
Jhon kembali mengingatvawal kedekatannya dengan Tina.
Flash Back on
"Jhon, nanti malam kamu yang datang ke pertemuan itu ya.”
“Aku saja? Kenapa tidak kita berdua?”
Jhon berbincang dengan Alex di ruangan sahabat sekaligus pemilik perusahaan ini. K-Net system corporate adalah kantor cabang yang baru Alex buka di Jakarat. Jhon pun menjadi orang kepercayaan Alex dalam hal birokrasi dan promosi.
“Aku tidak bisa. Malam ini, Aurel baru tiba di Jakarta. Aku harus menjemputnya.”
Jhon pun berpikir.
“Dia orang cukup berpengaruh di kota ini, Jhon. Kita harus memiliki hubungan yang baik dengannya. Paling tidak kamu datang sebagai perwakilan, kita diundang di pestanya malam ini,” ujar Alex.
“Lalu, aku pergi dengan siapa?” tanya Jhon bingung. “Masa’ sendirian.”
Alex tertawa. “Masih belum move on dari Grace?”
Jhon terdiam dan menggeleng.
“Di Jakarta, wanita itu banyak. Di kantor juga. Bahkan sekretarismu cantik.”
“Hei, apa cermin di sana kurang besar?” tanya Jhon kesal. “Kamu sendiri saja belum move on dari mendiang istrimu.”
__ADS_1
Alex kembali tertawa. “Itu berbeda.”
“Apa bedanya? Kita sama – sama pria yan tidak mudah jatuh cinta kan?”
“Sudahlah. Pokoknya, nanti malam kamu harus hadir. Terserah mengajak siapa? Kalau tidak ada wanita yang bisa kamu ajak, ajaklah Tina.” Alex kembali memberi saran.
Jhon belum menjawab permintaan saran itu. ia hanya menghempaskan punggungnya pada punggung sofa yang ada di ruangan CEO itu.
“Acaranya di kapal pesiar menuju. Oke! Kamu bisa menikmati liburanmu bersama sekretarismu itu,” sambung Alex lagi.
“Ck. Si*l kau, Lex.” Jhon melemparkan kertas ke arah Alex dan sahabatnya itu pun tertawa.
Dengan terpaksa ia harus jalan bersama Tina nanti malam. kemungkinan mereka pun akan menginap di dalam kapal pesiar yang menuju Pulau karimunjawa bersama para pebisnis lainnya.
Usai berbincang dengan Alex, Jhon kembali menuju ruangannya sendiri. Ia melewati meja Tina dan berhenti sejenak di depannya.
Tina tidak menjawab panggilan itu, bahkan ia tak menoleh ke arah Jhon yang berdiri di mejanya, mengingat saat ini telinga Tina sedang tersumpal earphone bluetooth.
“Tina.” Jhon kembali memanggil wanita itu dengan suara yang agak keras, tapi Tina masih asyik menggoyangkan kepalanya.
Bukannya menoleh, Tina malah meraih gelas di sampingnya.
Jhon yang kesal pun, sedikit menunduk tepat di depan wajah Tina dengan memanggil nama itu lebih kencang.
“Tinaaaa.”
__ADS_1
Fuuuh
Karena terkejut, tiba – tiba air yang masih dalam mulut Tina pun menyembur tepat di wajah Jhon.
“Tinaaaaaaaa.”
Pria itu semakin berteriak, membuat Tina ketakutan setengah mati.
****
Hai,, akhirnya kisah Jhon sama Tina ada lapaknya sendiri dan tetap ada di sini.
Jhon Louise, pria berdarah Australia, lahir di Singapore dan menetap di Jakarta sebagai CEO K-Net korporate memiliki skandal dengan sekretarisnya.
Hubungan layaknya suami istri itu kerap membuat Tina, sang sekretaris menjadi bahan gunjingan seantero kantor. Wanita j*l*, pel*c*r, dan pemuas bos, tersemat pada diri Tina di kantor itu. Namun, Tina yang cuek dan bar - bar tak pernah memusingkan predikatnya yang buruk, hingga ia pun akhirnya menyerah. Bukan menyerah karena muak akan cercaan yang ia dengar setiap hari, tapj karena sikap Jhon yang tidak bisa memposisikan antara masa lalu dan masa depan.
Kerinduan yang teramat dalam membawa Jhon mencari lagi keberadaan sang kekasih. Lama tak bertemu membuat Tina semakin jauh berubah.
Mampukah Jhon menghadapi orang tua Tina yang ternyata diluar nalarnya? serta mampu kah Jhon bersaing dengan seorang "Gus" santri kesayangan ayah Tina yang merupakan pimpinan pesantren terbesar di kota itu?
Simak kisahnya di sini, denga judul Cinta si Bule.
Lihat di profil aku, klik logo "E" dan kalian bisa liat novel terbaruku, juva novel novel yang sudah tamat.
__ADS_1
Aku usahakan tiap hari Uo, walau cuma 1 bab. Love you my readers 😘❤