Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 43


__ADS_3

Hari ini acara pernikahan Bende & Denna akan berlangsung, semua tamu sudah mulai berdatangan.


Begitu ramai tamu yang datang, mulai dari rekan bisnis Bende, teman-teman kakak-kakaknya, dan semua para sanak saudara serta para sahabatnya kecuali Papa dan Mamanya


Bende bukannya tidak mau mengundang keduanya, namun rasa kecewanya dengan kejadian lalu masih memouanya menyimpan amarah yang berkecamuk


Hingga saat ini tak hentinya pujian terlontar dari bibir setiap tamu yang melihat mempelai wanita. Bende & Denna banjir pujian


Disisi lain, Bende terus mengadu pada kakaknya dan suadaranya yg lain tentang kecemasannya


"Aku gugup sekali, bagaimana ini?" keluhnya


"Tarik nafas, buang.." saran saudaranya kepada Bende


"Ya ya tau yang akan menikah ehem ehem" balas salah satu dari mereka lagi


"Bend, ayo turun. Acara akan segera di mulai" perintah Bendi


Sesampainya di bawah, ia berkeringat dingin karena gugup, ia takut salah berucap


Ia di dampingi oleh Bendri dan Bende saat hendak turun, banyak yang bertanya kemana kedua orang tuanya. Namun Oma Queena menjawab bahwa orang tuanya tidak dapat hadir karena mengurus suatu hal


Saat sudah duduk di hadapan penghulu, tak lama disusul Denna datang yang di dampingi Nayla untuk duduk bersanding dengan Bende.


Denn berjalan dengan sangat anggun bersama senyuman yang selalu menghiasi wajahnya. Bende sangat terpukau oleh penampilan gadis yang sebentar lagi akan menjdi istrinya itu


"Sudah siap Bendefidh dan Dennastasya?"


"Siap pak" jawab Bende mantap dan Denna hanya mengangguk dan tersenyum


"Saya terima nik.." ucap Bende langsung nyerocos dan keluarga tertawa melihat tingkahnya


"Sepertinya kau sudah tidak sabar ya bung!" seru Sean


"Bersabarlah sedikit, tenang hanya dalam hitungan menit dia akan menajadi istrimu Tn. Reginaldo Wilson"


"Hahaha tunggu aba-aba dulu Bend" tambah Bendi


"Wah wahh sepertinya mempelai pria sangat bersemangat yaa" ujar penghulu sembari tertawa


Semua orang tertawa dengan tingkah Bende itu, sangat tidak sabaran hingga mengundang tawa gemas para tamu

__ADS_1


"Baiklah kita mulai, jabat tangan saya" ucap penghulunya


"Aku nikahkan dan kawinkan kau Bendefidh Reginaldo Wilson bin Bender Bamelson Diaf Wilson dengan Adriana Dennastasya Yurachel Arth Richardson binti Adrian Salesho Arth Richardson dengan maskawin sekian sekian sekian blablabla dibayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Adriana Denastasya Yurachel Arth Richardson binti Adrian Salesho Arth Richardson dengan maskawin sekian sekian sekian blablabla dibayar tunai" ucap Bende lantang memecah keheningan di ruangan itu


"Bagaimana saksi?"


"SAHHH" Semua orang menjawab dengan semangat


"Alhamdulillah"


"Omaa, cucu kesayanganmu punya istriii" teriaknya pada Oma dan mengundang tawa semua tamu


"Dasar CEO bucin" gumam Bendi dengan senyum bahagianya melihat adiknya yang terlihat sangat bahagia


Setelah selesai mereka duduk di pelaminan yang telah di siapkan, acara siang itu sungguh sangat meriah, tak hentinya Bende menggenggam erat jemari wanita yang telah resmi menjadi istrinya itu


"Sayang.." ucapnya di sela-sela acara


"Hmm?" Denna menoleh dan tersenyum


"Penganten baruuu, foto donggg" ujar teman-teman Bende dan juga rekan bisnisnya


"Selamat ya Bend, semoga kau cepet di beri momongan"


"Selamat Bend, kami menantikan Bende junior"


"Kabari aku jika Bende junior sudah jadi"


"CEO muda ternama, selamat atas pernikahanmu, semoga segera di beri momongan dan berikan pewaris perempaun kali ini"


"Happy wedding Bendefidh Wilson!"


"Broo, aku tidak meragukan kemampuanmu malam ini"


Semua ucapan itu terlontarkan dan memhuat Denna malu hingga pipinya memerah, semua rekan bisnis dan teman Bende mengucapkan selamat untuk mereka berdua


"Tenang saja, aku pastikan dalam waktu dekat Bende junior sudah tumbuh di rahim istriku" jawabnya lantang membalas ucapan teman-temannya yang menggodanya, Denna melototkan matanya atas penuturan Bende


Setelah selesai acara siang itu, Oma menyuruh keduanya ke kamar untuk beristirahat

__ADS_1


"Bende, Denna.. Kembalilah ke kamar, malam ini resepsi, kalian istirahatlah dulu"


"Kak Nay.. Denna minta tolong beri tau bi Emma bawakan air panas ke kamar ya" pinta Denna


"Iyaa De, istirahatlah dulu. Bende bantu istrimu" perintah mamanya


Saat keduanya telah memasuki kamar, seketika Bendi dan Sean lewat


"Bend, pintunya jangan lupa di kunci. Agar tidak ada yang mengintip haha" goda mereka


Lalu Bende beranjak dan mengunci pintu tak mennggapi ucapan kakaknya itu


"Bendefidh, kau sudah selesai?" tanya Denna


"Sebentar sayang, aku ingin mengganti baju dulu" jawabnya


"Bantu aku melepaskan resleting gaun ini" pinta Denna yang kesusahan


"Berbaliklah" ujarnya menyuruh Denna membelakanginya


Saat membukanya, tubuh Bende merinding, hanya menatap punggung putih mulus itu tubuhnya sudah bereaksi, ditambah dengan harumnya handbody Denna yang seakan menariknya bagai magnet


"Tolong ambilkan handuknya" pinta Denna


"Buka saja, aku suamimu. Aku berhak melihatnya" ujar Bende


"Bendefidh, aku malu" jawab Denna


"Baiklah sayang, ini" ujarnya sembari memberikan handuknya pada Denna


Setelah berganti pakaian, keduanya memutuskan untuk tidur. canggung, itulah yang di rasakan keduanya, padahal dulu mereka sering tertidur seranjang namun kali ini keduanya tampak sedikit malu-malu


"Ayo tidur" ajak Bende pada istrinya. Tak ada jawaban apapun dari Denna dan Bende beringsut mendekati Denna lalu memeluknya


"Bendefi..dh aa..apa yang" ucapnya gugup


"Biarkanseperti ini, aku hanya ingin memelukmu sayang. I love you my wife" ucapnya


"Love you to my husband" jawabnya


"Sayang.. Aku ingin menciummu, apakah boleh?" tanya Bende dan Denna mengangguk setuju

__ADS_1


__ADS_2