Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 120


__ADS_3

Setelah beberapa menit tangis Denna tak lagi terdengar dan Bende mulai berangkat ke kantor


Ia membawa Benni supaya Denna bisa beristirahat dirumah supaya mood istrinya baik, ia paham Denna kelelahan meladeni sang anak yang sangat aktif


Sepeninggal Bende, Denna kembali mual-mual di wastafel dapur


" Hueekk.. huekkk.. "


Beberapa maid mendengar langsung mendekati Denna, seisi rumah itu sangat mahir berbahasa Indonesia


" Nyonya apa anda baik-baik saja? " tanya Bibi yang bernama Noise


" Bi tolong ambilkan minyak angin hueekkk.. "


Sejak tadi yang keluar dari perutnya hanyalah cairan bening, Bibi Noise mengoleskan minyak angin pada tengkuk Denna perlahan


Melihat cairan itu, membuat Denna mengingat tanda-tanda saat ia hamil Ben di Jerman lalu


" Apa mungkin aku hamil? " gumamnya pelan


Kemudian ia mengingat sesuatu, ia sudah telat 2 bulan lalu buru-buru mencari testpack dan mengetesnya


Garis dua! ia kini tengah hamil anak kedua. Bi Noise yang melihat itu tersenyum bahagia


" Selamat ya Nyonya untuk kehamilan yang kedua ini " ujar Bi Noise


" Terimakasih Bii, bisa bantu saya duduk? pusing sekali "


Kemudian Denna duduk merebahkan kepalanya diatas meja dengan di dampingi Bibi Noise


Siang harinya di temani oleh supir Denna mengecek ke RS terdekat

__ADS_1


" Congrats, you are pregnant Ny. Wilson " ucap Dokter yang diketahu namanya Hanna


Setelahnya Denna di beri obat pereda mualnya dan kemudian pamit pulang, di perjalanan ia mengelus perutnya dengan senyum bahagia tak terasa kini ia on the way akan menjadi ibu dua anak


Sesampainya dirumah, ia kembali masuk kamar dan merebahkan diri, tiba-tiba kepalanya sedikit pusing lalu mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang.


Sementara di kantor..


Bende tengah fokus dengan beberapa dokumen di tangannya, dengan gemasnya babby Ben duduk di pangkuan sang Daddy dengan anteng layaknya sorang pimpinan yang sedang bertugas


" Ayo jagoan, kau harus tanda tangani ini " ujar Bende kemudian ia mendudukkan Ben di atas meja kerjanya


Melihat sang anak begitu asyik membuatnya menyungging senyum


Tak berselang lama Asisten Dava datang dengan membawakan susu untuk Ben " Tuan Muda biarkan saya mengambil Ben " ujar Asisten Dava


Bende menganggukkan kepalanya pelan lalu beralih pada berkas-berkas itu


" Jika saja wanita itu tidak menghianati mu, mungkin kau telah bahagia bersama anak istrimu sekarang Dav.. " gumam Bende bicara didalam hatinya


Mengingat bahwa Asisten Dava selalu menemaninya kemana-mana, jasa pria itu sangat membantunya. Bahkan dari sekian banyak yang bekerja dengannya tidak ada yang sama seperti Asisten Dava


Kemudian ia membuyarkan lamunannya dan bergegas menyelesaikan pekerjaannya dengan teliti


Sekitar 40 menit berlalu, ia membereskan semuanya dengan cepat dan kembali melihat keduanya,


Benni tertidur nyenyak di sofa bersama susu di tangannya sedangkan Asisten Dava fokus ke IPadnya mengecek berkas yang dikirimkan padanya namun tetap mengawasi Ben


" Kau sudah selesai? " tanya Bende pelan takut membangunkan tidur anaknya


" Sudah, saya hanya mengecek berkas yang dikirimkan " jawab Asisten Dava

__ADS_1


Bende menundukkan dirinya, memakaikan jaket Ben dan menutupi mukanya kemudian beranjak pulang dengan diiringi Asisten Dava di belakang dengan membawa tas Bende


Begitu banyak pasang mata yang menatap Tuan Muda itu, bahkan tak jarang ada yang bertanya-tanya seperti apa muka anak dari CEO perusahaan itu.


Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit mereka tiba di rumah, maid sudah bersiap membukakan pintu untuknya


Semenjak kejadian tahun lalu, kini mereka bekerja lebih cekatan takut akan kecolongan oleh Bende seperti dulu


Dalam gendongan Bende saat berada di garasi dan akan masuk kedalam, babby Ben ternyata bangun dari tidurnya dan menampakkan wajah tampannya



...{ Ilustrasi }...


Semua orang yang melihat Ben di balik jaket lucunya membuat mereka ingin mengambil alih dari gendongan Bende


" Ah gemas sekali Tuan Kecil " ucap maid yang meleyot melihat ketampanan babby Ben


" Ada apa? " tanya Bende melihat semua maid terlihat aneh


Mendengar suara itu mereka semua terdiam tak berani menjawab, padahal Bende hanya bertanya


Kemudian ia menuju lantai 2 memasuki kamarnya, melihat Denna yang tertidur dengan selimut tebalnya membuat Bende sedikit bingung


Lalu bergerak duduk di atas ranjangnya dengan Ben yang ia dudukkan di samping Denna


" Tumben sekali dia tidur seperti ini, apa dia demam " gumam Bende, namun menatap kening istrinya ternyata tidak panas


" Wife.. " lirihnya pelan membangunkan tidur sang istri


Denna mengerjapkan matanya mendengar panggilan itu " Hmm.. sudah pulang? maaf aku tertidur " ujar Denna

__ADS_1


Setelahnya ia bangun dan mencuci mukanya kemudian beralih membantu Bende melepas jas juga dasinya seperti biasanya


__ADS_2