Menaklukkan Bos Killer

Menaklukkan Bos Killer
Cerita Laila dan Ridho part 3


__ADS_3

Ridho menunggu dokter obgyn datang. Ia khusus meminta dokter itu untuk menangani mantan kekasihnya. Ia juga sudah mengabari Laila dan mengatakan jika ia sedang menangani pasien kecelakaan. Ridho memang benar, ia tidak berbohong. Hanya saja, ia tidak mengatakan lebih detail lagi setelahnya.


Ridho memang tidak pernah lulang terlambat, apalagi sejak istrinya hamil dengan usia trimester tiga awal. Ia sangat senang saat mendapati kabar bahwa istrinya hamil. Oleh karena itu, ia berusaha untuk menjadi siaga. Malam itu, Ridho berkendara cukup cepat agar segera sampai di rumah, karena malam itu ia pulang terlambat untuk menangani pasien yang seharusnya ditangani oleh teman sejawatnya yang mendadak harus izin.


"Vini, bagaimana pasien itu?" tanya Ridho setelah menunggu Lenka operasi pengangkatan rahim selama lebih dari empat jam.


"Bagaimana putri saya?" Tiba - tiba suara wanita ikut bertanya. Dia adalah ibunya Lenka.


Ibu Lenka langsung menoleh ke arah Ridho dan memukulnya. "Ini karenamu. Kurang puas kau membuat putriku menderita, huh! Sekarang kau buat putriku cacat."


Ridho menggeleng. "Maafkan Ridho, Mam. Maaf."


Ridho cukup kenal dengan orang tua dan keluarga Lenka, karena saat mereka berpacaran, kedua orang tuanya pun mendukung dan tidak melarang.


"Kau tahu se frustrasi apa Lenka, saat kau menikah? Dia nyaris gila. Sekarang kau membuatnya menjadi gila lagi karena dia tidak sempurna sebagai seorang wanita. Mana ada pria yang akan mau dengan putriku sekarang."


Wanita yang biasa dipanggil Mami itu pun menangis. Di samping wanita itu ada pria yang mengelus punggungnya untuk bersabar.


"Papi, maafkan Ridho." Ridho berusaha meminta maaf pada kedua orang tua Lenka. Namun, pria itu tidak menjawab. Bahkan pria itu terlihat acuh.


"Papi," panggil Ridho lagi pada ayah Lenka.


"Apa maaf, bisa mengembalikan keadaan putriku?" tanya pria itu.


Ridho pun diam.


"Jika kau ingin bertanggung jawab pada Lenka, nikahi dia."


Ridho terkejut dengan permintaan Ibunya Lenka. Di tengah kekalutan dengan apa yang terjadi pada putrinya, Ibunda Lenka hanya berpikir siapa yang akan mau menerima kondisi putrinya nanti. Dan ini saatnya ia untuk meminta tanggung jawab dari Ridho. Ia yakin, putrinya pun akan senang.


"Ridho sudah menikah, Mam. Tidak bisa," jawab Ridho menggeleng.


"Kalau begitu, akan kami bawa kasus ini ke pengadilan."


"Pi, Ridho mohon. Istri Ridho sedang hamil. Ridho tidak bisa meninggalkannya."


"Kau egois, Dho." Ibu dan ayah Lenka pun kesal.

__ADS_1


"Baiklah, beri Ridhi waktu, Mam. Pi."


keesoka harinya, Ridho mendatangi Lenka. Wanita itu sudah mengetahui kondisinya. Lenka pun tengah menunggu jawaban Ridho.


"Lenka."


wanita itu menatap Ridho dengan penuh rindu. Ia sangat berharap bisa menjadi istri pria itu, walau hanya menjadi yang kedua.


"Mami sudah menceritakan semuanya," ucap Lenka saat Ridho mendekat.


"A-aku ..."


"Kamu tidak mau menikahiku?" tanya Lenka.


"Aku tidak bisa mengkhianati Laila. Dia sangat baik," jawab Ridho yang ragu untuk mempersunting Lenka.


Pilihan Ridho hanya dua, menikahi Lenka atau masuk penjara. Bagi Ridho keduanya bukanlah pilihan.


"Aku tidak bisa menikahimu, tapi aku juga tidak mau masuk bui. Papi mengancamku," kata Ridho lagi.


"Mengancam kamu bilang? Lalu bagaimana dengan nasibku?"


"Kak Ridho," adik perempuan Ridho berlari.


"Mas Danang udah dapet modal besar untuk memulihkan perusahaan Papa. Dan itu semua dari keluarga Kak Lenka."


