
Pagi harinya, bende bangun lebih awal. Setelah membersihkan diri ia kembali menemani Denna.
"Heyy.. Selamat pagi sayang, biasanya kau membangunkanku dengan menjahiliku, lihat sekarang aku yang membangunkanmu" ujarnya dengan lembut dan mengelus kepala Denna. Ia terperanjat kaget mendapati keningnya yang sangat panas dan muka Denna yg memucat
"Panas? Sayang bangunlah, heii.." ujarnya sekali lagi dengan sangat panik, melihat gadisnya tak kunjung membukakan mata menambah kecemasannya
"Davaaaa!! Panggilkan Willy segera!" teriaknya bercampur kepanikan
"Jangan berteriak Bendefidh, aku tidak apa-apa" ucap Denna dengan lemas
Tak lama kemudian Dokter Willy datang bersamaan dengan Dava
"Ada apa Bendefidh"
"Panggil saja Bend seperti biasa kau memanggilku! Nama itu hanya gadisku yang berhak menyebutnya!" Bantah Bende
"Kenapa kau marah karena hal kecil? Menyingkirlah aku akan memeriksanya" timbalnya
"Diam dan lakukan saja tugasmu Willy!"
Kemudian Dr. Willy memeriksa Denna, dilihatnya wajah cantiknya meskipun kelihatan pucat. Ia menatap iba pada gadis di hadapannya itu
"Jangan menatapnya!!" ucap Bende memperingatkan dan Willy hanya diam melanjutkan pemeriksaannya
"Dia demam Bend. Aku ingin bertanya apa dia pernah minum minuman keras sepertimu?"
"Tidak" jawab Bende datar
"Aku mencium aroma minuman di nafasnya, aku seorang Dokter kau tidak bisa membohongiku" ujar Willy berusaha bersikap profesional
"Ya! Dia di jebak oleh Andre dan hampir di rusak oleh anjing itu!" ucapnya menahan emosi, ia tak mau membuat Denna terganggu
"Andre?" tanya Willy
"Teman kita sejak SMA, putra kedua Andrew Xander" jelasnya pada Willy
"Apa yang kau maksud Andrean Axander?" Bende hanya menjawab dengan anggukan
"Apa ini kali pertama ia meminum itu?" tanyanya lagi dan Bende menjawab "Ya".
Di dalam hati, Willy bergumam "Dia wanita baik-baik"
__ADS_1
"Apa yang kau pikirkan Willy?" selidik Bende
"Tidak ada, baiklah aku ingin kembali bekerja. Bisa kau membayarku sekarang Tn. Wilson"
"Dava, kau urus dia dan bayar berapapun yang dia minta" perintahnya
"Baik tuan" ucap Dava
"Aku ingin 2 Milyar" ucap Willy dengan santai
Bende menatap Willy penuh selidik "Kau memerasku?" tanyanya
"Hey, apakah seorang Bendefidh Wilson tidak bisa memberikannya? Bagimu uang segitu tak ada artinya bukan? Ujar Willy lagi
"Berikan yang dia mau, bawa dia pergi dari hadapanku!" perintahnya pada Dava yang hanya di balas anggukan
"Hahaha tidak Bend, aku hanya bercanda. Santai kawan ternyata kau belum berubah" ujarnya sembari tertawa, Bende hanya tersenyum getir
"Willy, terimakasih. Sejak dulu kau membantu keluargaku jika sedang kondisi darurat seperti ini" ungkapnya pada Willy
Willy tersenyum, sedikit perubahan yang dia temukan dalam diri Bende "Tidak perlu berterima kasih, itu tugasku sebagai seorang dokter" jawabnya dengan menepuk bahu Bende
"Apa aku perlu membawanya kerumah sakit?" tanya Bende
Bende dan Willy berpelukan sejenak, sejak memilih jalan masing-masing mereka tidak memiliki banyak waktu untuk bermain seperti dulu.
Setelah perginya Dokter Willy, Bende kembali duduk di samping Denna, di elusnya kepala wanita yang sudah lama masuk ke kehidupannya itu, ia mengingat bayang-bayang dimana ia selalu bertengkar dengan Denna walaupun untuk hal sepele sekalipun.
Ia benar-benar kesepian, wanita yang biasanya selalu membantah perintahnya itu sekarang diam bahkan hampir tak membuka suara. Bende sangat merindukan hari-hari yang dia lalui bersama Denna semenjak tinggal satu atap.
"Bendefidh" ucap Denna sembari membuka mata
Bende tersenyum dan menjawabnya "Ada apa sayang? Apa masih pusing?" tanyanya
"Sedikit" jawab Denna
"Istirahatlah, kau ingin makan sesuatu?" tanyanya lagi
"Tidak, aku ingin tidur" ujarnya sembari matanya berkaca-kaca
"Tidurlah, aku disini menjagamu. Cepatlah sembuh aku merindukanmu" ucapnya lembut dan tersenyum
__ADS_1
"Aku ingin di peluk, dan kau usap kepalaku" pintanya hampir menangis
Bende membalas dengan senyuman, akhir-akhir ini Denna sangat sulit tidur jika tidak di peluk olehnya.
"Tidurlah jangan menangis" ucapnya sembari menghapus bulir bening yang membasahi pipi Denna
"Kau tidak bekerja?" tanya Denna karena Bende hanya memakai kaos rumahan
"Tidak, aku ingin menjagamu" jawabnya
"Sebentar lagi aku akan sembuh" bantahnya
"Kenapa kau sangat suka sekali membantahku? kau jangan khawatir, perusahaan itu tidak akan tumbang jika aku tidak bekerja selama 3 hari. Aku sudah mempercayakannya kepada asistenku yang lain" jelasnya
"Tap.." ucap Denna terhenti saat Bende menempelkan telunjuknya ke bibir Denna
"Diamlah atau aku akan menciummu" ancamnya. Denna diam dan menyembunyikan kepalanya di dekapan Bende
..........
Beberapa hari berlalu, Denna sudah sembuh dan Bende sudah mulai beraktifitas seperti biasa.
Pagi-pagi sekali, Bende kembali di recokkan oleh tingkah Denna yang lama tidak dia rasakan beberapa hari lalu
"Bendefidh bangunlah dan bergegas bekerja, jangan bermalasan nanti kau bangkrut" ujar Denna sembari mengguncang tubuh Bende, laki-laki itu tak bergeming dan sepertinya ia masih enggan bangun.
"Bendefidhhhhh apa kau mendengarku?!" teriaknya lagi
Bende mendegar yang di ucapkan Denna namun ia enggan membuka mata dan mendengarkan gadisnya itu mengoceh "Ada apa Nyonya Wilson, apa kau takut jika aku bangkrut?" tanyanya
"Jika iya mengapa?" tanya Denna kembali
"Tidak akan, hartaku bahkan sudah lebih dari cukup untuk keturanku ke 7 nantinya" jawab Bende dengan santai
"Sombong sekali kau ya, bangunlah dan pergi bekerja!" perintahnya namun Bende masih berpura-pura tidur
"Jika kau tidak bangun aku akan pergi meninggalkanmu!" teriaknya lantang,
Denna mengancam bende supaya dia bangun dan bekerja, dia berjalan ke arah kamar mandi dan menutup pintu dengan keras. Hal itu membuat Bende terbangun dan beranjak segera turun
"Baiklah aku sudah bangun, Sayang!" teriaknya dari dalam kamar
__ADS_1
Sedangkan Denna yang bersembunyi di kamar mandi pun tertawa, dia berhasil mengerjai Bende
Bende keluar dengan perasaan campur aduk, ia bertanya pada Bi Emma dan maid lain