Menaklukkan Bos Killer

Menaklukkan Bos Killer
Mantan badboy


__ADS_3

"Mau apa?” tanya Bilqis polos.


“Melanjutkan aktifitas kemarin malam yang tertunda, tentunya.”


Bilqis menelan ludahnya kasar. Ia masih ingat betul sentuhan Alex semalam. Tidak munafik, ia sangat menikmati sentuhan itu dan ingin mengulanginya juga.


“Kamu siap kan?” tanya Alex setelah membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang king size-nya.


Tanpa sadar Bilqis mengangguk cepat, membuat Alex pun tertawa.


“Aku tahu kamu menyukai sentuhanku.”


“Tapi kalau sakit gimana?” tanya Bilqis.


“Tahan sedikit. Setelahnya tidak akan sakit. percayalah!”


Bilqis pun mengangguk. Kali ini ia juga tidak ingin membuat suaminya kecewa lagi.


Baru saja, Alex mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri, tiba – tiba bel rumahnya berbunyi.


Ting Tong


Sontak, Alex mendengus nafasnya kasar. “Siapa sih malam – malam begini bertamu.”


Alex melihat jam di dinding, waktu masih menunjukkan pukul sembilan. Sebenarnya belum terlalu malam. Biasanya Alex pun belum tertidur di jam segini. Namun karena ada sesuatu yang penting, sehingga ia menyebutnya sudah malam.


Tok … Tok … Tok …


Pintu kamar itu pun di ketuk oleh Maya. Alhasil Alex, bangkit dan mendekati pintu untuk membuka.


“Ada apa, May?” tanya Alex setelah membuka pintu itu.


“Di luar ada Tuan Damian, Sir. dan dua orang teman Sir Alex.”


“Ah, ****.” Alex menepuk jidatnya.


Jika kemarin, ia diganggu oleh kebisingan yang dilakukan Radit. Malam ini, ia diganggu oleh sepupu dan kedua teman baik yang selalu bersama sejak di high school. Mereka adalah saksi keliaran Alex saat masih remaja dan beranjak dewasa.


Alex memang tidak mengundang ketiga orang itu, karena ia yakin ketiga orang itu akan membuat ia gagal bermalam pertama jika diundang, karena ini adalah tradisi mereka saat sat persatu melepas kesendirian. Mereka sengaja akan mengajak si mempelai pria yang merupakan teman mereka untuk bercengkerama hingga pagi dan menggagalkan keasyikan pasangan suami istri. Dan si*lnya, Alex juga pernah menjadi bagian orang yang iseng itu untuk menggagalkan ketiga orang ini bermalam pertama saat mereka menikah.


“Bilang saja, saya sudah tidur,” ucap Alex pada Maya.


“Enak saja. kau mau kabur huh!” suara Damian membuat Alex tak bisa lagi berbohong.

__ADS_1


“Si*l, kau menikah tidak memberitahuku?” tanya Damian.


Alex langsung menutup pintu kamar dan menghampiri sepupunya. “Sengaja. Aku tidak ingin kau, Zavier, dan Max mengangguku.”


Damian tertawa. “Kan ini idemu. Kau yang lebih dulu melakukan ini pada kami.”


“Tapi kalian juga sudah membalasnya saat aku menikah. Dan saat ini sudah tidak berlaku lagi,” jawab Alex kesal.


Damian menepuk pundak Alex. “Tenang saja, kami ke sini hanya ingin memberi ucapan, tidak untuk mengganggumu. Kami tidak akan berada di sini hingga pagi.”


“Halah, mana mungkin,” jawab Alex yang langsung menerima jabatan pelukan dari Zavier dan Max saat keduanya berjalan menuju ruang tamu.


“Hai, Lex. Lama kita tidak jumpa,” sapa Zavier dan Max bergantian.


“Tahu darimana kalian kalau aku kemarin menikah?” tanya Alex pada kedua teman dan satu sepupunya.


"Kalau aku dari Irene. Dia yang memintaku ke sini untuk melihatmu karena dari pihak keluargamu, tidak ada perwakilan yang datang bukan?” jawab Damian dengan membawa nama adik Alex satu – satunya yang tinggal di Bali dan menikah dengan warga asli di sana.


“Irene bilang, dia belum bisa ke sini karena Bastian sakit dan bergantian dengan Bianca.” Damian juga menyebutkan kedua keponakan Alex.


“Ya, aku tahu,” jawab Alex santai dan duduk bersama ketiga pria itu.


“Bukannya kalian masih di Singapur?” tanya Alex mendelik.


“Kurang kerjaan,” jawab Alex lagi, membuat ketiga pria itu tertawa.


Mereka senang membuat Alex murka, karena sejak dulu yang sangat jahil adalah Alex.


