Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 65


__ADS_3

" Bendefidh.. " panggil Denna pelan tanpa melepaskan pelukannya


" Hmm? " jawab Bende menoleh pada gadisnya


" Aku ingin menanyakan suatu hal " ujarnya lagi


Bende membenahi posisinya lalu menarik tubuh Denna supaya maju lebih dekat dengannya


" Katakan "


" Berapa selisih umurmu dan Asisten Dava, juga apa Asisten Dava sudah menikah? " tanya Denna


Bende menautkan kedua alisnya dan menatap wajah gadisnya, ia sedikit tak suka dengan pertanyaan itu


" Untuk apa menanyakan itu, kau menyukai Dava? "


" Haishh tidak.. bukan seperti itu, aku hanya penasaran. Selama 3 tahun aku bersamamu aku belum pernah melihatnya bersama seorang wanita " ujar Denna menjelaskan


" Dava lebih tua dariku, selisih 4 tahun. Dava pernah menjalin hubungan dengan gadis yang berdomisili di Jakarta selama 2 tahun, bahkan mereka berencana menikah. Namun batal karena wanita itu mengandung anak dari laki-laki lain. Setelah itu dia tak mau pusing memikirkan tentang wanita " jelas Bende panjang lebar


Denna yang mendengar hanya diam, ia merasa kasihan pada nasib yang menimpa Asisten Dava


" Kasihan sekali Asisten Dava.. " ucap Denna lirih


" Kasihan kenapa? dia bahkan memiliki uang yang banyak sekarang, ia tidak terlalu ambil pusing mengenai perempuan "


" Apa kau juga begitu? bukankah kau memiliki banyak uang " ucap Denna lalu perlahan ia mulai melepaskan pelukannya pada Bende


" Aku sudah punya kau, kau bahkan lebih berharga dari pada uang yang ku punya " ucapnya menarik tubuh Denna yang mencoba turun dari pangkuannya


Denna hanya diam tak menanggapi, ia menyenderkan kepalanya pada dada bidang milik Bende


" Aku sangat mencintaimu Denna.. " Bende berucap tulus, ia benar-benar menyayanginya


" Hmm.. aku tahu, Bendefidh ayo mandi bersama "

__ADS_1


Bende menatap lekat wajah Denna, berusaha mencerna yang gadis itu katakan " Mandi bersama? "


Denna dengan cepat menganggukkan kepalanya " Iya, aku ingin berenang " ujarnya


" Oh.. aku pikir kau akan meng- "


" Jangan berpikiran macam-macam " ucapnya memotong ucapan Bende cepat


Kemudian, sesuai keinginan Denna. Keduanya kini sedang asyik berenang terutama Denna.


Ia sudah jarang berenang karena malas melakukannya sendirian


" Maaf tuan saya mengganggu anda " ucap Asisten Dava yang kebetulan lewat dari sisi kolam


Denna langsung saja memeluk tubuh kekar Bende bermaksud supaya pria itu menutupi tubuhnya


" Kenapa? " tanya Bende yaang sedikit heran dengan gadisnya


Denna menggelengkan kepalanya namun tetap memeluk Bende erat


" Ada apa? kenapa kau takut saat Dava disini tadi? " tanya Bende


" Ini hmm.. a-aku dia.. i-ini " ucapnya terbata-bata


" Aku mengerti, kau takut lekuk tubuhmu tercetak jelas dan dilihat olehnya begitu? " ujarnya, Denna lantas mengangguk cepat


Bende tersenyum kecil dengan tingkah gadisnya ini " Kau memakai baju tertutup sayang, dia tidak akan melihat punyaku "


" Haishh diamlah " kesal Denna pada lelaki dihadapannya itu


Sudah hampir menjelang siang keduanya belum selesai dengan aktifitas berenang mereka. Denna sendiri seakan lupa waktu


" Ayo naik, nanti kau masuk angin jika lama berada di air " ujar Bende pada gadisnya yang masih sibuk bersama air kolam


" Apa kau mendengarku Noona Reginaldo? " seru Bende karena gadisnya itu tak mendengarkan yang dia katakan

__ADS_1


Kemudian Denna menoleh dan,



" Aku ingin menyentuh itu " batin Denna setelah melihat tubuh ataletis Bende


" Naik, apa kau ingin ku tenggelamkan? "


" Sadis sekali, gendong " ucap Denna dengan suara sedikit dibuat manja


Kemudian Bende mendekat dan menggendong tubuh Denna naik ke atas


" Pakai handukmu, aku tak mau milikku dilihat orang lain " ujarnya lalu melilitkan handuk pada tubuh basah Denna


" Bendefidh aku... " ucapannya terhenti


Denna tampak malu-malu hal itu membuat Bende bingung " Kenapa? " tanyanya


" Aku ingin menyentuhnya " lalu tanpa persetujuan Bende, Denna mendekat ke arahnya dan menyentuh perut six pack miliknya


Bende hanya tersenyum, bagaimana mungkin wanita ini malu-malu jika hanya untuk menyentuh perutnya, batin Bende


" Shhhhh.. " spontan saja mende meringis saat Denna mengusap perutnya


" Kenapa kau mendes*h, dasar mesum " gerutuk Denna lalu berlari meninggalkan Bende


Bende hanya menatap punggung gadisnya yang perlahan menjauh itu " Sial, secepat itukah kau bangun? " gerutuk Bende pada miliknya dibawah sana


Sentuhan Denna bak arus listrik, merambat hingga ke seluruh bagian tubuhnya


" Arghhhh.. " teriak Bende frustasi


Hingga ia melangkah menuju kamar mandi menuntaskan apa yang harus ia tuntaskan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2