
Waktu menunjukkan pukul 03.00 sore waktu Jerman
Bende dan Rudy sedang dalam perjalanan pulang menuju apartement nya.
" Bend, apa istrimu wanita AS? " tanya Rudy yang sedang mengemudikan mobil Bende
" Bukan, aku penasaran bagaimana kau bisa menikahi Livy. Setauku kau sama seperti Willy " ucap Bende
" Ya, lambat laun aku mulai mencintainya. Ada begitu banyak pengorbanan yang dia lakukan untukku " ujar Rudy
Bende hanya mengangguk, dia bukan tipe pria yang ingin tahu hingga detail. Bende bahkan tidak terlalu peduli tentang hal itu, keduanya langsung melajukan mobilnya dengan saling membahas bisnis masing-masing.
Setibanya di apartement, keduanya menaiki lift menuju lantai 3 tempat mereka tinggal. Bende langsung memencet passwordnya dan pintu pun terbuka
" Wife.. " panggilnya namun Denna tidak menyahut
" Denna! "
Tiba-tiba Rudy muncul dari daun pintu
" Bend, Denna ada di kamarku ia tertidur. Mungkin Livy dan Denna baru saja mengobrol " ujar Rudy, saat ia pulang ia melihat keduanya tengah tertidur di ruang tv
Bende kemudian mengikuti Rudy ke kamarnya dan mendapati istrinya yang tengah tertidur pulas
" Ya Tuhan wife " ucap Bende saat melihat istrinya yang tertidur di sofa bersama Livy
" Kenapa? " tanya Rudy
" Hanya sedikit khawatir dengan posisi tidurnya " ujar Bende kemudian membopong tubuh istrinya kembali ke kamar mereka
Bende mengunci pintu rapat dan meletakkan Denna di atas kasurnya dengan pelan
" Sayang.. heii " seru Bende menepuk pelan pipi Denna
Denna hanya menggeliat kemudian sedikit meringis dalam lelapnya " hikss.. hikss.. "
" Kenapa wife heii.. "
Bende beringsut memiringkan posisi Denna dan memeluknya, mengelap dahinya yang berkeringat dingin
" Ada yang sakit hm? sayang.. " panggilnya lagi sembari mengusap pelan perut buncitnya
__ADS_1
Denna terbangun dari tidurnya menatap wajah sang suami, ia mencoba mengingat yang dia lakukan tadi kemudian beralih memeluk Bende
" Pinganggku sakit hikss.. " adunya menangis dalam dekapan suaminya
" Kau tidur dengan posisi duduk bagaimana tidak sakit " ujar Bende sedikit menaikkan suaranya
" Hikss.. hikss.. "
" Sttttt.. jangan nakal lagi jika tidak mau seperti ini " ucap Bende yang mulai memelankan suaranya
Denna memejamkan matanya menikmati usapan yang Bende berikan pada perutnya. Pria itu memasukkan kelima jarinya kedalam baju Denna dan mengusap perutnya, kulit bertemu kulit lebih baik katanya. Sementara tangannya yang satu lagi mengelus kepalanya pelan
" Aku mau tidur lagi " ujar Denna
" No, sudah sore sayang ayo bangun. Kau sudah makan? "
" Sudah, Bendefidh jangan dilepas! " sentak Denna saat Bende menghentikan usapan pada perutnya
" Sakit? " tanya Bende
" Sedikit " jawabnya
Sore harinya, Denna mengidam ingin mandi di kolam apartement. Bende sempat menolak namun mau tak mau dia mengalah demi menuruti kemauan istrinya
" U happy? U ready berenang bersama Mommy? " ucap Denna sembari mengelus perutnya
Bende memperhatikan yang di lakukan istrinya sejak tadi, ia tersenyum saat perut istrinya semakin terlihat membesar.
" Wife, apa sangat berat membawa perut sebesar itu? " tanya Bende
" Hmm, akan lebih berat saat usianya sudah memasuki 8-9 bulan. Daddy ayo ikut berenang "
Perasaan bahagia tak menentu dalam hati Bende, mendengar istrinya memanggilnya dengan sebutan Daddy membuatnya sangat senang, terlebih saat anaknya sudah lahir nanti
" Baiklah.. " kemudian Bende ikut turun menemani sang istri yang ingin berenang
" Bendefidh apa di tengah-tengah itu sangat dalam? " tanya Denna
" Tidak " jawab Bende dan dengan pelan ia membawa sang istri menuju ke tengah kolam
__ADS_1
" Bendefidh ini huaaaa " pekik Denna lalu ia memeluk leher Bende berpegangan pada tubuh tinggi suaminya
" Dasar pendek " ledek Bende diiringi tawa
" Biar saja! " jawab Denna
Bende gemas dengan reaksi Denna yang terus meronta ingin ke tepi kolam " Aku takut tenggelam huaaaa Bendefidh bawa aku ke tepi " pekik Denna
" Kau bersamaku mana mungkin kau tenggelam " jawab Bende
Entah mengapa istrinya tampak begitu manis saat basah seperti itu, membuat hasrat kelelakiannya bangkit dan Bende mulai memajukan kepalanya meraih bibir sang istri
Menghis*p penuh lembut, bahkan tangannya berhenti pada kedua benda favoritnya merem*snya dengan pelan memberikan sensasi nikmat untuk Denna hingga membuat wanita itu menggelinjang
" Ahhhhh.. Bendefidh.. "
" Kau sangat sexy, aku tidak rela ada pria lain yang menatapmu wife " ucapnya
Denna mengalungkan tangannya pada leher Bende semakin erat hingga membuat Bende dapat merasakan perut menonjol istrinya terhimpit
" Jangan terlalu kencang ingat perutmu " ujar Bende dengan menundukkan pandangannya menatap perut Denna
" A-aku takut tenggelam, ayo ke tepi " balas Denna
Bende tersenyum, padahal sudah jelas kedua tangannya meyangga di belakang tubuh istrinya. Bagaimana mungkin ia tenggelam sedangkan tubuh Bende pun tenggelamnya hanya sebatas dada
" Bendefidh jangan tersenyum ayo ke tepi disini sangat dalam " Denna terus berontak pada suaminya
" Cium dulu "
" Mmuachh " balasnya
" No, disini " ucapnya menunjuk bibirnya
Dengan cepat Denna mencium bibir Bende namun tengkuknya ditahan oleh Bende dan pria itu kembali menyes*p bahkan lebih dalam dari sebelumnya
Denna mulai hanyut akan sensasi yang diberikan suaminya, tubuhnya merespons setiap inci pergerakan tangan Bende yang menjelajah pada tubuhnya hingga ia kehabisan nafas
" Stophhhh huuhh " keluhnya sembari menghirup udara panjang-panjang
" I love you " ucap Bende dengan tersenyum puas lalu membawa Denna ke tepi kolam
__ADS_1
To be continue...
Hallo semua, sudah lama Author tidak menyapa kalian! Semoga kalian semua sehat selalu ya, jangan lupa berikan dukungan kalian jagan lupa juga untuk like, comment and votenya yaa. Lopyuu semuanyaa baybay ketemu lagi di episode selanjutnya 😉