
" Bendefidh.. " panggil Denna pelan tanpa melepaskan pelukannya
" Hmm? " jawab Bende menoleh pada gadisnya
" Aku ingin menanyakan suatu hal " ujarnya lagi
Bende membenahi posisinya lalu menarik tubuh Denna supaya maju lebih dekat dengannya
" Katakan "
" Berapa selisih umurmu dan Asisten Dava, juga apa Asisten Dava sudah menikah? " tanya Denna
Bende menautkan kedua alisnya dan menatap wajah gadisnya, ia sedikit tak suka dengan pertanyaan itu
" Untuk apa menanyakan itu, kau menyukai Dava? "
" Haishh tidak.. bukan seperti itu, aku hanya penasaran. Selama 3 tahun aku bersamamu aku belum pernah melihatnya bersama seorang wanita " ujar Denna menjelaskan
" Dava lebih tua dariku, selisih 4 tahun. Dava pernah menjalin hubungan dengan gadis yang berdomisili di Jakarta selama 2 tahun, bahkan mereka berencana menikah. Namun batal karena wanita itu mengandung anak dari laki-laki lain. Setelah itu dia tak mau pusing memikirkan tentang wanita " jelas Bende panjang lebar
Denna yang mendengar hanya diam, ia merasa kasihan pada nasib yang menimpa Asisten Dava
" Kasihan sekali Asisten Dava.. " ucap Denna lirih
" Kasihan kenapa? dia bahkan memiliki uang yang banyak sekarang, ia tidak terlalu ambil pusing mengenai perempuan "
" Apa kau juga begitu? bukankah kau memiliki banyak uang " ucap Denna lalu perlahan ia mulai melepaskan pelukannya pada Bende
" Aku sudah punya kau, kau bahkan lebih berharga dari pada uang yang ku punya " ucapnya menarik tubuh Denna yang mencoba turun dari pangkuannya
Denna hanya diam tak menanggapi, ia menyenderkan kepalanya pada dada bidang milik Bende
" Aku sangat mencintaimu Denna.. " Bende berucap tulus, ia benar-benar menyayanginya
" Hmm.. aku tahu, Bendefidh ayo mandi bersama "
__ADS_1
Bende menatap lekat wajah Denna, berusaha mencerna yang gadis itu katakan " Mandi bersama? "
Denna dengan cepat menganggukkan kepalanya " Iya, aku ingin berenang " ujarnya
" Oh.. aku pikir kau akan meng- "
" Jangan berpikiran macam-macam " ucapnya memotong ucapan Bende cepat
Kemudian, sesuai keinginan Denna. Keduanya kini sedang asyik berenang terutama Denna.
Ia sudah jarang berenang karena malas melakukannya sendirian
" Maaf tuan saya mengganggu anda " ucap Asisten Dava yang kebetulan lewat dari sisi kolam
Denna langsung saja memeluk tubuh kekar Bende bermaksud supaya pria itu menutupi tubuhnya
" Kenapa? " tanya Bende yaang sedikit heran dengan gadisnya
Denna menggelengkan kepalanya namun tetap memeluk Bende erat
" Ada apa? kenapa kau takut saat Dava disini tadi? " tanya Bende
" Ini hmm.. a-aku dia.. i-ini " ucapnya terbata-bata
" Aku mengerti, kau takut lekuk tubuhmu tercetak jelas dan dilihat olehnya begitu? " ujarnya, Denna lantas mengangguk cepat
Bende tersenyum kecil dengan tingkah gadisnya ini " Kau memakai baju tertutup sayang, dia tidak akan melihat punyaku "
" Haishh diamlah " kesal Denna pada lelaki dihadapannya itu
Sudah hampir menjelang siang keduanya belum selesai dengan aktifitas berenang mereka. Denna sendiri seakan lupa waktu
" Ayo naik, nanti kau masuk angin jika lama berada di air " ujar Bende pada gadisnya yang masih sibuk bersama air kolam
" Apa kau mendengarku Noona Reginaldo? " seru Bende karena gadisnya itu tak mendengarkan yang dia katakan
__ADS_1
Kemudian Denna menoleh dan,
" Aku ingin menyentuh itu " batin Denna setelah melihat tubuh ataletis Bende
" Naik, apa kau ingin ku tenggelamkan? "
" Sadis sekali, gendong " ucap Denna dengan suara sedikit dibuat manja
Kemudian Bende mendekat dan menggendong tubuh Denna naik ke atas
" Pakai handukmu, aku tak mau milikku dilihat orang lain " ujarnya lalu melilitkan handuk pada tubuh basah Denna
" Bendefidh aku... " ucapannya terhenti
Denna tampak malu-malu hal itu membuat Bende bingung " Kenapa? " tanyanya
" Aku ingin menyentuhnya " lalu tanpa persetujuan Bende, Denna mendekat ke arahnya dan menyentuh perut six pack miliknya
Bende hanya tersenyum, bagaimana mungkin wanita ini malu-malu jika hanya untuk menyentuh perutnya, batin Bende
" Shhhhh.. " spontan saja mende meringis saat Denna mengusap perutnya
" Kenapa kau mendes*h, dasar mesum " gerutuk Denna lalu berlari meninggalkan Bende
Bende hanya menatap punggung gadisnya yang perlahan menjauh itu " Sial, secepat itukah kau bangun? " gerutuk Bende pada miliknya dibawah sana
Sentuhan Denna bak arus listrik, merambat hingga ke seluruh bagian tubuhnya
" Arghhhh.. " teriak Bende frustasi
Hingga ia melangkah menuju kamar mandi menuntaskan apa yang harus ia tuntaskan.
Bersambung...
__ADS_1