Menaklukkan Bos Killer

Menaklukkan Bos Killer
Pengganti yang baik


__ADS_3

“Bagaimana rasanya? Kurang manis?” tanya Bilqis pada Aurel.


Aurel mengangguk. “Ya, sedikit.”


“Baiklah, kita akan berikan gulanya lagi sebanyak satu sendok teh. Oke!”


Bilqis mengambil gula dari wadah dengan sendok teh, lalu menuangkan kembali ke panci yang masih ia masak di atas kompor.


Aurel ikut mengangguk. Anak kecil itu sengaja Bilqis dudukkan di atas marmer kitchen set yang lebar itu. Aurel sangat senang menemani Bilqis memasak. Pagi ini, rasa bahagianya tidak terbendung, apalagi saat membuka mata, ia melihat Bilqis tersenyum di depannya sembari mengucapkan ‘morning.’


Aurel merasa hidupnya lengkap. Ia tak lagi merasa kosong, jika sang ayah tak sempat melakukan itu.


Bilqis tengah membuat bubur sum sum untuk Aurel, mengingat anak kecil yang lucu itu sedang sakit. Dan, Bilqis berinisiatif untuk memberikan Aurel, makanan yang lembut dan manis agar anak itu menyukai.


Tak berapa lama, masakan yang Bilqis buat pun selesai. Ia langsung menuangkan bubur berwaran putih dan kental itu ke dalam mangkuk kecil dan menaburinya dengan toping gula merah yang dicairkan.


“Hm. Ini enak, Mommy.” Aurel mencicipi makanan itu dari sendok yang Bilqis sodorkan. Tentu saja, setelah dirasa makanan itu sudah tak terlalu panas, Biqis memberikannya pada Aurel.


“Oh, ya?” tanya Bilqis tak percaya, jika eksperimennya berhasil.


Biasanya, Laila selalu membuatkan makanan ini jika ia sedang sakit. Walau, Bilqis belum pernah membuatnya sendiri, tapi ia cukup tahu caranya dan sering sering melihat sang Ibu membuatkan makanan ini.


“Iya, enak sekali. Manis nya juga pas,” sambung Aurel dengan nada dan senyum yang menggemaskan.


“Kamu juga manis. Bagaimana kalau Mommy menambahkan ini di hidungmu?”


Bilqis tertawa saat menyentuh ujung hidung Aurel dengan bubur. Ujung hidung itu pun terlihat putih, membuat Aurel tertawa saat Bilqis menunjukkan wajah Aurel ke cermin yang ada di belakangnya.


Kitchen set yang berbentuk vertikal sepanjang lima meter itu, sengaja diselipkan kaca pada dinding tengahnya aagr terlihat luas dan mewah.

__ADS_1


“Hihihi …” Aurel tertawa sembari menutup mulutnya.


Alex yang baru saja bangun dan keluar pun melihat lagi interaksi putri dan sekretarisnya, lebih tepatnya sekretaris yang sebentar lagi akan berubah status menjadi istri. Sejak semalam, Alex sudah memberi perintah pada Bimo untuk mendekor rumah Bilqis pagi ini. ia tidak ingin mematahkan hati sang putri. Ia ingin mengikat Biqlis untuk putrinya dan tentu untu dirinya sendiri juga.


Alex berdiri bersandar miring pada dinding sembari melipat kedua tangannya di dada dan menyilangkan kedua kakinya. Ia tersenyum melihat pemandangan itu.


Pagi ini, Alex memang bangun lebih siang. Biasanya, pukul empat tiga puluh pagi, ia sudah bangun. Sebelum membersihkan diri dan melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim, biasanya Alex berolahraga. Entah itu dengan berenang atau memakai segala jenis alat olahraga yang tersedia di kamar gym-nya. Tapi, pagi ini ia bangun pukul enam pagi dan kembali tertidur satu jam kemudian.


Semalam, Alex benar-benar tidak bisa tidur karena ulahnya sendiri. Sepanjang malam, ia memperhatikan gerak gerik Bilqis di cctv yang sengaja ia pasang di dalam kamar tamu. Kelakuan Bilqis di sana membuat milik Alex terus meronta. Bagaimana tidak? Bilqis memakai pakaian persis di depan cctv itu membuat Alex dapat melihat dengan jelas bentuk tubuh yang selama ini wanita itu tutupi.


Sekretarisnya itu, memang selalu membuat Alex terpesona. Ada saja hal yang Alex ketahui dan membuat pria itu semakin menyukai.