Ridho menatap bergantian ke arah Lenka dan adiknya. Terlalu banyak tekanan, sehingga ia pun memutuskan untuk menikahi Lenka saat Laila tengah hamil tua.


"Maafkan aku Laila. Sungguh, aku mencintaimu. Aku tidak pernah bermaksud untuk menduakanmu. Semoga kau mengerti."


Satu minggu kemudian, hari pernikahan itu lun terjadi. Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri kerabat dan sahabat Lenka juga keluarga besar Ridho.


Keluarga Ridho menutup pernikahan ini dari Laila.


"Aku ingin anakmu, Mas," rengek Lenka.


Wanita itu kembali meminta sesuatu yang tidak mungkin pada Ridho.

__ADS_1


"Tidak bisa, Len. Itu tidak mungkin." Ridho menggeleng.


"Tapi kamu dokter, kamu juga ayahnya. Kita tidak melanggar hukum. Aku ingin merawat bayi, Mas. Aku ingin merasakan menjadi ibu."


Laila, wanita aneh yang membuat Ridho jatuh cinta setelah patah hati. Laila, wanita ceria yang tidak pernah menunjukkan kesedihannya. Dia pun selalu berpikir positif pada semua orang.


Sejak memasuki trimester kedua, Ridho sudah memiliki firasat bahwa kandungan istrinya ada dua. Namun, Laila tidak pernah mau diajak untuk periksa dan melakulan USG. Ia berdalih bahwa suaminya adalah dokter dan tidak perlu ke rumah sakit. Cukup diperiksa oleh suaminya saja. Padahal sebenarnya hal itu tidak cukup, mengingat Ridho adalah dokter ahli bedah, bukan dokter spesialis kandungan.


Dan saat Ridho berhasil mengajak Laila untuk USG, hasil pun menunjukkan bahwa ia akan memiliki anak kembar berjenis kelamin perempuan. Ridho sangat senang. Namun, ia sudah bekerjasama dengan dokter yang memeriksa Laila agar hasil pemeriksaan yang menunjukkan bahwa bayi Laila kembar, tidak sampai ke telinga wanita itu.


Ridho pun tidak pernah mengatakan pada Laila bahwa wanita itu tengah hamil anak kembar. Hingga saat Laila melahirkan, yang wanita itu tahu bahwa putrinya hanya satu. Ridho langsung mengambil satu putrinya lagi untuk diasuh oleh Lenka.


Putri yang diasuh Lenka bernama Anastasya. Lenka pun mencatat kelahirannya satu bulan setelah bulan kelahiran sebenarnya.


Dan satu anak perempuannya lagi diasuh oleh Laila sendiri dengan nama Bilqis. Kedua nama itu diberikan langsung oleh Ridho.


Ridho menjalani poligami tanpa ketahuan sama sekali, hingga saat Ridho mendapatkan seorang putra dari rahim Laila dan berusia delapan bulan, Laila mulai curiga. Namun, Ridho dapat mengatasi dan mengalihkan kecurigaan itu hingga saat Radit berusia dua tahun, ia cemburu buta dengan mantan kekasih Laila yang sedang memperbaiki AC rumahnya.


Ridho kesal hingga terjadi kecelakaan.


"Aku di mana? Siapa aku? Siapa namaku?"


"Lenka. Hanya kamu yang aku ingat."


Ridho dinyatakan amnesia permanen. Tapi anehnya, ia masih mengingat Lenka. Ingatan masa lalunya masih tersisa. Namun ingatan masa sekarangnya hilang tak tersisa.


"Mas, kamu mau ke mana?" tanya Laila pada Ridho yang tengah merapikan ijazah miliknya.


"Aku mau pergi."


"Tapi kenapa? Apa salahku?"


Ridho diam. Ia tidak menjawab. Ia tidak ingin melukai hati Laila dengan mengatakan bahwa ia tidak mengenalnya.


"Mas," teriak Laila melihat Ridho yang tetap pergi meninggalkan rumah ini.


"Mas ... Kamu janji tidak akan meninggalkanku. Kamu bohong, Mas. Bohong." Laila terisak hingga tubuhnya merosot ke lantai.

__ADS_1


Ia pun menatap putri dan putranya yang tertidur pulas di karpet berbulu tebal di depan televisi. Entah bagaimana ia akan membesarkan kedua anaknya nanti. Dan entah bagaimana ia akan menjelaskan pada kedua anaknya nanti, tentang kepergian ayahnya.


#Flashback off


__ADS_2