Menaklukkan Bos Killer

Menaklukkan Bos Killer
Istri bos


__ADS_3

Bilqis sangat lelah menghadapi hasrat suami yang tidak ada habisnya. Usai subuh tadi, ia pun kembali melayani Alex yang masih merajuk karena kecoa karet itu. Salah Bilqis juga yang terlambau bar – bar dan iseng. Ia meletakkan kecoa karet itu tepat di atas ranjang. Ketika Bilqis menemukan mainan karet itu di lantai, ia pun meletakkannya di atas ranjang. Se phobia itu, Alex dengan binatang kecil. Padahal biasanya Bilqis langsung menginjak binatang itu atau membuatnya tengkurap agar tidak bisa bangkit lagi.


Bilqis yang masih di dalam pelukan Alex, dengan pelan memindahkan tangan suaminya. perut Biilqis tiba – tiba mual.


“Hoek.” Bilqis menahan rasa mualnya hingga tak bersuara. Ia bergegas bangkit dan sedikit berlari menuju kamar mandi.


“Hoek.”


“Hoek.”


Kali ini perutnya benar – benar mual. Ia mencoba mengeluarkan isi perutnya. Namun, tidak ada makanan yang dikeluarkan karena Bilqis memang belum sempat makan. ia hanya meminum air putih saja sebelumnya.


Di atas ranjang, Alex meraba bagian sebelahnya yang terasa kosong.


“Sayang,” panggil Alex pada sang istri.


Tidak ada jawaban dari Bilqis. Hanya ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Alex pun segera bangkit dan memakai boxernya kembali. Ia berjalan menghampiri Bilqis.


“Sayang, kenapa?” tanya Alex dengan menekan mengusap lembut leher belakang Bilqis sembari memijatnya pelan.


Bilqis menggeleng. “Ngga tahu, perutku mual. Mungkin masuk angin. Sejak semalam, aku sudah mandi tiga kali dan itu gara – gara kamu.”


Alex tersenyum. “Lagian, siapa suruh semalam langsung mandi. Bersihkan saja, karena aku tidak mungkin melakukannya sekali.”


Bilqis mencibir dan memutar bola matanya malas. “Terus nanti mandi lagi.”


“Ish, berat banget ibadah sama suami.” Alex mengacak – acak rambut Bilqis.


Wanita itu masih belum menyadari yang terjadi pada tubuhnya. Bilqis yang terlampau cuek dan memiliki siklus periode yang tidak teratur, merasa bahwa ketidakteraturan datang bulan yang ia rasakan saat ini pun dianggapnya biasa.


“Atau jangan – jangan?”


Alex mencoba menebak. Ini bukan kali pertama ia memiliki istri. Dan, ini bukan kali pertama ia menemani istrinya muntah - muntah. walau memang ciri – ciri seperti ini juga bisa terjadi pada wanita yang tidak hamil, karena asam lambung tinggi juga dapat mengakibatkan mual – mual atau ketika orang menyebutnya dengan masuk angin. Kelelahan yang sangat juga dapat menimbulkan gejala ini.


“Jangan – jangan apa?” tanya Bilqis.


“Kamu hamil? Sepertinya bulan ini, masa periodemu tidak datang,” jawab Alex. “Bukannya harusnya masa periodemu datang dua minggu yang lalu?”


Bilqis tercengang. Sedetail itu Alex memperhatikan masa periodenya. Bahkan Alex hafal tanggal berapa waktu periode itu datang.


Bilqis menggeleng. “Ngga tahu. Lupa.”


“Aku aja ga inget kapan masa periodeku datang. Kamu yang ga datang bulan, malah inget,” sambung Bilqis tertawa.


Alex pun tertawa. “Ya inget dong. Karena itu juga menyangkut keberlangsungan hidup aku. Jatahku kan harus terpotong satu minggu.”


Bugh


Bilqis memukul lengan atas Alex dan Alex tertawa. Pria itu langsung memeluk istrinya dari belakang. Dengan gemas, ia memeluk erat tubuh mungil itu. Mereka berdiri tepat di depan cermin yang lengkap dengan marmer serta wastafel berbentuk bulat.


