
Saat selesai mengganti rok nya dengan celana panjang berbahan karet bagian pinggang ia kembali merebahkan diri kasur pada paha Bende yang tengah berkutat menyelesaikan pekerjaannya
" Coba lihat sini " ujar Bende
Denna berdiri di hadapan Bende dengan perutnya yang sudah kelihatan itu
Bende menarik pinggang celana Denna " 6 bulan kedepan pakai celana seperti ini, pakai pakaian yang longgar, tidak boleh memakai heels, jika kau ingin terlihat sexy maka hanya di depan suamimu saja, kau mengerti wife? "
" Bendefidh.. tap- "
" Tidak ada bantahan " tegas Bende
Denna manut saja, berkompromi dengan Bende sangat susah. Dari pada memacu keributan ia memilih mengalah dan menurut, toh semuanya demi dia juga anaknya
" Kau mengerjakan apa? " tanya Denna kemudian duduk bersandar pada lengan Bende
" Sayang ambilkan pulpen di sampingmu " ujar Bende kemudian Denna memberikannya
Denna memperhatikan suaminya sejak tadi, ia duduk di sampingnya seperti wujud gaib yang tak terlihat
" Bendefidh.. ini weekend, tidak bisakah kau libur? beri waktu untukku. Baik di rumah ataupun di kantor sama saja ujungnya akan akan tetap bekerja " keluh Denna
Bende menoleh, memang benar yang di ucapkan Denna akhir-akhir ini ia sering sibuk menyelesaikan pekerjaannya
" 10 menit lagi okey? " tawar Bende
Denna tak menjawab, ia melangkah keluar kamar menuju lantai bawah. Ia ikut bergabung pada Bi Noise dan maid lainnya yang tengah asyik bersama Ben
" Lihat itu siapa yang datang " ucap Bi Noise kemudian Ben mengikuti arah pandangnya
" Myy.. my.. " seru Ben
" Apa sayang, sudah puas bermain bersama Bibi hm? " jawab Denna lalu ikut duduk bersama mereka semua di lantai
" Aduh Nyonya jangan duduk disitu " ucap Bibi yang lain lalu bergegas berdiri bermaksud mengambilkan kursi santai
" Tidak apa-apa Bi " ujar Denna mencegahnya
__ADS_1
" Nanti jika Tuan Muda tahu kami bisa di marahi Ny. "
" Saya yang akan mengatasinya, oh ya Bi Noise bisa temani saya ke depan. Tiba-tiba ingin pangsit goreng yang di jual disana " ujar Denna
Kemudian Denna menggandeng tangan mungil Ben dengan memakai maskernya ditemani oleh bibi Noise di sampingnya
Mereka berjalan kaki karena suasana sangat sejuk dan jaraknya tidak begitu jauh dari rumah
" Myy.. tuu "
( Mommy, itu ) tunjuknya pada bunga-bunga di jalan
" Tuan Kecil menunjuk bunga itu Ny. " ujar Bi Noise
" Ohh.. saya belum begitu paham ucapannya Bi "
Hingga sampailah mereka di tempat jajanan yang di jual di depan perumahan mereka dengan aneka berbagai makanan
Kemudian mereka berkeliling sebentar melihat-lihat, Ben sangat happy dibawa jalan-jalan seperti ini
Sementara di rumah
Bende menutup laptopnya dan bergegas turun mencari keberadaan sang istri, namun ia tak lagi melihat maid bersama Ben ketika tiba di lantai bawah
" Where is my wife? "
"Dimana istriku?" tanya Bende
" Ny. pergi keluar bersama Bi Noise dan Tuan Kecil "
" Kemana? ya Tuhan apakah kalian tidak mengerti situasi!! " bentak Bende
Kekhawatiran mulai menyelimutinya, bagaimana jika ada yang tahu bahwa Denna istrinya? mungkin para musuh Bende akan membahayakannya. Pikirnya
" Ny. jalan kaki Tuan, hanya di depan ini yang tidak jauh dari sini " jelas Bibi
Bende bergegas keluar untuk menyusul istri dan anaknya, mukanya merah padam karena marah pada seisi rumah yang tidak pernah mengerti dengan perintahnya
__ADS_1
Saat hendak keluar pagar, ia melihat Denna & Ben sedang berjalan gembira dengan senyuman di wajah keduanya diiringi Bibi Noise yang membawakan makanan yang Denna beli
Bende memperhatikan keduanya dari jauh, ternyata Denna memakai maskernya begitupun juga dengan Ben
" Lihat, itu siapa " ujar Denna pada Ben yang menunjuk ke arah Bende
Kemudian Ben berlari menuju Bende dengan langkah kecilnya, melihat itu Bende jongkok dan menangkap sang anak kemudian menggendongnya
" Sudah puas bermain di luar tanpa izin dariku? " marah Bende pada istrinya
" Bibi masuklah.. " ujar Denna pada Bi Noise dengan tersenyum
" Aku bicara padamu wife " ujar Bende
" Maaf, aku mengidam makan pangsit goreng jadi aku mengajak Bibi Noise pergi membelinya ke depan sekalian juga mengajak Ben jalan-jalan " jawab Denna menundukkan kepalanya
" Kenapa tidak menyuruh staf atau Dava, apa kau tahu betapa paniknya aku? "
" Maaf.. " balas Denna
Bende membawa Ben masuk ke dalam sedangkan Denna membuntuti dari belakangnya menuju kamar mereka
" Bendefidh.. " lirihnya
" Jangan ulangi ini aku tidak menyukainya " tekan Bende
" Maaf.." hanya itu yang mampu Denna ucapkan karena itu memang salahnya yang tidak izin terlebih dahulu
" Kau sedang hamil muda, tidak boleh lelah kenapa tadi jalan kaki? "
" Jaraknya tidak terlalu jauh dan cuaca sangat sejuk hari ini " jawab Denna, ia menunduk tak berani menatap Bende
" Apapun alasannya jangan lakukan hal ini lagi, mengerti wife? "
" Iyaa.. " tunduk Denna
Bende meraih tubuh sang istri dan memeluknya, ia merasa sangat khawatir.
__ADS_1