
Bende terbangun dari tidurnya dengan kepala yang terasa berat. Ia baru menyadari satu hal, Denna tidak ada
Lalu mulai kembali mengingat hal yang ia lakukan beberapa jam lalu
Ia bangkit dan keluar dari kamarnya mencoba mencari keberadaan Denna, Bende menjurukan pandangannya di seluruh penjuru ruangan namun tak mendapati gadisnya
Setibanya di ruang keluarga, ia dikejutkan dengan pemandangan Peter yang mencoba untuk menggendong Denna ala bridal style
Ia lantas berlari cepat dan memukul Peter dari belakang
" Bangsat kau! Apa yang ingin kau lakukan pada gadisku! " ucapnya menarik kerah leher baju Peter
Bughh.. Bughh.. Bende memukul wajah Peter dengan penuh amarah
" Aku hanya ingin memindahkannya ke kamarku karena aku khawatir ia akan masuk angin " bughh, balas Peter juga memukuli Bende
" Lalu kau? Apa yang akan kau lakukan setelah membawanya hah! " bentak Bende dengan suara baritonnya
Denna yang tertidur pulas pun kaget dan terbangun, tak lama pun seluruh keluarga menghampiri sumber kegaduhan yang terjadi
" Kau salah paham bodoh!! " balas Peter tak kalah tajam nya
" Sudah ku katakan Pete, jangan menyentuhnya lalu kenapa kau ingin membawa gadisku ke kamarmu!! "
" Bendefidh sudah, kalian kenapa " cegah Denna menengahi keduanya
" Menyingkir darinya Denna!! " seru Bende dengan suara baritonnya lalu menarik Denna ke dekatnya
" Jika kau ingin menjaga gadismu seharusnya kau tak membiarkannya tidur di luar bodoh!! Kau tahu dia perempuan bukan! bagaimana jika seseorang mencoba me- "
" TUTUP MULUTMU!! " bentak Bende langsung memotong ucapan Peter
__ADS_1
" Bende, Peter ada apa ini ya Tuhan! " seru Mama Wina
" Kenapa kalian membuat keributan selarut ini!! " sentak Papa Elson
" Papa, bicaralah dengan tenang " tegur Bendriko
" Tidak tahu malu, kalian itu sudah dewasa untuk apa berkelahi seperti anak kecil " marah Papa Elson
" Lalu bagaimana? Aku harus berkelahi seperti orang tua? sepertimu? seperti yang kau lakukan 2 tahun lalu begitu?? " tanya Bende menantang dengan amarah yang besar
" Kelak kau akan sadar jika yang Papa lakukan dua tahun lalu itu demi dirimu sendiri Bende!! "
" YANG PAPA LAKUKAN JUSTRU MEMBUATKU KEHILANGAN ARAH DAN TUJUANKU!! BAHKAN AKU MASIH TERLALU BAIK MEMANGGILMU PAPA TUAN BAMELSON! " amarah Bende berapi-api tak dapat ia tahan lagi
" Bendefidh sudahlah hikss " tangis Denna, ia sedikit takut
" KEMBALI KE KAMAR!! " suara Papa Luke kali ini ikut turun, pasalnya ia cukup diam sejak tadi namun kali ini ia harus membuka suara
" Kau baik-baik saja? " tanya Bende lembut, Denna hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya
" Kalian kenapa ribut-ribut tengah malam begini " tanya Oma Queena yang baru datang, Oma sedikit terkejut dengan keributan yang terjadi
" Maaf Oma Bendef- " ucapan Denna terpotong oleh Bende
Bende tak memperdulikan semua keluarga, ia langsung menggendong tubuh Denna dan kembali masuk ke kamarnya, sementara keluarga yang melihat hanya diam
" Ya Tuhan Pete, kau tak apa? " tanya Mama Wina
" I'm okay Mom " jawab Peter singkat
" Apa yang terjadi sehingga kalian membuat keributan tengah malam begini " tanya Oma Queena
__ADS_1
Kemudian Peter mulai menceritakan kejadiannya pada seluruh keluarga
" Sudahlah, Bende hanya salah paham sebaiknya bubar " ucap Bendriko
" Ya, kalian tahu senduri putra bungsu itu memang sangat posesif " balas Bendi
" Wah wah kau hebat dude, adu tinju tengah malam begini " ucap Sean lalu bertepuk tangan
" Kau tahu aku sedang bermimpi terbang ke Belanda dan setelah mendengar keributan ini pesawat ku jatuh dan mimpiku buyar! " tambah Lexi
" Apa kau tak meninggal? " tanya Sean pada Lexi
" Itu hanya mimpi bodoh! " jawabnya
" Pete, ikut Oma nanti Oma obati " Peter lalu beranjak dan mengikuti Oma Queena
" Kembalilah ke kamar kalian " ucap Papa Luke dan semuanya bubar
.
.
" Maafkan aku sayang " lirih Bende pada gadisnya setibanya mereka di kamar
Denna hanya mengangguk, ia tak berani bertanya untuk apa bende dan Peter berkelahi selarut ini
" Tidurlah " ucap Denna
" Aku ingin memelukmu " lirih Bende
Kemudian ia tidur dengan memeluk tubuh Denna, menyembunyikan wajahnya di antara kedua bukit kembar itu, nafasnya mulai teratur dan ia mulai terlelap begitupun dengan Denna
__ADS_1