
Malam harinya, Rudy dan Livy mengajak Bende juga Denna untuk makan malam di apartement nya.
Tidak memiliki maksud tertentu, Rudy hanya merasa rindu dengan waktu mereka saat belum beristri dimana dirinya, Bende juga Dr. Willy begitu dekat bak saudara
" Bagaimana kabar temanmu si Dokter itu Bend? " tanya Rudy pada Bende sedangkan Livy dan Denna asyik bercerita berdua
" Dia berubah menjadi seorang dokter sekarang, penyelamat untuk pasien-pasiennya " jawab Bende
" Mengingat dulu, rasanya sangat mustahil kau dan aku memiliki kehidupan secerah ini "
" Ya, aku ingat betapa berandalnya kita dulu " jawab Bende sembari mengingat dirinya yang dulu.
Bende, Rudy dan Willy adalah teman sejak kecil. Mereka bertiga tumbuh bersama, ketinganya dulu sering bergonta ganti wanita namun Rudy dan Willy sangat parah hingga sering menghabiskan malam dengan beberapa wanita namun tidak dengan Bende. Ia hanya menyewa wanita bukan untuk menuntaskan nafsunya namun hanya untuk dijadikan teman tidurnya
" Hanya satu yang berubah darimu Bend " ujar Rudy
" Tidak lagi menyewa wanita " jawab Bende kemudian Rudy tertawa
" Ya kau benar hanya itu " balas Rudy
Kemudian mereka lanjut mengobrol dan membahas hal-hal lain hingga larut malam, tidak ada yang sadar bahwa waktu sudah menunjukkan pukul 23.22 dini hari
Hingga saat layar handphonenya menyala karena notif masuk, Bende baru menoleh dan menyadari bahwa sudah tengah malam
__ADS_1
" Wife, ayo pulang ini sudah tengah malam " ajak Bende pada istrinya
" Sudah jam 11 malam lebih, itu bahkan tidak terasa " ujar Livy
" Aku dan Denna harus pulang. Tidak baik untuknya tidur larut malam " ujar Bende berpamitan
" Rumah kita hanya disamping ini, jangan terlalu berlebihan " bantah Denna
Sementara Livy hanya tersenyum melihat itu
Bende tak memperdulikan ucapan istrinya dan kemudian keduanya bergegas kembali ke apartementnya
" Cuci kakimu dulu, susumu belum kau minum! " tegur Bende saat Denna berjalan menuju kamar
Bende keluar dari kamar mandi dan menghampiri istrinya yang tengah meminum susunya " Sudah? " tanya Bende
Denna menoleh kearahnya, melihat rambut basah Bende membuat fikirannya traveling, entah mengapa semenjak hamil Denna lebih bergairah
Bende mendekatkan tubuhnya ke arah Denna, mencium singkat kening istrinya hal itu semakin membuat bulu kuduknya merinding
Kemudian dengan berani Denna ******* bibir Bende dengan pelan sehingga membuat Bende panas dingin di tengah malam itu
Ci*man itu terlepas hingga membuat raut kekecewaan dalam diri Denna " Kau sangat nakal wife " ucap Bende
__ADS_1
" Aku ingin bermain disini " ucap Denna
" Kau sangat suka bermain di tempat yang menantang " balas Bende kemudian ia mendudukkan Denna di atas meja dapur mereka
Setelahnya ia kembali meraup bibir Denna menyes*p nya penuh rakus, tangannya kini beralih mencoba melepaskan pengait kedua benda kenyal padat itu
Tak tinggal diam ci*mannya turun ke leher jenjang Denna membuat banyak tanda disana kemudian turun semakin kebawah hingga sampailah di depan inti milik sang istri
Dengan gencar Bende mulai melepaskan penutup itu dari sana dan memainkannya dengan lihai menggunakan lidahnya
Tubuh Denna kini menggelinjang akibat ulah suaminya " Shhhh Bendefidhh.. " erangnya
Tak mau hanya menikmati, kini Denna membalik posisi hingga tubuhnya berada di atas dan melakukan hal yang sama seperti yang Bende lakukan padanya
Bende memejamkan matanya saat Denna begitu lihai memainkan hasratnya yang sudah di ujung hingga membuatnya begitu frustasi
" Dennahh.. " erangnya dengan mata terpejam
Denna memulai kegiatan mereka, menggoyangkan pinggulnya dengan ritme pelan mencari kenikmatan dari permainan yang ia pimpin
" Ahhhh.. jangan terlalu cepathh kau sedang hamil hahh.. " ucap Bende saat merasakan Denna bermain dengan cepat diatasnya
Denna tak memperdulikan hal itu dan terus memompanya dari atas hingga membuat Bende kalang kabut
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak! Next >>...