“Sayangnya, Jhon tidak bisa ikut bersama kita,” ucap Zavier.


“Ya, dia terlalu berlebihan dengan kekasihnya itu. siapa namanya?” tanya Max.


“Tina, dia juga karyawan Alex. Bukan begitu?” Damian menyahut.


Alex mengangguk. Saat sekolah, kelima pria ini dikenal dengan pembuat onar. Kelima pria ini sering berulah. Untung saja keonaran itu ditutupi oleh nilai akademisi mereka yang cukup bagus. Sehingga, mereka pun tetap bisa sukses ditambah setelah bertemu teman hidupnya masing – masing, kecuali Jhon. Hingga saat ini, pria itu masih betah melajang dan baru akan membawa kekasihnya ke jenjang yang serius.


“Jhon tidak mau ke sini karena dia tidak mau diganggu ketika menikah nanti. Dia pikir dengan tidak datang maka kebiasaan kita akan hilang. No way!” ucap Damian membuat Zavier dan Max mengangguk.


“Dasar!” Alex menggelengkan kepala. Sepertinya malam pertamanya harus kembali ditunda.


Ah, kasihan si jerry yang sudah berteriak meminta untuk mengekplore diri sejak kemarin.


“Mana istrimu? Kenalkan pada kami,” kata Zavier.

__ADS_1


“Dia sudah tidur.”


“Bohong,” sahut Max.


“Aku kira, kamu akan menikahi Alana. Ternyata bukan,” ucap Damian yang pernah kenal dengan sekretaris Alex sebelum Bilqis.


Alana memang pernah Alex bawa ke Bali dan bertemu dengan keluarganya saat merayakan ulang tahun Aurel. Kebetulan saat itu, ia sedang ada pertemuan dengan pebisnis muda di kota itu.


“Cap playboymu kembali beraksi setelah menduda ya,” ledek Max.


“Ck.” Alex hanya berdecak saja.


Zavier tertawa. “Sepertinya Alex sangat tidak suka dengan kehadiran kita.”


“Ya, padahal kita datang tidak malam pertama loh,” sahut Damian tertawa.


“Sudah kan memberi ucapannya. Ya sudah, kalian pulang,” ujar Alex.


Ketiga pria itu pun protes.


“Kami datang jauh – jauh, tidak kau suguhkan minum. Terlalu,” ucap Zavier.


“Ya, akan hanya ada air putih.”


Sontak, ketiga pria itu tertawa lagi.


Dari tempt yang cukup jauh, Bilqis mengntip tamu suaminya. Ia pun bertanya apda Maya dan Nia sebagai pengasuh serta asisten rumah tangga di rumah Alex yang sudah cukup lama mengabdi pada pria itu.


Maya memberitahu siapa ketiga pria itu termasuk Damian, sepupu Alex. Bilqis juga sedikit mendengar perbincangan keempat pria itu. ia mendengar beberapa kelakuan masa lalu keempat pria itu saat bersama. Bilqis juga mendengar cerita salah satu pria tentang masa remaja Alex.


“Ternyata kamu mantan bad boy,” gumamnya.


Bilqis menggeleng tak percaya. Ia tidak menyangka pria dingin dan kaku seperti Alex ternyata adalah mantan bad boy, yang berubah menjadi ayah sempurna untuk seorang bidadari kecil dan terlihat suami yang sempurna sejauh ini bersamanya. Apalagi saat tiap kali mereka sholat berjamaah. Tidak terbayang bahwa dahulu, Alex adalah playboy dan biang onar di sekolah.


“Diam. Jangan bicara kencang – kencang! Nanti istriku dengar,” kata Alex pada Damian, Zavier, dan Max.


“Ya … Ya .. Sorry,” jawab Max.


Alex memng berniat akan menceritakan tentang dirinya pada Bilqis nanti. Bsemua hal tentang dirinya, bahkan masa mudanya yang cukup urakan itu. Ia tahu, banyak hal yang belum Bilqis tahu. Dan seiring kebersamaannya nanti, ia akan terbuka terntang semuanya. Berbeda dengan Tasya yang memang sudah mengetahui Alex sebelum menikah, karena Tasya berkuliah di tempat yang sama dengan Alex walau mereka perbedaan jarak angkatan yang cukup jauh, karena Tasya masuk kuliah di saat Alex yang hempir lulus. Namun, nama Alex di kampus itu sangat terkenal, membuat Tasya cukup tahu perangai pria itu.


Di dalam kamar, Bilqis termenung. Ia mulai khawatir akan akhir dari pernikahan ibunya. “Akan kah aku diduakan seperti ibu, nanti?”


Banyak hal yang membuat Bilqis menjadi goyah dan kembali meneguhkan hati untuk tidak mendalamkan perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2