
" Aku ingin.. " ucap Bende di sela-sela kegiatannya
Tatapan keduanya sudah diselimuti gairah, Bende berhasil menggapai pengait bra milik Denna di belakang sana hingga terlepas
Bende bermain dengan kedua gundukan kenyal itu penuh lembut membuat sang empunya menggeliat kenikmatan
" Lembut sekali.. " ucap Bende dan tanpa persetujuan Denna ia mulai masuk kedalam bajunya dan memainkan benda kenyal itu didalam sana
" Bendefidhhh...."
Ciumannya turun ke leher jenjang Denna dan semakin turun kebawah sana ia semakin melancarkan aksinya dan tubuhnya sudah menyala sempurna
Dengan perlahan Bende membuka paha wanitanya namun secepat itu pula Denna menutupinya dengan rapat
" Bendefidh.. " serunya dengan tatapan malu-malu
Bende lantas mendongakkan kepalanya menatap sang istri penuh gairah " Ini hak ku bukan? Aku berhak melihatnya.. " kemudian ia melancarkan aksinya
Hingga sesutu mencoba keluar " Bendefidh... " lenguh Denna
" Keluarkan saja wife.. " balas Bende
Dan kemudian Denna melenguh panjang setelahnya
Bende yang sudah tidak tahan pun akhirnya kembali me*umat bibirnya dengan lembut dan pelan
" Bolehkah? " tanya Bende yang sudah mengungkung tubuh sang istri
Denna menganggukkan kepalanya " Pelan-pelan okey? "
" Kau boleh mencakarku jika sakit, aku berjanji sakitnya tidak akan lama " balas Bende
__ADS_1
Hingga ia mendorong miliknya dan GOL Bende berhasil membobol gawang sang istri
" Bendefidhhh... " lenguh Denna memegang bahu Bende, kemudian air mata jatuh dari sudut matanya
" Aku berjanji setelah ini tidak akan sakit " ucapnya mengelus kening Denna
Kemudian Bende mencoba bergerak perlahan memberikan rasa yang akan menghilangkan rasa sakitnya, membiarkan sang istri terbiasa dengan miliknya
Hingga lama kelamaan ia menaikkan ritmenya dan mendapatkan pelepasan bersama
Bende mencium kening Denna lama, keduanya sama-sama mengatur nafas yang masih terengah-engah
" Terimakasih.. " ucap Bende dan ia mengelus kening Denna yang mengeluarkan keringat
Denna yang masih mengatur nafasnya pun hanya mengangguk perlahan
" I love you.. " ungkap Bende
" Ayo tidur ini sudah hampir pagi " ucap Bende setelah melihat waktu menunjukkan pukul 03.11 pagi waktu Italia
Hingga keduanya terlelap dengan tubuh yang masih polos.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 07.11 pagi waktu Italia
Keduanya sama-sama terbangun oleh kicauan burung yang terbang berlalu lalang, juga cahaya matahari pagi yang menyeruak masuk melewati celah jendela
" Good morning.. " ucap Bende menatap Denna yang baru saja membukakan matanya
__ADS_1
" Pagi juga.. " balas Denna dengan senyumnya
" Apa tidurmu nyenyak sayang? " tanya Bende yang sedang bermain dengan benda kenyal miliknya
" Hmm.. Bendefidh ini masih pagi " cegah Denna
" Melakukannya di pagi hari sangat bagus Denna, aku ingin.. " ucapnya dengan mata yang sudah berkabut gairah
Hingga mau tak mau Denna harus menuruti permintaannya, hingga suara lenguhan itu terdengar jelas diluar sana
Sean yang ingin menuju ruang makan melintasi kamar Bende, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara yang saling bersahutan itu
" Wait.. apa?? "
Sean berfikir sejenak hingga ia menempelkan telinganya pada pintu kamar Bende dan Denna
" Sedang apa kau? " tanya Lexi yang melihat kakak sepupunya itu
" Stttt, kemari lah " ajak Sean lalu keduanya menguping bersama
" Bende sudah membobol gawangnya " ucapnya setelah mendengarnya dibalik pintu
" Kau benar, dia tengah mencetak anak perempuan untuk kita " tambah Sean
" Benarkah? " tanya Peter yang mendengar percakapan keduanya dan kemudian ia pun ikut menguping di balik pintu
Sekitar 45 menit keduanya berdiri menguping disana namun Lexi berlari meninggalkan tempat
" Aku tidak tahan dan aku harus mencari Auryn " ucapnya lalu meninggalkan kedua manusia itu
" Sean ayo pergi dari sini, aku ya you know lah.. " ajaknya
__ADS_1
Kemudian keduanya meninggalkan pintu kamar Bende dan mencari istri masing-masing.