
Saat Bende akan beranjak keluar dari kamar Denna, ia mendengar dering hp dari nakas disamping ranjang Denna.
Bibiku Tersayang, nama yang tertera di layar hp Denna. Tanpa ragu Bende langsung mengangkatnya
"Assalamu'alaikum Denna"
^^^"Wa'alaikumussalam. Ini Bende bii, Denna sedang tidur"^^^
"Nak Bende? Kalau Denna bangun, sampaikan bahwa bibi menelfon. Tolong jaga Denna dengan baik ya nak" pinta Bibinya dengan suara lembut
^^^"Bende akan menjaganya"^^^
"Terimakasih, bibi percaya sepenuhnya padamu"
^^^"Baik bii, Bende harap bibi tidak marah padaku karena anak gadis bibi Bende culik" canda Bende^^^
"Ah kau ini, bibi tutup dulu ya. Bibi harus ke butik"
Setelah selesai berbicara pada bibinya Denna, Bende keluar kembali ke ruang kerjanya untuk mengecek berkas-berkas penting hingga ia tertidur.
Sudah jam 6 sore, Dava mengecek keadaan seluruh penjuru mansion, ia tak mau kecolongan lagi dalam bekerja. Karena bagaimanapun keluarga Wilson adalah tunjangan hidup baginya sejak dahulu.
"Dimana tuan muda" gumamnya dengan terus berjalan memeriksa ruangan satu per-satu
Dava mendekat ke arah ruang kerja Bende yang pintunya terbuka lebar. Saat tiba di depan pintu ia melihat bossnya tengah tertidur dengan raut muka yang kelelahan
"Tuan muda, bangunlah" tegurnya dan Bende langsung membuka matanya
"Tolong perintahkan Hilda siapkan air hangat, aku ingin mandi"
"Baik tuan muda" jawabnya
"Dava! Pukul berapa kita akan ke mansion A. Wilson?" tanya Bende
"30 meniit lagi kita harus berangkat tuan" jawabnya
"Ada hal penting apa yang akan di bicarakan, kenapa harus di mansion A. Wilson" gumam Bende
Beberapa menit kemudian ia sudah rapi dengan pakaiannya
"Bersiaplah, kau harus ikut bersamaku" ucap Bende pada Denna
"Kemana?"
"Ke rumah induk Wilson" balas Bende
__ADS_1
"Tidak mau, aku disini saja Bendefidh" bantah Denna dengan menggelengkan kepalanya
"Ku mohon jangan membantahku sayang" ujarnya lembut. Hingga akhirnya mau tak mau Denna harus menurutinya
.
Sesampainya di Mansion A. Wilson
Bende dan Denna memasuki mansion utama, sesampainya disana ia di kejutkan dengan seluruh keluarga besarnya yang sudah ada di sana.
Saat berada di pintu utama, Denna melihat sebuah bingkai besar.
"Bendefidh.. itu foto siapa?" bisiknya pada Bende
"Orangtua papa sayang" jawabnya. Denna mengangguk mengerti
"Bende, kau tidak merindukan kakakmu ini?" tanya seorang pria yang tib-tiba muncul dihadapannya
"Bendriko? kapan kau pulang?" tanya Bende dengan tetap bersikap dingin
"Kemarin malam, karena tiba-tiba mama menelfonku untuk pulang" jawabnya
"Oh begitu. Ini gadisku, De.."
"Dari mana kau tahu?"
"Bende, seisi mansion ini sudah tahu bahwa dia gadismu. Mama yang menceritakannya"
"Oh" jawab Bende acuh sedangkan Denna hanya diam
"Kenalkan, aku Bendriko Praditya Wilson kakak tertua Bende" ucapnya menjulurkan tangan pada Denna
Denna terkejut, ternyata selain Bendi, Bende memiliki satu kakak laki-laki lagi
Saat ingin membalas jabatan tangan Bendri, Bende langsung gerak cepat menjabat tangan Bendri "Dennastasya Yura" ucap Bende
"Bende, aku ingin berkenalan dengan calon adik iparku"
"Jangan menyentuhnya" cegah Bende
"Bendri! kemari bantu papa sebentar" teriak Elson, hingga Bendri berlalu meninggalkan mereka berdua
"Daddy.." sapa seorang anak berumur 6 tahun, ia mendekat ke arah Bende
"Hey boy, apa kabarmu?" Bende mendudukan anak kecil itu di pangkuannya
__ADS_1
"Kabar Ken baik, Daddy kenapa tidak mengunjungi Ken lagi?" tanya anak itu yang bernama Ken
"Sorry boy, Daddy sangat sibuk di Indonesia" jawabnya
Sedangkan Denna membinarkan matanya, Daddy? banyak pertanyaan yang terlintas di otaknya "Apa Bende pernah menikah sebelumnya? mempunyai anak dan bercerai?" isi otak Denna
"Hallo aunty, you so beautiful" sapa Ken kepada Denna
"Thank you sayang" balas Denna dengan senyumnya
"Sayang, jangan berfikir bahwa aku sudah menikah. Ken adalah putra pertama Bendri" jelas Bende
"Kenapa dia memanggilmu Daddy? bukankah seharusnya Om?" tanya Denna lagi
"Harusnya begitu, tapi ia membiasakan dirinya sendiri memanggilku & Bendi Daddy juga"
"Ohh baiklah, aku percaya" jawab Denna
"Ken, kenalkan dirimu pada Mommy" suruh Bende pada Ken
"Mommy?" tanya Ken dengan kebingungan sedangkan Denna membulatkan matanya tak percaya
"Panggil aunty yang di samping ini Mommy, karena dia akan jadi istrinya Daddy. Kau mengerti boy?"
"Okay Dad. Hello Mommy, my name is Bender Kennath Ditya Wilson" ucap Ken, ia sangat pandai berbahasa Inggris
"Hallo sayang" balas Denna dengan senyumnya
"Dad, Ken ingin memeluk Mommy" adunya pada Bende
"Kemarilah.." Sapa Denna, dan dengan semangat Ken berpindah pada pangkuan Denna dan memeluknya
Denna mengusap kepala Ken dengan telaten hingga Ken tertidur, ia menatap muka anak yang tertidur di pelukannya. Sangat tampan, tidurnya sangat damai. Seluruh keluarga menyaksikan sikap keibuan Denna, hanya dalam beberapa jam ia berhasil merebut hati semua orang.
"Bende, dimana Mommynya?" tanya Denna pada Bende
"Nama mommynya Adinda, ia meninggal dua tahun lalu di Los Angeles saat berlibur dengan Bendri dan meninggalkan Ken di rumah mama. Selama ini Ken dan Bendri tinggal di Inggris karena bisnis Bendri berkembang disana hingga mereka berdua menetap tinggal di Inggris" jelas Bende
"Kau tahu? aku langsung jatuh cinta pada Ken, sikapnya sangat manis. Aku akan menjadi Ibu untuknya" jelas Denna dengan mengusap lembut kepala Ken yang tertidur nyaman di pangkuannya
"Sayang! Kau hanya akan menjadi Ibu dari anak-anakku!" ucap Bende
"Bendefidh.. maksudku bukan seperti yang kau fikirkan" jawabnya
"Ken? apa dia tertidur" tanya Bendri yang datang bersama Bendi dan seorang perempuan
__ADS_1