MELLY DAN JHONY

MELLY DAN JHONY
106. MALAM PERTAMA.


__ADS_3

Melly yang baru saja melakukan ritual mandinya segera memakai handuk yang sudah ada dalam bilik kecil itu.


Melly keluar dengan hanya berbalutkan handuk setinggi dada dan sebatas paha.


Melly melangkah tanpa menyadari kalau dua mata bak Elang sudah mengawasinya sedari tadi di sana.


Melly menuju kearah meja rias dan menyisir rambut panjanya dan tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluknya dengan sangat erat dari arah belakang.


"Sayang kamu sungguh-menggodaku," Jhony dengan mata memerah menahan sesuatu.


Mata Melly segera melotot melihat perubahan wajah Jhony dari dalam cermin.


"Baban, Apa yang kamu lakukan ini?," Melly sedikit merontah untuk melepaskan diri dari pelukan Jhony.


"Kamu sudah sungguh cantik sayang,


"


"Iii kamu ini, mandilah dulu, badan kamu sudah sangat lengket dan bau keringat,"


"Mana ada bau keringat, baban itu pake farfum yang termahal yang pernah ada di dunia," Jhony masih melanjutkan aksinya kedaerah leher milik Melly.


"Humm......," Melly berbalik dan memplototkan matanya kearah Jhony.

__ADS_1


"Baiklah....baiklah Baban mandi, tapi setelah itu kita mainin kura-kura ya," ujar Jhony sambil mengatuki kepalanya.


"Iya, tapi ingat, jangan minum jamu yang di beri papa Hafid padamu,"


"Tapi sayang, Babang sudah meminumnya dua kali lebih banyak dari anjuran papa,"


"Baban.......," teriak Melly.


Mendengar Melly akan mengomel padanya Jhony segera berlari masuk kedalam kamar mandi.


Sementara jhony sedang melakukan ritual mandinya, Melly duduk di depan meja rias dan menyisir lembut rambut panjanya dan menatap lekat wajahnya dalam cermin.


"Ya ALLAH, bila malam ini adalah malam Aku akan menjadi istri sempurna dari suamiku makan permudahkanlah semuanya. Aku yakin Jhony akan menjadi iman yang terbaik bagiku dan akan menjadi Ayah yang baik bagi anak-anak kami kelak. Aamiin," Melly mengusap wajahnya dengan kedua telapak tanganya.


Tidak lama kemudian pintu kamar mandi sedikit demi sedikit mulai terbuka dan tampak dari sana Jhony keluar dengan menggunakan celana pendek dengan handuk kecil yang sengaja dia letakkan begitu sata diatas pundaknya.


Melly yang melihat itu seketika menutup wajahnya dan mengintip di selah-selah jari jemarinya.


Badan Jhony yang kekar dengan perut sixpeck membuat Melly tercengang. Ingin sekali perempuan cantik itu menyentuhnya tapi masih terhalang oleh rasa malu.


"Hay, kenapa kamu menutup wajahmu, bukalah karna semua yang ada pada diri baban ini adalah milikmu seutuhnya," Jhony dengan senyum yang sangat manis.


"Benarkah!," spontan Melly membuka kedua telapak tanganya yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Benar sayang!," Jhony mendekatkan dirinya pada Melly.


Melly mendekat dan menyapuh perut kotak-kotak Milik Jhony.


" Sayang, kamu sudah membelai bangunan bersusun-susun milik Baban," ucap Jhony masih tersenyum melihat Melly membelai perutnya.


Melly segera menarik selimut dan menutup tubuhnya seketika mendengar ada sesuatu yang patah dari bawah sana.


"Baban kok bisa patah sih," Melly yang menutup tubuhnya dengan selimut sambil mengitip dari dalam sana.


Jhony terbahak-bahan dengan meriam kunonya yang ikut bergoyang seakan-akan ikut menertawai Melly.


"Ha ..ha...ha, Sayang si kuat banget ngebornya na, ginikan hasilnya," Jhony memegangi perutnya menertawai si Melly.


Melly begitu malu mendengar ucapan Jhony hingga dirinya menutup seluruh tubuhnya tanpa terlihat sedikit pun.


Jhony segera mendekat dan membuka selimut Melly lalu kemudian mencium keningnya.


"Ini tidak apa-apa kok sayang besok Baban akan menyuruh pegawai hotel untuk menggantinya!. Ayo kita mandi sebelum tidur Badan tahu kamu pasti cape.


Melly hanya mengangguk, Setelah mendapat anggukan dari Melly Jhony segera mengangkat tubuh Melly, dan membawahnya menuju kearah kamar mandi.


Tidak lama kemudian sedikit demi sedikit pintu kamar mandi terbuka dan Melly keluar dari dalam sana sambil membopong tubuh kekar Jhony yang sudah tidak bertenaga lagi. Jhony dan Melly satu sama untuk malam pertama...

__ADS_1


__ADS_2