
Melly melangkah menuju pintu ruangan audisi lalu mengetuk tiga kali daun pintu ruangan tersebut sambil mengucap salam.
"Assalamualaikum" ucap Melly
"Wa'alakumussalam" balas seorang perempuan dalam ruang tersebut.
Tidak lama kemudian tampak gagang pintu ruangan itu sedikit berputar lalu, sedikit demi sedikit daun pintu pun ikut terbuka.
"Melly ya?." tanya seorang perempuan cantik pada Melly yang sedang membuka pintu.
"Betul Mba! Saya Melly." Jawab Melly sembari tersenyum.
"Oh ...iya!, silakan masuk, para dewan juri sudah menunggumu didalam.' ucap perempuan cantik itu lalu mempersilahkan Melly untuk masuk.
Melly mengangguk kemudian melangkah menuju sebuah meja panjang dimana disana sedang duduk lima dewan juri dan empat peserta yang saling berhadapan.
Setelah Melly tiba di sana seorang dari dewan Juri mempersilahkanya untuk duduk.
Melly menarik sedikit kursi kosong yang ada disana lalu duduk berhadapan dengan dewan juri yang tadi mempersilahkanya untuk duduk.
Tidak lama kemudian tes pertama pun dimulai. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh dewan juri dengan mudah Melly jawab. Begitu pun halnya dengan peserta lain yang tak kalah hebatnya dengan Melly, hingga para dewan juri jadi bingung sendiri siapa yang bakalan jadi pemenang.
Setelah tas pertama selesai, berlanjut ke tes kedua yaitu peragaan busana. Setiap peserta diwajibkan memilih kostum yang sudah disiapkan oleh pihak panitia dalam ruang ganti.
Trio rubah yang tak lain adalah Gina, Yuri dan Nila terlebih dulu melangkah menuju ruang ganti untuk memilih kostum.
Setelah ke tiga trio rubah itu keluar dalam sana, kini giliran Melly dan seorang lagi perempuan cantik masuk ke dalam ruang itu.
Kedua perempuan cantik itu terbelalak seketika melihat isi dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Semua pakaian yang ada di dalam ruang ganti sudah Gina dan kedua temanya obrak-abrik sebelum mereka keluar dari dalam sana.
Mau tidak mau Melly dan satu peserta lain yang di ketahui namanya Jessy terpaksa menerima sisa-sisa kekejaman dari trio rubah itu.
Pakaian berserakan sana sini.
Ada beberapa buah pakaian mereka injak sehingga meninggalkan bekas sepatu mereka disana ada pula pakaian yang lenganya sengaja mereka robek.
Gina, Nila, dan Yuri segaja melakukan itu supaya kedua saingan mereka cepat gugur dengan demikian secara otomanis salah satu diantara mereka beriga itulah yang akan jadi pemenangnya.
"Mell....gimana nich!. masa kita pake baju kayak gini di depan dewan Juri." ucap Jessy sambil mengusap-usap noda sepatu pada gaun yang dia pegang.
"Pakai ada yang ada yang penting sopan!. Tuhan itu tidak buta Jess! Dia akan membela orang-orang yang terzalimìn." ucap Melly sambil mengusap punggung Jessy.
"Makasi Melly! Aku sangat senang bisa mengenal orang sepertimu." balas Jessy sambil tersenyum manis
Tidak beberapa lama kemudian kedua perempuan cantik itu keluar dari ruangan itu.
"Rasaain loe!, makanya jangan macam-macam dengan kami." ucap Gina berbisik di telinga Melly.
Melly tidak menjawab dia hanya tersenyum lalu melangkah ke tempat duduknya semula.
Melihat kostum yang di gunakan oleh Melly dan Jessy para dewan juri hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Melly dan kamu Jessy, kenapa kalian berdua memilih kostum yang tidak mencerminkan kostum seorang model. Coba lihat, noda pada kostum yang kalian kenakan itu sungguh jauh dari kesan glamaur dan mewah. Sebenarnya Kalian berdua ini serius gak si mengikuti perlombaan ini!. Kalau kalian berdua tidak sanggup atau sudah menyerah, kalian berdua boleh keluar. Pintu terbuka lebar untuk kalian." ucap seorang perempuan parubaya dengan kacamata tebal memarahi Melly dan Jessy.
