
Tak lama Denna datang membawa nampan berisi air, ia mendekat ke arah ranjang Bende dan duduk di sampingnya
" Kenapa kau lama sekali " gumam Bende dengan mata memerah
Tanpa menjawab Denna langsung menempelkan kain dingin di kening Bende
" Aku ingin mandi " ucapnya menatap lekat wajah Denna
" Tidak, jangan mandi dulu ya " ucapnya lembut
" Badanku terasa lengket sayang " ujar Bende lagi
" Aku akan mengelapnya dengan kain ini, diam dan ikuti perkataanku Bendefidh " ucap Denna sedikit tegas, ia tak mau Bende membantah ucapannya
Kemudian Denna mencoba menaikkan baju kaos yang di kenakkan Bende dengan pelan, Bende menurut
Terpampanglah roti sobek milik pria itu, hal itu membuat Denna sedikit malu, ini pertama kalinya Denna melihat tubuh atas Bende
" Maaf.. " ucap Denna lirih lalu mulai mengelap tubuh Bende dengan kain yang sudah ia basahi
Mata Bende tak pernah lepas untuk menatap wajah gadisnya, ada raut khawatir yang ia lihat, ia menyukai Denna yang khawatir akan dirinya
" Sudah puas menatapku? Sekarang berbaliklah " ucap Denna kemudian Bende menurut
Setelah selesai, ia kembali mengecek kain yang berada di kening Bende
" Kenapa panas sekali " paniknya
" Jangan terlalu panik, aku baik-baik saja " ujar Bende pelan
__ADS_1
" Diamlah, tunggu sebentar aku akan mengambilkan mu baju " ucap Denna kemudian ia berlalu menuju lemari pakaian milik Bende dan mengambil baju kaosnya
Sesudahnya ia kembali memakaikan baju itu pada Bende dengan telaten
" Jangan meninggalkanku " lirih Bende di sela Denna tengah membantunya mengenakkan baju
Dari sebuah pintu terdengar langkah kaki yang mencoba masuk
Ada Mama Wina, Oma Queena, Bendi dan Dr. Willy
" Wahh aku tak percaya kau sakit man " ledek Dr. Willy pada teman masa kecilnya itu
" Bende, apa kau merasa lebih baik setelah di kompres hm? " tanya Oma Queena yang duduk di sampingnya
Denna hendak bergeser dan berdiri namuntangannya di cekal Bende " Tetaplah disini, jangan pergi aku membutuhkan mu " ucap Bende lirih
Mama Wina menatap iba putranya, Bende terlihat sangat pucat. Dengan memegang bubur di tangannya ia mendekat ke arah putranya
" Kenapa kau bisa sakit nak, Mama membuatkanmu bubur nanti di makan ya " ujar Mama Wina lembut namun tanpa balasan dari Bende
" Wil, periksalah temanmu itu " ujar Bendi
Kemudian Dr. Willy mulai memeriksa keadaan Bende
" Kenapa kau sangat senang merepotkan ku man? Tidak di Itali ataupun di Tanah Air " ucap Dr. Willy dengan sedikit canda
" Pulanglah jika kau tak mau memeriksa ku " ujar Bende
Tanpa memperdulikan ucapan Bende, Dr. Willy memeriksa secara menyeluruh
__ADS_1
" Bende hanya demam biasa, hanya kelelahan dan perbanyaklah istirahat dude " ujar Dr. Willy
Kemudian ia memberikan resep obat kepada Bendi
" Tebuslah obat ini di apotik, ia akan segera sembuh " ucapnya memberikan secarik kertas pada Bendi
" Terimakasih nak Willy " ucap Oma Queena Dr. Willy hanya membalas dengan anggukan kepala
" Segeralah sembuh dude, aku rindu dengan ancamanmu " ucap Dr. Willy menepuk bahu Bende
Setelah selesai pemeriksaan, Bendi mengantar Dr. Willy keluar dan tinggallah Mama Wina, Oma Queena dan Denna
" Bukankah cucu Oma ini kebal, sekarang kenapa kau sakit " ucap Oma dengan membelai rambut Bende
" Aku tak apa Oma "
" Bende, ayo makan nak, Mama akan menyuapimu " ucap Mama Wina, ia bahkan menitikan air matanya melihat keadaan putranya
" Tidak, Denna yang akan melakukannya " balas Bende pada Mama Wina
" Kau masih marah? " ucap Mama Wina dengan air mata yang meluruh
" Wina, jangan membahas ini dulu Bende sedang sakit " ucap Oma Queena
" Denna bisakah kau membantu tante untuk menyuapi Bende makan " pinta Mama Wina dengan mengelap tangisnya
" Bendefidh, makanlah aku harus mengganti air ini biarkan Mama membantumu ya " pinta Denna
Ia tak tega melihat Mama Wina yang berlinang air mata, pasalnya hidupnya sudah tak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu. Ia tak mau Bende menyesal dan merasakan hal yang sama sepertinya
__ADS_1