Alex menatap istrinya dari balik cermin itu. “Bagaimana jika di sini memang sudah ada buah cinta kita?”


Bilqis ikut menatap suaminy dari balik cermin itu. “Aku masih ga yakin. Walau Mba Mira, Tina, dan Saskia mengatakan hal yang sama.”


“Oh ya?” Alex membalikkan tubuh sang istri hingga mereka saling berhadapan.


Bilqis mengangguk. “Ya, saat direstoran kemarin aku juga mual mencium parfum Mba Mira yang menyengat.”


“Fix.”

__ADS_1


“Fix apa?” tanya Bilqis bingung dengan ekspresi Alex.


“Fix kamu hamil.”


“Ngga, aku Cuma masuk angin. Lagian baru kali ini aku mual. Kalau hamil itu, mualnya setiap pagi.”


“Sok tahu.” Alex mentoyor kening Bilqis. “Aku lebih tahu karena aku sudah memiliki Aurel.”


“Ck. Iya deh, yang udah berpengalaman.” Bilqis memilih meninggalkan suaminya.


“Hei, mau ke mana?” Alex langsung menarik lengan Bilqis.”


“Ke kamar Aurel.”


“Ngapain?” tanya Alex.


“Bangunin Aurel buat sekolah.”


“Telat. Ini udah jam berapa? Aurel udah berangkat tadi dan aku sengaja tidak membangunkanmu.”


“Mas jahat.” Bilqis merajuk. “Aku kan ingin mengantar Aurel ke sekolah. Kenapa sih ga bangunin aku?”


“Gimana mau bangunin kalau matanya merem terus.”


“Mas,” rengek Bilqis.


Alex pun tersenyum dan memeluk istrinya. Walau Bilqis bersikeras bahwa dirinya belum hamil, tapi firasat Alex mengatakan iya. Selain, ini bukan kali untuk Alex, ia juga merasa ada perubahan yang cukup berarti dengan sikap sang istri. Bilqis menjadi lebih sensitif, mudah menangis, dan sangat manaja. Hormon itu yang memang terjadi pada wanita yang sedang hamil.


“Baiklah, besok – besok Mas akan bangunkan kamu.”


“Besok – besok? Itu artinya bukan besok?” tanya Bilqis menyeringai.


“Ya, karena kemungkinan besok, aku ingin seperti ini lagi.”


Alex nyengir. Padahal ia tak sungguh – sungguh ketika mengatakan itu. ia hanya ingin melihat istrinya kesal dan merajuk. Setelah tanda – tanda ini, sepertinya Alex akan lebih berhati – hati dalam bercinta dan mengurangi frekuensi rutinitas aktifitas menyenangkan itu.


****


Tepat pukul sepuluh pagi, Bilqis sampai di depan rumah sang Ibu. Ia sengaja berangkat bersama suaminya dan memintanya mengantarkan ke rumah ini.


Mulai hari ini, Bilqis sudah dibebas tugaskan sebagai sekretaris. Namun, ia tetap melayani bosnya sebagai istri. Dan sesekali ia juga akan bertandang ke kantor untuk bertemu teman – temannya di sana atau membantu sang suami sebisanya, karena status Bilqis saat ini adalah istri Bos.


Alex sudah mendelegasikan tugas Bilqis pada orang lain yang menjabat sebagai sekretaris umum. Dan, Alex memang sudah tidak berminat mencari sekretaris pribadi lagi. Komunikasinya dengan bawahan hanya melalui Bima.


“Dah, Sayang. hati – hati ya,” kata Bilqis saat hendak membuka pintu mobil.


“Apa?” tanya Alex hanya ingin mendengar sang istri memanggilnya sayang.


“Hati – hati,” ucap Bilqis lagi.


“Bukan itu, kata yang terakhir tadi.”


“Tidak ada siaran ulang.”


“Ck. Pelit.”


Bilqis pun tertawa.