"Maaf sebelumnya ibu dewan juri! sebenarnya kami berdua ingin juga memakai pakaian yang layak seperti yang mereka bertiga kenakan. Tapi sayangnya, semua pakaian yang ada di dalam ruang ganti sudah mereka bertiga obrak-abrik, terpaksa kami berdua harus memakai pakaian seadanya asal masih layak dan tentunya sopan di depan kalian para dewan juri." Jawab Melly sambil memandang kearah Gina dan kedua temanya.
Wajah Gina, Yuri dan Nila tiba-tiba berubah menjadi pucat, setelah Melly memaparkan semua kejadian dalam ruang ganti kepada para dewan juri yang ada dalam ruangan itu. Prediksi mereka beriga benar- benar salah memilih lawan kali ini.
__ADS_1
"Gina, Nila, dan Kau Yuri! Apa benar yang di ucapkan Melly barusan!, kalau kalian bertiga telah mengobrak-abrik semua isi dalam ruang ganti itu?." ucap Ibu dewan juri kepada ketiga trio rubah itu lalu menunjuk kearah ruang ganti.
"Ee....anu.....Ee..anu!." ucap ketiganya yang sudah tidak tahu harus menjawab apa.
"Ee..anu..Ee..anu apa!. Fenny coba kamu lihat kedalam ruang ganti. Dan pastikan benar-benar apa yang di ucapkan Melly tadi mengenai kelakuan ketiga orang ini." perintah Ibu berkaca mata itu pada seorang dewan juri yang bernama Fenny.
"Baik Bu...." Fenny bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju ruang ganti.
Tidak lama kemudian Fanny keluar dari dalam ruangan itu dan membawa beberapa pakaian yang di penuhi dengan noda bekas sepatu serta beberapa sayatan silet pada lengan pakaian tersebut.
Melly dan Jessy saling memandang lalu tersenyum. Sementara Gina dan kedua temanya hanya menunduk tak tahu harus berbuat apa.
"Gina, Nila dan kamu Yuri. Apa semua ini ulah dari kalian bertiga?." tanya Ibu yang berkacamata tadi sambil mengangkat beberapa pakaian yang sebelumnya sudah di letakkan Fanny di depanya.
Gina, Nila dan Yuri tidak menjawab sama sekali mereka hanya menunduk dan tidak tahu harus menjawab apa.
"Oke! kalau kalian bertiga tidak menjawab berarti kalian benar-benar pelakunya. Mulai sekarang kalian bertiga kami nyatakan gugur dalam perlombaan ini, dan sebagai hukuman dari curang kalian, Maka, kami sebagai dewan juri memastikan kalau kalian bertiga ini tidak akan bisa lagi mengikuti perlombaan yang di selenggarakan di kota ini. Nama kalian bertiga akan kami 'blacklist' pada setiap perlombaan yang ada di adakan kota ini. .paham!." ucap Ibu berkacamata itu dengan tegas pada Gina dan kedua temanya.
"Tapi ..Bu!." ucap Gina, Nila dan jugaYuri bersamaan sambil mengangkat wajahnya.
"Tidak ada tapi-tapian. Kalaian harus menerima konsekuensi dari perbuatan yang kalian lakukan. Sekarang kalian bertiga keluarlah dari dalam ruangan ini karna kami akan melanjutkan perlombaan tanpa ada kalian bertiga lagi disini." ucap Ibu berkacamata itu lagi dengan mata melotot.
"Tolonglah Bu! Berikan kami kesempatan satu kali lagi. Kami bertiga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi." ucap Gina memehon sambil memegang tangan Ibu itu.
"Cepat keluar!, atau pak satpam akan menyeret paksa kalian keluar dari sini!." bentak ibu berkacamata itu sambil menepis tangan Gina lalu menunjuk kearah pintu keluar.
Melihat kemarahan orang yang ada di depanya. Gina, Nila dan Yuri terpaksa berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju pintu keluar.
Mata ketiga trio rubah itu tidak henti- hentinya memandang tajam ke arah Melly.
__ADS_1
Dari sorot mata ketiga perempuan itu, tampak ada dendam begitu mendalam pada Melly.
👉terus beri like, coment juga votenya ya ...terima kasih.