
" Sampai bertemu kembali " ucap Bonanno dan Lucchese yang kemudian melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu
Sementara Asisten Dava yang telah sampai di atap melihat dengan teropong nya, saat melihat mobil hitam mengkilat milik Bende tiba. Ia lantas turun menaiki lift menuju kamar Bende dan menunggunya disana
" Ini bahkan lebih cepat dari yang aku bayangkan " ujar Bende saat ia melihat Asisten Dava yang menunggunya di depan pintu kamar
" Tuan, berita ini akan cepat menyebar ke berbagai penjuru negara. Saya khawatir berita ini akan sampai pada Noona Denna "
" Aku paham ucapanmu, tenang saja aku sudah mengatasi semuanya " balas Bende
" Baiklah tuan " kemudian Asisten Dava pamit permisi keluar menuju kamarnya
Sepeninggal Dava, Bende membersihkan diri dan membuang pakaian yang dia kenakkan karena kotor akibat percikan darah pembunuhan berantai pada anak buah Marvino
Setelah selesai dengan kegiatannya ia mengambil ponselnya dan menghubungi Bendi
" Sudah lama aku menunggumu menghubungiku sialan! " umpat Bendi di seberang telepon, ia langsung meluapkan kekesalannya pada adiknya itu
" Bagaimana keadaan gadisku " ucapnya enggan menanggapi gerutukan Bendi
" Dua hari ini aku sering melihatnya terbangun tengah malam saat aku dan Nayla begadang mengurus Gio "
Bende terdiam, ia paham apa yang terjadi pada gadisnya. Sudah di pastikan bahwa ia pasti susah tidur, Bende hafal betul kebiasaan Denna
" Ku mohon jaga dia Bendi " ucap Bende
" Mana mungkin aku membunuhnya, apa kau gila! " entah mengapa Bendi lebih emosional dari biasanya
" Jangan berteriak padaku sialan! " balas Bende tak kalah tajamnya
__ADS_1
" Bagaimana urusanmu? Apa situasinya tidak aman, apa perlu aku terbang ke Italy besok? " tanya Bendi mengalihkan pembicaraannya
" Sudah selesai, aku akan segera pulang " jawab Bende enteng
" Besok? " tanya Bendi lagi
" Berikan hp mu pada gadisku, aku ingin bicara "
" Baiklah tunggu sebentar "
Kemudian Bendi beranjak keluar dan memberikan hp nya pada Denna
Denna yang menerima panggilan itu hanya terdiam, ingin sekali ia menangis dan mengadu pada pria angkuh di depannya itu
" Bagaimana kabarmu? " tanya Bende sembari menatap wajah Denna
Panggilan keduanya beralih pada videocall
" Apa yang terjadi Denna? " tanya Bende, ia ingin sekali memeluk tubuh gadisnya itu
" Pulanglah dan bawa aku bersamamu hiks.. " akhirnya bendungan yang ia tahan kini tertumpah sudah
" Sayang.. " panggil Bende pelan sementara tangis Denna semakin tak tertahan
" Kepalaku sakit Bendefidh, tidak nyaman dan susah sekali tidur hikss.. hikss.. " adu nya pada Bende
" Aku akan segera pulang, bersabarlah okey? "
Denna merebahkan tubuhnya dan meletakkan hp milik Bendi di sampingnya
__ADS_1
Sekarang posisi nya sambil tiduran
" Apa pekerjaanmu belum selesai? Kapan kau menjemputku? Masih lama pekerjaanmu selesai? Aku ingin kau membawaku bersamamu, atau aku harus ke Italia sendirian menyusulmu kesana? Tak apa jika kau tak bisa menjemputku " celoteh Denna panjang lebar
" Jangan coba-coba kesini sendirian, bersabarlah sedikit lagi aku akan pulang " ucap Bende
Denna enggan menjawab, ia menyembunyikan wajahnya pada bantalnya dan menangis terisak disana
Entah apa yang gadis itu rasakan namun sekarang posisinya ia serba salah
" Denna.. " panggil Bende lirih
Gadis itu diam tak menanggapi ucapannya, Bende tetap memperhatikannya meskipun ucapannya tidak dijawab oleh Denna
" Kau sangat cepat tertidur jika selesai menangis " ucap Bende lirih
Kemudian ia menghubungi nomor Nayla, menyuruhnya mengambil handphone milik Bendi di kamar gadisnya.
Lalu panggilan itu berakhir.
Sementara di sisi lain, Asisten Dava tengah di sibukkan dengan berita Italia tentang hancurnya Mansion besar milik keluarga Moreno, namun berita itu mengatakan bahwa belum diketahui siapa dalang dari itu semua
" Tuan Muda bergerak sangat cepat, ia bahkan berhasil menutup dirinya dari media. Ku akui kau sangat cerdas tuan " gumam Asisten Dava
" Ya aku tahu, jadi cepatlah bersiap kita harus kembali ke Indonesia " ucap Bende menyahuti ucapan Asisten Dava tadi
" Malam ini? " tanya Asisten Dava menaikkan kedua alisnya
" Ya! " balasnya lalu keluar menuju kamarnya
__ADS_1
Bende sudah tidak bisa menunggu lagi, ia sangat merindukan gadisnya. Akhirnya ia terbang kembali ke tanah air bersama Asisten Dava.