
" Tenanglah.. Katakan siapa yang menyakitimu, apa ada yang berani menyentuh mu hm? Katakan padaku akan ku habisi dia " ucapnya dengan mengelus surai Denna
" Sesak hikss.. hikss.. " jawab Denna singkat
" Sesak? Aku akan menghubungi Willy oke.. Tenanglah " Bende berusaha menenangkan gadisnya dalam dekapannya
" Sesak Bendefidh hikss.. Aku seperti ingin mati huhu.. "
" Hey, big no! tutup mulutmu apa yang kau katakan "
Bende membuka hp miliknya dan mencari nama Dr. Willy dan segera menghubunginya
" Kenapa lama sekali kau angkat telponku? Cepatlah datang kesini sialan! " ucap Bende, tanpa menunggu jawaban Dr. Willy ia langsung mematikan teleponnya sepihak
Ia merengkuh tubuh gadisnya dan mendudukkannya di atas pangkuannya di kasur dan mulai mengelus pucuk kepala Denna lembut
" Hey.. Sayang ku mohon berhentilah menangis "
" Sesak heuhh.. " tangis Denna terus menjadi
Tak lama kemudian seorang wanita datang, ia adalah Sheina adik Willy yang juga seorang dokter
" Sheina? Kenapa kau datang? " tanya Bende heran
" Willy sedang melakukan operasi di rumah sakit, jadi aku dimintan yang menggantikannya " jawab Dr. Sheina
" Lakukan tugasmu sekarang! " perintah Bende
__ADS_1
Dava yang baru tiba di mansion terkejut melihat keadaan yang terjadi, ia yang mendapat info dari salah satu maid sangat kaget
" Kau bisa berbaring Noona? " tanya Dr. Sheina
Denna menggelengkan kepalanya tanda tak bisa
" Berbaringlah sebentar, Sheina akan memeriksamu sweety "
" Tidak mau.. Akan semakin sesak hiks.. " tolaknya
" Baiklah Bend, tetaplah pada posisi seperti itu. Sangga tengah belakangnya aku akan memeriksanya " sahut Dr. Sheina
" Siapa namanya? apa dia wan- " tanya Dr. Sheina yang di potong cepat oleh Bende
" Dia kekasihku, jangan banyak bertanya periksalah dengan benar! "
" Tak ada penyakit apapun, kenapa ia merasa sesak? " lirih Sheina yang terdengar jelas di telinga Bende
" Keluarlah jika kau tidak bisa memeriksanya dengan benar! "
" Biarkan aku memeriksanya sekali lagi " ucap Dr. Sheina
" Keluar!! "
Dava yang mengerti situasi mulai memajukan langkahnya dan segera membawa Dr. Sheina keluar dari kamar Bende
Bende mengambil air di nakas sampingnya dan membenahi posisi Denna dan kembali menenangkannya lagi
__ADS_1
" Minumlah dulu, tenang okay " ucapnya lembut
" Hikss.. hikss.. " Tangisnya namun tetap minum air putih yang di berikan Bende
" Apa masih sesak heum? " tanyanya terus mencoba menenangkan gadisnya
Denna menganggukkan kepalanya " Tolong hikss.. Aku tidak nyaman Bendefidh tolong hikss.. Sesak " tangisnya semakin pecah
Melihat Denna yang terus merintih membuat Bende merasa bersalah, tidak ada yang bisa di lakukannya saat ini
Bende memperhatikan sekitar dada Denna, entah mengapa terlintas pikiran sedikit aneh di otaknya
Sedari tadi ia memeluk gadisnya, dadanya terasa sangat kencang hingga hal itu semakin membuatnya yakin
Kemudian, Bende melepaskan pelukan gadisnya dan membawa Denna ke kamar miliknya lalu menutup pintu dengan rapat. Karena pintu kamar Denna baru saja dirusak olehnya
Ia terus memangku Denna " Maafkan aku " lirih Bende lalu mulai menaikkan baju yang dikenakkan gadisnya
" Bendefidh kau mau apa hiks.. " ucap Denna di sela tangisnya
" Aku tidak akan macam-macam percayalah okey hm " yakinnya
Hingga baju yang di kenakkan Denna terlepas dan tinggallah bra hitam yang terpampang jelas dan tak kalah menariknya kedua benda kenyal itu sangat menggoda iman kelelakiannya
Seakan terhipnotis atas perlakuan Bende, Denna bahkan tak berontak sedikitpun
Tak ingin kehilangan kendali nya, Bende cepat-cepat menyadarkan dirinya dari benda kenyal yang menggoda itu
__ADS_1