
Seorang pria matang disibukkan dengan kegiatannya di Negara Singapura, tiba hari ini adalah hari terakhirnya dan kembali bekerja bersama Tuan Muda Reginaldo
Ia mendapat kabar dari staf Italia bahwa Tuan Muda itu kembali ke Tanah Air bersama gadisnya
Ya, Dava. Asisten pribadi Bende atau bisa disebut tangan kanannya. Pria yang setia dalam setiap keadaan bersama Bende
Hari ini ia harus kembali ke Indonesia untuk memberitahu Bende bahwa pekerjaannya sudah ia selesaikan dan perusahaan kembali normal
" Kurasa, aku harus menelepon tuan muda dulu " gumam Dava lalu menghubungi nomor yang di tujunya
Namun tak ada yang mengangkat teleponnya, ia memutuskan kembali ke Indonesia dengan mengirimkan pesan pada Bende
...~...
Perjalanan yang santai, bahkan jarak antara Indonesia dan Singapura hanya dipisahkan oleh lautan, kini ia telah tiba di Bandara. Mencari taksi dan langsung menuju Mansion Induk A. Wilson
Sudah lama sekali Dava meninggalkan Indonesia, hari ini ia kembali untuk bekerja, memenuhi tugas dan tanggung jawabnya selaku tangan kanan Bende
Ia menginjakkan kaki di kediaman keluarga besar Wilson, saat tiba di pintu utama ia disambut oleh Papa Elson, Papa Luke, Bendriko, Peter, dan Oma Queena
" Wow! kejutan sekali, Dava lama tak melihatmu " tegur Papa Luke
" Bagaimana kabarmu tuan " sapa Asisten Dava
" Sangat baik, ku dengar kau baru saja menyelesaikan sebuah proyek besar di negara Singa
" Ya tuan anda benar "
__ADS_1
" Duduklah jangan berdiri " tegur Papa Elson
" Ah terimakasih tuan " angguk Asisten Dava
" Kau sudah lama bekerja dengan Bende, apa kau tak bosan dengan sikap angkuhnya? " tanya Peter
" Tidak, saya telah memahaminya tuan " jawab Dava
" Kau kembali ke Italy atau langsung menuju Indo Dav? " tanya Bendriko
" Langsung ke Indonesia tuan, saya diberitahu staf di Italia bahwa tuan muda kembali untuk menjenguk putra tuan Bendi "
" Oh halloooo dudee lama tak melihatmu! " seru Lexi yang baru saja datang bersama Bendi yang baru selesai menebus obat Bende, ia merentangkan tangannya bermaksud berpelukan. Ya, Lexi adalah pria yg humble
" Bagaimana perjalananmu Dav? " tanya Bendi
Dava mengukir senyum sekilas di wajahnya, semua keluarga Wilson berkumpul, pasalnya sudah belasan tahun lamanya ia mengabdi pada keluarga ini, terakhir ia melihat seluruh keluarga berkumpul adalah pada pernikahan Bendriko
" Lanjutkan obrolan kalian wahai para lelaki, Oma mau ke kamar istirahat " tutur Oma Queena
" Ya nyonya besar, selamat beristirahat " jawab Dava
" Baiklah lanjutkan, aku juga harus mengantar obat ini ke kamar Bende " tambah Bendi dan berlalu meninggalkan semua yang ada disana
" Ya, kau tahu tuan muda mu sedang demam sekarang " ucap Bendriko
" Benarkah? " tanya Asisten Dava heran
__ADS_1
" Sulit di percaya bukan " ucap Lexi dengan sedikit ledekan
" Kau bisa menemuinya nanti " ucap Peter kemudian mereka semua melanjutkan obrolannya
Setibanya Bendi di kamar Bende, ia sedikit kaget dengan posisi tidur Bende yang memeluk erat pinggang Denna penuh posesif
" Maaf mengganggu, kakak hanya mengantar obat ini " ucap Bendi lirih
" Ah i-iya.. kak jangan salah paham Bendef- "
" Tak apa, kakak mengerti, ku harap kau juga mengerti akan sikap Bende yang seperti itu. Kakak keluar dulu " potong Bendi
" Terimakasih " ucap Denna, ia merasa malu
Sepeninggal Bendi, Denna meracu sendiri memaki Bende yang tertidur " Bendefidh, bagaimana jika semua orang salah paham, huh kau sangat sangat sangat oh Ya Tuhan! aku harus bagaimana, dasar bayi besar "
Saat dirasa Bende sudah nyenyak, Denna perlahan mencoba melepaskan tangan Bende yang melingkar di pinggangnya, hal itu sedikit sulit karena pelukannya sangat erat
" Huhh aku bahkan kesulitan melepaskan tangannya " gumam Denna setelah berhasil melepas pelukan Bende
Kemudian ia menjauhkan perlahan kepala Bende dari dadanya " Huftt lega sekali " ucapnya lalu beranjak Berdiri
" Aww pinggangku pegal sekali " ucap Denna dengan memegangi pinggangnya yang sedikit sakit lalu ia kembali membenahi posisi tidur Bende dan mengganti kain di keningnya.
Bersambung...
Hallo readers setia novel "Menemukan Cinta" jangan lupa like, comment dan votenya ya supaya author makin semangat nulisnya. Sehat selalu ya kalian semua, sampai jumpa di episode berikutnya :)
__ADS_1