
Semua keluarga terkumpul di mansion induk. Bende tak sengaja berpapasan dengan papanya, namun keduanya tak bertegur sapa
Begitupun dengan Mamanya, yang sudah menahan air mata. Ingin rasanya memeluk putra bungsunya itu, namun Bende terus menghindar
Rasa kecewanya mendominasi, kini semakin sulit untuk memecahkan egonya. Bukan salahnya, merekalah yang membuat keadaan diantaranya tidak baik
" Kau pulang membawa gadis itu? " tanya Papa Elson yang tiba-tiba berdiri di belakang Bende
" Ya " jawabnya acuh setelah mengetahui pemilik suara
" Jangan terus memanjakan gadis itu, ia akan semakin semena-mena padamu. Carilah gadis yang lebih baik dan menikahlah. Apa kau tidak iri melihat saudara-saudaramu sudah memiliki keturunan? " tanya Papa Elson santai
" Denna gadisku, aku yang akan menikahinya dan aku juga yang mengurusnya bukan kau Tn. Bender Bamelson! " tegas Bende
" Aku tidak akan memberimu restu! "
" Aku tak butuh restumu untuk menikah, bagiku kau sudah mati " balasnya penuh penekanan dan mulai menjauh dari Papanya
Di tengah kesibukan keluarga itu, dari sudut lain Bende memperhatikan gerak gerik Peter sepupunya, ia dikenal sebagai lelaki nakal yang pandai merayu wanita.
Lelaki itu kini tampak berani dan ia Mendekati Denna yang ada di samping ranjang bayi Gio
" Hai " sapa Peter
Denna mendongokkan kepalanya menatap sumber suara
" Oh, hallo? " balasnya ramah
" Aku Peter kakak sepupunya Bende. Ku dengar kau gadisnya " ucapnya sembari memberikan tangannya bermaksud ingin berjabatan
" Ya dia gadisku, lalu? " potong Bende lalu menjauhkan tangan Peter
" Kau agresif sekali man "
__ADS_1
" Jangan menyentuhnya " ucap Bende dengan suara khasnya yang berat
" Apa tak boleh aku berkenalan dengan calon adik iparku? " tanya Peter
" Kau sudah mengenalnya bukan? Lalu apa lagi? " tanya Bende dengan sangat possesif
Denna tak memperdulikan kedua kakak beradik itu, ia sibuk sendiri bersama babby Gio yang menggemaskan
" Aku hanya bermaksud menyapanya saja Bend, ayolah "
" Hentikan Pete, aku tak suka milikku kau ganggu "
" Anak ini benar-benar! " geram Peter
" Daddy Bende!! " teriak anak kecil dari seberang pintu keluar yang berlarian menuju ke arahnya
Seketika arah pandang semua orang menuju pada anak kecil yang memanggil Bende
" Yea, I eat a lot. Dad, miss u so much " tutur Ken pelan
( Ya, aku makan banyak. Dad, aku merindukanmu )
" Me too.. Kau tidak ingin menyapa Mommy? " tanya Bende
" Where is Mommy? " tanya ken yang tak melihat keberadaan Denna
( Dimana Mommy? )
" Di belakangmu boy " jawab Bende, Ken lekas menoleh dan meluruh dari gendongan Bende lalu memeluk Denna dengan erat
" Mom, you're getting prettier. I really miss u "
( Mom, kau semakin cantik. Aku sungguh merindukanmu )
__ADS_1
" Oh ya? Kau juga semakin tampan sayang " balas Denna
" Mommy tahu? Ken sekarang memiliki banyak adik " ucapnya dengan bahagia
" Yea, and you must be a good brother. Okay? "
( Ya, dan kau harus menjadi kakak yang baik. Oke? )
" Okay Mom " ucap Ken
" Anak pintar " ucap Denna dengan mencubit hidung Ken pelan
" Daddy, can I kiss mom? " tanya Ken ragu-ragu
( Daddy, bolehkah aku mencium Mommy? )
" Of course, tapi hanya di pipi " jawab Bende
Sontak mata Ken berbinar, ia lantas mencium kedua pipi Denna bergantian.
" Mom, semua adik-adik Ken laki-laki, tidak ada perempuan " ucap Ken
" Daddy will give you a younger sister later " jawab Bende
( Daddy akan memberikan mu adik perempuan nanti )
Sementara semua keluarga menyimak yang mereka obrolkan
" Really? " jawab Ken singkat
( Benarkah? )
" Tentu saja boy. Semua Daddymu itu payah, mereka tidak bisa memproduksi adik perempuan untukmu " ucap Bende enteng
__ADS_1