Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 27


__ADS_3

Setelah melalui hari yang panjang juga melelahkan, pasangan dua manusia itu mengistirahatkan diri di ruang tv tengah berduduk santai sembari menikmati cemilan.


"Huhh Bendefidh aku sangat lelah" keluhnya dengan merentangkan kedua tangannya


Dengan gerak cepat Bende langsung menurunkan tangan Denna sigap dan membuat Denna sedikit meringis kesakitan


"Bendefidh!! aduhh" keluhnya dengan mengusap pundaknya


"Kau sengaja menggodaku?" tanya Bende dengan mendekatkan mukanya


"Menggodamu? apa aku memakai baju sexy seperti wanita-wanita malammu itu? tidak bukan?" bantahnya


"Jangan seperti itu, aku bisa bangun nanti" ucap Bende, sedangkan Denna mengikuti arah pandang Bende yang mengarah ke dadanya


Dengan gerak cepat Denna langsung mengambil bantal sofa dan memelukannya agar menutupi kedua bukit kembar miliknya


"Mesum!!" ucap Denna lalu berlalu ke dapur meninggalkan Bende sendiri di depan tv


"Sungguh, aku sangat tersiksa. Dia menyembunyikan sesuatu yang indah di balik baju longgar yang selalu dia kenakkan" batin Bende sembari menatap Denna yang melangkah meninggalkannya ke dapur


Denna yang berada di dapur tengah mengambil air putih karena ia merasa haus , saat ingin meminumnya Bende datang mengagetkannya segingga air itu tumpah membasahi bagian dadanya


Bende yang melihat benda kenyal nan padat berisi itu agak kesusahan meneguk salivanya, matanya tak berhenti menatap gunung kembar yang tercetak jelas meskipun dibalut kain penutup yang di kenakkan Denna.


Saat bersamaan pun Dava datang karena ia ingin membuat kopi untuk me-relax kan dirinya. Sontak Bende menarik Denna ke pelukannya hingga benda kenyal itu menempel ada tubuhnya. Karena ia tak mau jika Dava melihatnya


"Apa yang kau lakukan Dava?" tanya Bende, Dava nampak salah tingkah di buatnya karena tuan mudanya itu tengah di tempat yang sama dengan gadisnya


"Tuan Muda, saya ingin membuat secangkir kopi" jawab Dava


"Keluarlah dulu!" perintah Bende yang langsung di angguki Dava

__ADS_1


Sontak Denna menjauhkan tubuhnya dari Bende


"Kenyal-kenyal" goda Bende dengan senyum sumringan


"Ish Bendefidh!!" mukanya memerah menahan malu


"Sayang.. apa kau akan kembali ke kamar lalu melewati Dava dengan pakaian basah seperti itu?" tanya Bende yang menghentikan langkah Denna


"Lalu? bagaimana?" tanya Denna dengan tetap menyilangkan kedua tangannya


Hingga akhirnya tak ada pilihan Bende menyuruh semua anak buahnya termasuk Dava untuk menutup matanya sampai ia perintahkan jika ia sudah boleh membuka mata.


"Jika ada yang membuka mata, kalian akan ku pecat!" ancam Bende


Denna terus berjalan dengan langkah cepat dengan tetap menyilangkan kedua tangannya, hingga beberapa menit kemudian ia sudah tiba di kamarnya dan mengganti pakaiannya.


"Silahkan buka mata" perintah Bende, semua anak buahnya merasa bertanya-tanya sebab apa yang membuat mereka harus menutup mata selama beberapa menit


"Ayo ke rumah Bunda" ajak Bende pada Denna


"Benarkah? sekarang?" tanyanya dengan tatapan berbinar bahagia


"Iyaa, ayoo" ajak Bende


Dengan langkah cepat dan semangat ia mendahuli Bende berjalan. Ia nampak sangat gembira pasalnya ia jarang berkunjung semenjak tinggal satu atap dengan Bende


Setelah menunju kurang lebih 1 jam perjalanan, mereka tiba di sebuah rumah sederhana. Dengan langkah semangat Denna mengetuk pintu


Tokk.. tokk.. tokk


Selang beberapa menit pintu rumah itu terbuka, terlihatlah seorang wanita yang tengah tersenyum lebar menatap ke arahnya

__ADS_1


"Bundaaaa" pekik Denna lalu memeluk sang Ibu


"Sayangkuu.. Bagaimana kabarmu. Masuk nak ayo masuk" ayak Bunda Wati kepada keduanya


Di depan Bende, Bunda Wati membanjiri ciuman di muka Denna.


"Bund, Bende bahkan belum pernah menciumnya" batin Bende berkata


"Kau nampak sedikit lebih montok dari biasanya De" tegur Bundanya tatkala ia melihat perubahan pada tubuh anaknya


"Apa Denna terlihat gemuk?" tanya Denna pada sang Ibu


"Tentu saja, kau makan terus. Tapi memang benar apa yang di katakan Bunda, kedua bukit kembar itu tampak lebih padat dan menantang" batin Bende terus berkata


Tak lama muncullah Ayah Aldi dengan menyambut keduanya, mereka mengobrol hingga larut malam. Saat waktu menunjukkan pukul 11 malam. Bende mengajak Denna kembali untuk pulang


"Apa tidak menginap disini saja? ini sudah larut malam nak" tegur Ayah Aldi


"Besok Denna dan Bende harus bekerja Ayah. Denna janji akan sering berkunjung"


"Segeralah menikah, agar Ayah cepat mempunyai cucu" ucapan Ayah Aldi membuat Bende tersenyum kegirangan hatinya berbunga-bunga mendengar ucapan itu dari calon Ayah mertua


"Ayahh.." ucap Denna tampak malu-malu


"Bunda juga mengharapkan hal yang sama nak" tambah Bunda


"Semua akan terjadi sesuai dengan keinginan kalian, Bende dan Denna pamit dulu. kasihan pak Asep menunggu lama" ulang Bende yang langsung di balas anggukan oleh keduanya


Setelah meninggalkan rumah itu, mereka kembali ke rumah dengan menempuh perjalanan 2 jam karena kemacetan akibat ada kecelakaan beruntun.


Denna yang tertidur lelap di pelukan Bende tak bergeming, hingga Bende menggendongnya ala bridal style ke kamarnya.

__ADS_1


"Beginilah saat kau sedang tidur, sangat kebo" ucapnya dengan menyelimuti Denna lalu berjalan keluar dan mengistirahatkan dirinya. Hingga keduanya tertidur di kamar masing-masing dengan raut kelelahan.


__ADS_2