambil menatap kearah Jessy.
"Benar tante Helena, Nona inilah yang pertama menemukanya, jadi otomatis kalung itu telah menjadi miliknya," ucap Jessy membenarkan ucapan Melly.
"Jessy kamu lebih membela orang lain di banding tantemu sendiri, hah!" bentak Helena pada Jessy.
"Maaf tante!, bisnis adalah bisnis, urusan keluarga di kesampingkan dulu," balas Jessy mencoba untuk tenang menghadapi Helena.
"Pokoknya kalung itu harus jadi milikku, Mas Rudy tolong rebut kembali kalung yang ada di tangan anak durhakamu itu," perintah perempuan parubaya itu pada suaminya.
Rudy sontak memplototkan matanya kepada Melly setelah mendapat perintah dari Helena.
"Berikan tidak!," ancam Rudy pada Melly.
"Tidak," balas Melly singat.
"Berani kamu sekarang pada orang tua!," kembali Rudy membentak Melly.
Mendengar ucapan Melly, Hellena langsung maju dan menarik baju Melly dengan kasar di bagian lengan.
"Kembalikan kataku!," bentak Helena sambil menarik kuat baju Melly hingga hampir saja robek.
Bukan namanya Melly kalau tidak Melawan. Melly memukul tangan Helena dengan keras sehingga perempuan parubaya itu meringis sakin kerasnya pukulan yang di beri Melly padanya.
"Awo......" Ringis Helena sambil mengusap tangan kananya menggunakan tangan kirinya.
"Melly kenapa kamu terlalu kasar pada orang tua," bentak Rudy mendekat kearah Melly.
Rudy melayangkan telapak tangannya kearah kewajah Melly tapi, belum juga sempat telapak tangan itu menyentuh wajah Melly sebuah tangan menangkap tangan Rudy dari arah depan.
"Kenapa Anda begitu kasar pada perempuan!," ucap Dirga sambil menghempaskan tangan Rudy dengan kasar.
"Siapa kamu!, kenapa kamu ikut campur urusan kami," bentak Rudy pada Dirga.
__ADS_1
"Anda tidak perlu tahu siapa Aku. Yang jelasnya Aku akan membela orang yang terzalimi seperti yang Anda lakukan pada gadis ini," balas Dirga sembari melipat kedua tanganya di depan dada.
"Kamu itu pahlawan kesiangan seperti Jhony. Melly Awas saja kamu nanti, semua ini belum berakhir. Ayo sayang kita pergi.," ucap Rudy menarik tangan Helena.
"Tapi mas, Aku mau kalung itu,"
"Kita cari di tempat lain saja," balas Rudy yang terus menarik tangan Helena dan melangkah menuju kearah pintu keluar.
Setelah kepergian Helena dan Rudy. Lina mendekat kearah Melly sambil mengelus pundaknya.
"Melly, kamu tidak apa-apa bukan?," ucap Lina dengan wajah sedikit kuatir pada sahabatnya itu.
"Tenang saja Lin, Aku tidak apa-apa kok!," balas Melly mencoba tersenyum.
"Melly kalau boleh tahu, ada hubungan apa kamu dengan tante Helena dan om Rudy itu!, Kalau Aku tidak salah dengar tadi, mereka menyebutmu anak durhaka?," tanya Jessy pada Melly.
Melly tidak langsung menjawab. Melly menarik nafas dalam-dalam dan menghempaskanya dengan sangat kasar.
"Rudy itu ayahku dan Helena adalah ibu tiriku," balas Melly dengan tatapan kosong.
"Apa!, Ayah dan Ibu tiri?," ucap Jessy, Dirga, Lina dan Rindu secara bersamaan.
"Terus kenapa mereka sekejam itu padamu?," tanya Jessy lagi sakin penasaranya.
"Ceritanya panjang, kapan-kapan aku ceritain ya!, BDW ada hubungan apa kamu dengan Helena?," tanya Melly balik pada Jessy.
"Dia itu saudara jauh dari Ayahku, sejak Ayah dan Ibuku meninggal dia sering datang kerumah dan terkadang membuatku jengkel. Tante Helena itu perempuan Arogant dan tidak tahu malu," Jawab Jessy.
"Berarti kita masih ada ikatan darah, soalnya Helena itu sepupuh dari Ibuku," ucap Melly.
"Iyahkah! oh..senangnya Aku dapat keluarga baru, cantik dan baik hati pula sepertimu," ucap Jessy memeluk Melly dari arah samping sambil menyandarkan kepalanya di bahu Melly.
"Lebay dhe,"ucap Melly sambil tertawa sehingga membuat yang lain ikut tertawa.
👉jangan lupa like, vote, comen ya teman-teman ..terima kasih.
__ADS_1