
Saat panggilan telepon di tutup, Denna melanjutkan makan apelnya dengan lahap tanpa menoleh Bende sedikitpun
Bende yang melihatnya hanya keheranan, apa memang selabil ini sifat wanita yang sedang hamil? pikirnya
" Sayang kau mau ikut pergi ke Jerman? " tanya Bende pada istrinya yang tengah mengunyah apel
" Ada apa? "
" Aku harus menghadiri rapat tahunan yang di adakan di sana, jadwalnya 4 hari lagi. Jika mau kita berangkat besok "
Denna mengangguk setuju, ia tidak mau sendirian meskipun Bende pergi hanya 4 hari
" Apa kau kuat? bagaimana dengan bayinya? " tanya Bende
" Tidak tahu, semoga saja kami berdua kuat. Iyakan sayang? " tanya Denna dengan mengelus perut buncitnya
" Kita harus mengontrol kondisimu dan anak kita dulu "
" Bendefidh aku tidak suka aroma rumah sakit " bantah Denna cepat
" Dokternya yang kesini " jawabnya singkat
.
.
Keesokan harinya, Bende dan Denna telah berada di dalam pesawat akan terbang ke Negara Jerman.
Sesuai instruksi Dokter, karena kandungan Denna kuat jadi dia diperbolehkan ikut Bende namun tetap harus hati-hati dan menjaga asupan tepat waktu selagi di perjalanan.
" Bendefidh.. " seru Denna pada suaminya yang duduk di sebelahnya
__ADS_1
" Kenapa sayang? "
Denna tampak malu-malu dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Bende " Aku mau.. " ucapnya dengan memainkan kancing baju Bende
" Mau apa? kau lapar? " tanya Bende
Denna menggelengkan kepalanya cepat dan membisikan sesuatu pada suaminya. Sontak saja Bende kaget dan melihat ke arah sekitar. Semua penumpang tengah tertidur
" Tidak bisa menunggu sampai di apartement di Jerman nanti? " tanya Bende hati-hati
" Aku ingin sekarang! " ucapnya dengan air mata yang sudah membendung
" Sayang.. bagaimana jika semua orang terbangun " ucap Bende, ia tak habis pikir dengan keinginan istrinya yang kali ini
Denna diam memalingkan wajahnya pertanda merajuk, ia mengusap air matanya pelan dan menatap ke arah luar sembari mengelus perut buncitnya
Bende tampak berfikir keras, bagaimana mereka melakukan hal itu di dalam pesawat
" Wife.. " seru Bende namun tak ada jawaban, Denna malah menangis karena keinginannya tidak terpenuhi
Dengan cepat Denna duduk di pangkuan Bende, beruntung ia memakai dress jadi Bende bisa menyingkapnya dan menutupkan selimut pada tubuh Denna di bagian belakang. Keduanya melakukannya di dalam pesawat kali ini dengan sensasi berbeda dengan Denna yang berada di atasnya
" Shhhh.. " lenguh Denna saat milik Bende memasuki miliknya
Bende menggerakkan miliknya dengan ritme pelan dan hati-hati, ia tak mau menyakiti keduanya sedangkan Denna terus melenguh di atasnya menikmati permainan Bende yang menggerakkan miliknya dibawah sana
" Ahhhh.. Bendefidhhhh.. "
" Pelankan suaramu sayang nanti ada yang bangun " tegur Bende
Denna mendekatkan wajahnya pada Bende meraih bibirnya, kali ini wanita itu sangat nakal dan berani memimpin. Ia menggoyangkan pinggulnya mencari kenikmatan tersendiri dengan ritme cepat
__ADS_1
Bende menahan pinggul Denna dengan tangannya " Pelankan gerakanmu atau sudahi disini! ingat kandunganmu " ucap Bende terengah-engah
Denna menurut dan bergerak pelan melanjutkan kegiatan gilanya di dalam pesawat, beruntung tidak ada Pramugari yang datang dan semua penumpang tengah tertidur dengan pulas
" Bendefidhhh.. a-akuhh ahhh.. "
" Bersamahh wife.. "
" Ahhhhh.. " lenguh keduanya panjang, Bende kembali mel*mat bibir sang istri pelan kemudian menghentikan permainannya
" Kau liar sekali " ucap Bende saat Denna jatuh lemas dalam dekapannya
" Kau tidak suka? " tanya Denna
" Aku sangat menyukainya sayang, sudah cukup okey kita lanjutkan saat sudah sampai nanti " ucap Bende kemudian ia membenahi pakaiannya juga Denna
Denna menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami dan tak lama kemudian ia tertidur pulas. Bende tersenyum menatap ke arahnya kemudian mengelus perut buncit istrinya
" Kau tampak lelah oleh permainan liarmu sendiri " gumam Bende tersenyum kemudian beralih mengelus kepala istrinya
Akhirnya setelah melewati penerbangan selama 1 jam 30 menit mereka tiba di Negara Jerman
" Sayang bangunlah kita sudah sampai " ucapnya pelan membangunkan sang istri dari tidur lelapnya
Denna terbangun pelan kemudian melihat sekitarnya, mereka telah tiba. Perjalanan pun tak terasa lama karena tidurnya, kemudian mereka menuju apartement yang sudah di siapkan anak buah Bende di Apartments Rosenthal Residence, kota Berlin, Germany
Setibanya di sana, keduanya bergegas mandi dan membersihkan diri karena pertempuran panas mereka di pesawat tadi kemudian merebahkan diri untuk beristirahat dari perjalanan yang cukup panjang
Denna duduk di atas kasurnya dan meluruskan kaki jenjangnya, terasa pegal karena perutnya semakin berat. Tak lama Bende keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju santainya
" Ada apa hm? " tanya Bende kemudian mendekat
__ADS_1
" Pegal " jawab Denna singkat
Bende duduk di hadapan istrinya, melemparkan handuk yang sehabis ia pakai untuk mengeringkan rambut. Kemudian beralih memijat kaki sang istri pelan meskipun ia tak mempunyai keahlian memijat namun Denna merasa lebih baik setelahnya.