
Melihat Denna yang keluar dari kamar mandi dengan handuk selutut dan rambut yang basah membuat gairahnya naik walaupun istrinya itu tidak melakukan apapun
Bende bergerak langsung melepas handuk yang melilit pada tubuh sang istri, Denna yang mendapat serangan mendadak lantas kaget namun ia menikmati sentuhan lembut suaminya
Bende meraup bibir ranum itu penuh nafsu, padahal mereka sering melakukannya namun tidak ada yang berubah.
Bende terus memberi rangs*ngan pada sang istri hingga membuat Denna tak karuan menikmati sensasi itu, saat Bende mulai memasukan jarinya membuat tubuh Denna menggelinjang
" Ahhhk.. " sentak Denna saat kedua jari Bende mulai bermain dibawah sana
Bende memandangi wajah sang istri yang sesekali memejamkan matanya, Denna tampak sexy dimatanya jika seperti ini
" Bendefidh.. lebihh cepathh.. "
Ia menuruti kemauan sang istri, saat ia menyadari pelepasan itu akan tiba Bende menarik kedua jarinya dari bawah sana. Denna kesal dengan itu suaminya sengaja mempermainkan hasratnya kemudian Denna membalik bertukar posisi
Entah sejak kapan kini tubuh keduanya sudah full nak*d, dengan sengaja Denna menggesekkan miliknya pada milik Bende hingga membuatnya sulit mengendalikan diri
Denna membalas perlakuan Bende yang mencoba mempermainkannya tadi, melihat matanya kini telah berkabut gairah
" Ohhhh wifehh... " desahnya saat Denna dengan lihai memainkan miliknya
Dengan cepat Bende membalikkan posisi mereka lagi hingga dengan sekali hentakan miliknya sudah tertancap sempurna didalam istrinya
" Ahhhhh.. " des*h keduanya
__ADS_1
Bende mulai menggerakkan miliknya dengan pelan, walaupun sering melakukannya namun Bende merasakan milik Denna menjepit miliknya, sama seperti saat ia merenggut keperawanan sang istri
Denna terus mendes*h dibawah pimpinan Bende, pria itu mempercepat miliknya dan tak lama pelepasan itu akan tiba
Tiba-tiba Denna menarik miliknya dan bertukar posisi, sedikit membuat Bende kalang kabut namun menikmati sang istri yang bermain dengan liar di atasnya hingga beberapa detik kemudian ia mendapatkan klim*ks
" Ahhhhh.. " erang Bende dengan memejamkan matanya
Kemudan keduanya berlanjut dengan ronde-ronde selanjutnya hingga larut malam.
Beruntung babby Ben tidak menangis malam itu, ia tertidur dengan lelap hingga keduanya bercinta dengan leluasa
...~...
Seperti biasanya, pagi harinya dengan di bantu sang istri bersiap Bende berangkat menuju kantor bersama Asisten Dava
Sesampainya di kantor Bende langsung menuju ruang pertemuan yang sudah di hadiri oleh seluruh pegawainya
" Jack, you want me to chop off your head? "
" Jack, kau ingin aku memenggal kepalamu? " ucap Bende, ia kini berubah menjadi pria kejam dan arogan jika di luar
Sementara pria bernama Jack Harry itu tak berkutik, ia taak bisa lari kemanapun untuk menyelamatkan diri
Seluruh karyawan yang mengikuti pertemuan hari itupun tak berani bersuara, mereka bahkanngemetar akibat kemarahan Bende pada Jack
__ADS_1
" Why did you sink company funds? what's your motivation bit*h!! "
" Kenapa kau menenggelamkan dana perusahaan? apa motivasi mu bangs*t!! "
Suara bariton itu menggema, bahkan terdengar hingga dibalik pintu. Membuat siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri
Bende adalah pria berbahaya jika sedang marah, ia tak pernah memberi ampun pada siapapun yang berani berbuat curang padanya
Sesaat kemudian dengan amarah yang meletup-letup Bende menarik kerah leher baju Jack menuju ruang bawah.
Dengan memegang pistol di tangannya kini Bende mulai mengarahkannya pada Jack
" You know what the consequences will be, right? "
" Kau tahu akibatnya bukan? " ucap Bende dengan gigi yang terkancing karena geram
Jack tak bisa berontak apapun, tubuhnya bahkan sulit di gerakkan. Keringat mulai bercucuran di dahinya
Bende tersenyum sinis " So, prepare to die "
" Jadi, bersiaplah untuk mati " tekannya
Saat hendak membunuh pria di hadapannya ini, tiba-tiba bayangan istrinya muncul dalam fikirannya yang menyuruhnya selalu hati-hati dan tidak menyakiti orang lain
Bende melempar pistolnya ke belakang lalu memukuli wajah Jack hingga babak belur, Asisten Dava dan beberapa staf lain yang berada di sana bahkan tak mampu untuk menghentikan amarah Bende
__ADS_1
Setelah puas menghajar pria itu Bende berlalu meninggalkan kantor menuju rumah. Tujuan utamanya sekarang adalah sang istri, karena wanita itulah yang dapat menjadi penenang untuknya.