Lalu, ia melirik ke arah sopir baru yang bernama Anto. Seusia dengan Radit. Anto yang bekerja sebagai sopir operasional di kantor, kini ditugaskan menjadi sopir pribadinya dan keluarga, termasuk untuk menjemput dan mengantar ke mana pun istri dan anaknya pergi. Dengan firasat Alex tentang istrinya yang sedang berbadan dua, sepertinya Alex juga akan menambah jam kerja Anto, tentunya dengan bayaran akan dilebihkan.

__ADS_1


Alex ingin memastikan orang – orang yang ia sayang berada dalam pantauannya dengan benar.


Cup


Bilqis engecup bibir Alex sekilas, ketika sudah memastikan bahwa Anto tidak melihat mereka. “Love you, Sayang.”


Alex tersenyum lebar. Dengan suara samar, Bilqis menyatakan cinta lagi dan hal itu mampu membuat mood booster Alex meningkat.


Kemudian, Bilqis pun keluar dari mobil. Namun, saat ia hendak menutup pintu, Alex melambaikan tangan mengajak sang istri kembali mendekat.


“Apa?” tanya Bilqis yang kemudian mendekat dan menurut.


Cup


Alex mencium kening itu. “Love you too.”


Bilqis pun tersenyum.


“Salam buat Ibu. Maaf Mas ga turun.”


Bilqis mengangguk. “Iya, Ibu pasti ngerti. Nanti akan aku sampaikan salamnya.”


Wanita itu pun kembali berdiri dan hendak menutup lagi pintu mobil itu. tapi lagi – lagi Alex menahan.


“Ada apa?” tanya Bilqis. “Kalau ga jalan – jalan, nanti kamu terlambat, Mas.”


“Mumpung ingat. Kasih tahu Ibu, Mas sudah menarik tuntutan Ibu ke Papa dan nanti sore Papa bebas.”


“Apa? Kamu ga bilang aku?” tanya Bilqis kesal karena baru mendapat kabar ini sekarang.


“Maaf aku lupa,” jawab Alex tersenym melihat sang istri yang cemberut.


“Kalau begituan aja ga lupa,” gumam Bilqis yang didengar oleh Alex.


Alex pun tertawa. “Kalau itu beda.”


“Dasar! Udah sana jalan.”


Bilqis pun menutup pintu itu. Alex membuka jendela pintu yang ditutup Bilqis tadi. “Jangan cemberut, nanti aku ga bisa berangkat ke kantor.”


“Apa hubungannya?” tanya Bilqis.


“Gemas pengen cium kamu jadinya,” ledek Alex yang sengaja ingin membuat pipi Bilqis merona.


Dan benar saja, wanita itu masih saja malu jika dipuji atau digombali suaminya.


“Anto, cepet jalan!” pinta Bilqis pada sopir Alex.


Anto mematuhi perintah Bilqis dan segera melajukan kendaraan itu. Dari jendela itu, Alex hanya tersenyum seraya melambaikan tangan dan mengecup tangannya, lalu diberikan pada Bilqis.


“Dasar om mesum. Labil,” gumam Bilqis sembari tersenyum dan melangkahkan kakinya memasuki rumah.


Bilqis membuka pintu gerbang, di area pekarangan tidak tampak kendaraan terparkir satu pun. Sepertinya sang Ibu berada di rumah sendirian. Rencananya, ia akan menemani sang Ibu di sini hingga waktu Aurel pulang sekolah tiba. Anto akan menjemputnya lagi di sini dan mengantar ke sekolah Aurel.


“Eh, itu Bilqis kan?” tanya salah satu tetangga Bilqis yang dahulu sering memberi cibiran padanya yang tak pernah memiliki pacar atau didatangi pria saat malam minggu tiba.


“Iya, beda banget Mba Bilqis sekarang,” sahut tukang sayur yang saat ini gerobaknya berada tak jauh dari rumah Bilqis.


“Iya beda banget. Bilqis makin cantik,” sahut salah satu ibu – ibu di sana.

__ADS_1


“Ya, iyalah. Istri bos,” sahut salah satu ibu – ibu lagi.


Asti hanya cemberut. Ia iri dengan nasib Bilqis yang memiliki suami tajir melintir. Padahal menurutnya, anaknya jauh lebih cantik dari Bilqis.


__ADS_2