Alex menggeleng kepalanya saat mengingat malam itu. ia pun menutup wajahnya karena malu sendiri mengingat kelakuannya yang terlewat mesum kepada Bilqis.


“Eh, Daddy sudah bangun.” Suara Aurel membuyarkan lamunan Alex.


“Ah, ya.” Alex menjauh dari dinding yang disandarnya tadi dan menghampiri sang putri. “Kamu juga sudah bangun, Princes?”


Alex tersenyum melihat senyum sumringah sang putri.


“Daddy menyuruh Mommy untuk menginap?” tanya Aurel.


“Tentu. Lagi pula, Mommy juga tidak ingin pulang karena ingin merawatmu. Bukan begitu?” Alex melirik ke arah Bilqis.


Pria itu selalu saja membuat Bilqis tidak punya pilihan. Apalagi Ia pun memang senang melakukan hal ini untuk Aurel. Entah mengapa ia melihat Aurel yang mirip dengan dirinya. Di usia yang sama, ia harus kehilangan orang yang disayang, seperti Bilqis yang ditinggal sang ayah diusia itu.


Bilqis pun mengangguk. “Ya, Mommy juga akan tinggal di sini. Aurel nanti tidak akan sendirian lagi kalau Daddy sibuk.”


“Benarkah?” Mata Aurel tampak berbinar manatap Bilqis dan Alex bergantian.

__ADS_1


Bilqis mengangguk. Ia ingat rencana Alex pagi ini. sore nanti, statusnya akan berubah. Ia akan menjadi istri bos killernya dan ibu sambung untuk gadis lucu ini.


Alex tersenyum lebar. Ia tidak menyangka dengan apa yang diucapkan Bilqis. Sepertinya, Bilqis sudah menerima keputusannya.


“Benar, Sayang. Nanti sore, akan ada orang mendandani kamu dan mengantar ke rumah nenek. Aurel mau kan?”


Aurel langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat. “Mau … Mau …”


“Jadi nanti sore, Daddy akan menikah dengan Mommy?” tanya anak kecil itu lagi.


Alex mengangguk. “Ya.”


“Yeay …” Aurel bersorak senang.


Bahkan Maya dan asiten rumah tangga yang juga sedang berada di sana pun ikut tersenyum. Mereka memang sudah diberi clue oleh Alex bahwa tak lama lagi akan ada nyonya rumah di sini dan itu adalah Bilqis, wanita yang menginap semalam sekaligus sekretarisnya di kantor.


Bilqis ikut tersenyum. Entah ia harus merasa bahagia atau tidak. Tapi yang pasti, hatinya menghangat jika mendapat perhatian dari Alex, jantungnya berdebar jika berdekatan dengannya, dan ia tak merasa kesepian jika bersama Aurel. Apa itu disebut bahagia? Luka yang ditorehkan sang ayah di masa kecil membuatnya trauma berkepanjangan hingga tidak percaya dengan pria dan pernikahan.


“Aku sayang Daddy.” Aurel membentangkan kedua tangannya untuk minta dipeluk oleh sang ayah.


Alex tersenyum dan memeluk putrinya dengan penuh sayang. “Daddy juga sayang Aurel.”


Kemudian, Aurel melonggarkan pelukan dan menatap ke arah Bilqis. “Aurel juga sayang Mommy.” Ia meminta Bilqis untuk mendekat dan memeluknya.


Bilqis pun mendekat dan mengikuti keinginan Aurel. “Mommy juga sayang Aurel.”


Kesempatan emas yang tidak dilewatkan oleh Alex. Pria yang dikenal killer dan ternyata mesum itu pun mengangkat tangannya untuk memeluk Bilqis. Kini, kedua wanita beda generasi itu ada dalam pelukannya.


“Sya, aku izin padamu untuk menikahi wanita ini,” gumam Alex di dalam hati saat memeluk Bilqis yang sedang memeluk putrinya. “Aku yakin dia akan menggantikanmu dengan sangat baik.”

__ADS_1


Hati Alex menghangat. Ia mengecup pucuk kepala Bilqis yang kebetulan memang kepala itu ada di abwah dagunya. Dan Bilqis, merasakan kepalanya yang dikecup oleh Alex.


Bilqis bingung, ia tak lagi mampu menolak keinginan Alex. Bilqis hanya mengikuti arus hidupnya saja. Ia hanya berharap rumah tangganya nanti tidak seperti rumah tangga ibunya. Dan kalau pun apa yang terjadi pada sang ibu dulu juga terjadi pada dirinya, Bilqis paling tahu bagaimana membahagiakan dirinya sendiri.


__ADS_2