
Di perjalanan pulang menuju apartement Asisten Dava yang duduk di sebelah Bende tak berani menegurnya lebih dulu, ia akan memberikan ruang untuk pria itu bertengkar dengan egonya sendiri yang sedari tadi menunjukkan muka datarnya
Asisten Dava lebih memilih membuka laptopnya mengecek laporan yang masuk satu persatu sedangkan Bende hanya diam menatap jendela luar mobil
Seiring dengan perjalanan keduanya hanya diam tanpa membuka suara, bahkan supirnya pun sedikit merasa canggung dengan keadaan
" Bisa kau tambahkan kecepatan mobilnya? " tanya Bende pada supir yang di depannya
" Ba-baik tuan " jawabnya setelah mendengar suara yang membuat bulu kuduknya merinding
Ia menambah kecepatan laju mobilnya sesuai yang di perintahkan dengan tetap melirik sekitar dan hati-hati. Akhirnya setelah melakukan perjalanan kurang lebih 5 jam 37 menit mereka baru tiba di kota Roma, Italia.
" Turunkan saya di depan kantor nanti, ada berkas yang akan saya cek " ucap Asisten Dava pada supir karena jalannya searah
" Ada hal penting? " tanya Bende
" Ya tuan, ada berkas yang harus saya selesaikan " jawab Asisten Dava
Saat tiba di depan kantor Asisten Dava turun kemudian Bende langsung bergegas pulang menuju apartement
Setelah menempuh perjalanan 20 menit ia tiba di apart bergegas masuk dan mencari keberadaan istrinya, namun keadaan tampak sepi didalamnya.
" Denna!! " serunya merasa di setiap sudut ruangan ia tak menemukan keberadaan sang istri
" Denna!! " serunya lagi, namun tidak ada jawaban sama sekali
__ADS_1
" Dennastasya Yura Reginaldo! "
Bende mengecek kamar namun tak menemui istrinya disana dan bergegas mencari ke ruangan lain dengan terus memanggil namanya
" DENNA!! " teriaknya kali ini bahkan lebih keras dari sebelumnya, Bende mencari ke arah dapur namun tetap saja tak menemukannya
" Ya Tuhan dimana kau! Kumohon jangan membuatku takut sayang " gerutuk Bende yang merasa panik juga khawatir
Bende bergegas bertanya pada staf apartement, terakhir mereka melihat Denna sedang membereskan ruang tamu setelah itu tidak melihatnya lagi
Emosinya sudah sampai di ubun-ubun seakan mau meledak, namun tak ingin terlalu lama menghabiskan waktu disitu Bende memilih keluar dan mencari sang istri.
Setibanya di ruang tengah ia menemukan sosok yang sejak tadi ia cari, dengan langkah cepat Bende mendekat dan memeluk tubuhnya erat
" Kemana saja kau? kau tahu aku panik mendapatimu tidak ada di dalam setiap ruang yang ku cari! " ucapnya cepat menabrak titik koma
" Aku makan bersama Cilla di restoran di depan, tadinya mau menunggumu tapi kau lama " balas Denna
" Cilla siapa? "
" Pengurus apart lantai 3 sayang.. " jawabnya lembut supaya suaminya itu tidak merasa panik
" Lain kali jangan membuatku khawatir kau mengerti? saat aku pulang aku harus melihatmu " ucapnya
" Tapi.. "
__ADS_1
" Aku tidak menerima bantahan wife! " tegas Bende
Kemudian Denna memilih mengalah dan menganggukkan kepalanya " Bagaimana urusanmu di kota Milan? " tanyanya yang berdiri di hadapan Bende sembari membuka dasi kemeja yang Bende kenakkan
" Begitulah.. semua saham ku tarik kembali " jawab Bende
" Lalu hubunganmu dengannya bagaimana Bendefidh bukankah kalian teman bisnis cukup lama bukan? " tambah Denna
" Memang, tapi aku tidak suka di curangi " balasnya dingin
" Sepertinya suamiku ini sangat lelah " ucap Denna dengan melepas jas yang Bende kenakkan
" Kalau begitu beri aku energi lagi " jawab Bende dengan sumringan
" Baiklah.. tapi bersihkan dulu tubuhmu dan gantilah baju " balas Denna
Mendengar itu Bende memajukan kepalanya berniat ingin mengecup bibir sang istri namun Denna menghindar memundurkan tubuhnya
" No, lakukan yang aku suruh tadi " bantah Denna
Bersambung..
Hi guys, ga henti-hentinya disini author minta dukungan kalian biar semakin semangat up nya. Terimakasih untuk yang sudah memberi komentar baik juga semangat dari kalian.
I love you banyak-bayak 💝 hihihi😅
__ADS_1