
Mendengar namanya saja sudah membuat Bende ingin marah, emosinya telah tiba di ubun-ubun
" Kenapa kau mengungkit bajin*an itu lagi? " ucap Bende dengan rahang yang mulai mengeras
" Jika tidak ada hubungannya dengan apapun, jangan membuang waktuku untuk membahas orang yang sudah mati Dava!! " tambahnya lagi
" Ini ada hubungannya dengan Vina perempuan yang datang ke kantor tadi. Vina adalah seorang wanita malam yang biasa bermain dengan Andre, setelah mengetahui penyebab kematiannya dan siapa yang membunuhnya dia ingin balas dendam pada anda karena sumber uangnya berada pada Andre " jelas Asisten Dava
" Jika wanita itu berani menampakkan mukanya di hadapanku, aku tidak akan segan membunuhnya! Lalu maksudnya mencoba menggodaku tadi apa? " tanya Bende kemudian
" Supaya anda masuk kedalam perangkapnya " balas Asisten Dava
" Cihh.. bahkan jika ia bertelanja*g dihadapan ku, aku sama sekali tidak tergoda " ujar Bende
" Ada harus hati-hati tuan, dia adalah perempuan licik "
" Lalu permasalahan kedua hal apa? " tanya Bende
" Mr. Cenzo berbuat curang atas saham yang anda tanam di perusahaannya bisa di bilang ia korupsi dan menyalah gunakannya " titah Asisten Dava lalu menunjukkan sebuah bukti pada Bende
" Tarik seluruh saham yang ku tanam pada perusahaannya, biarkan perusahaan itu hancur. Besok kau ikut denganku mengunjunginya untuk memberi dia pelajaran " ucap Bende
__ADS_1
" Baik tuan, saya harap anda tidak akan menembaknya disana "
" Akan ku lakukan jika itu perlu! " jawab Bende
" Anda jangan bersikap terburu-buru tuan, bisa saja ia mencari kelemahan anda dan menyakitinya " tegur Asiaten Dava
" Denna maksudmu? "
" Ya, itulah sebabnya saya selalu mengingatkan anda untuk tidak gegabah " ujarnya lagi
" Akan ku bunuh siapapun yang berani menyakitinya meskipun hanya sejengkal " ucap Bende kemudian berlalu pergi meninggalkan Asisten Dava
...~...
Setibanya di lobby utama, Bende telah disambut dengan baik hingga sampailah di ruang tunggu dan bertemu dengan Sekretaris Mr. Cenzo yaitu Mr. Jay
" Dov'è il sig. Cenzo? "
" Dimana Mr. Cenzo " tanya Bende pada sekretarisnya
" È in riunione, sig. per favore, aspetti ancora un po' "
__ADS_1
" Beliau sedang rapat Pak, mohon ditunggu sebentar lagi " jawabnya
Ada sekitar 10 menit Bende menunggu kemudian Mr. Cenzo keluar dari ruang rapat dan segera menemui Bende karena asistennya sudah memberitahukannya
" Ciao sig. Bende, scusa per la lunga attesa. Cosa intendi con il tuo arrivo improvviso? "
" Hallo tuan Bende! maaf menunggu lama apa maksud kedatanganmu yang tiba-tiba? " tanya Mr. Cenzo dengan wajah sumringan
" Basta andare al nocciolo della questione. Ritirerò le azioni che ho investito nella vostra azienda. Non ho chiarito fin dall'inizio che non mi piace essere tradito! Mi scusi "
" Langsung ke inti permasalahan saja. Saya akan menarik saham yang telah saya investasikan di perusahaan Anda. Saya sudah menjelaskan dari awal bahwa saya tidak suka di curangi! Permisi " ucap Bend dengan penuh penekanan dan peringatan, ia sangat membenci kecurangan lalu melemparkan bukti-bukti kecurangannya
Mr. Cenzo terkejut " Ehi maestro, ascolta la mia spiegazione "
" Hei tuan, dengarkan penjelasan saya " pekiknya lalu bergegas menyusul Bende
" Togliti di mezzo!! "
" Menyingkir dari hadapanku " mendengar amarah Bende, Mr. Cenzo lantas mundur dan membiarkan Bende pergi
Mau bagaimana lagi, ia sangat tahu jika Bende adalah orang yang berpengaruh di Italia sehingga ia sangat takut untuk melawan.
__ADS_1
Dengan diiringi Asisten Dava yang berjalan di belakangnya, keduanya memasuki mobil dan kembali bergegas ke kota Roma, Italia.
Bersambung...