
Denna hanya diam melihat apa yang di lakukan Bende
"Nona Denna, minggirlah sedikit, nanti anda terkena api dari pakaian ini" ucap Dava dengan sopan
Lalu Denna bergerak minggir beberapa langkah
"Apa yang di lakukan Bende?" tanya Bendi dari arah belakang
"Tentu saja sedang mandi tuan, bukankah tuan melihatnya?" jawab Dava tanpa sadar
"Kau bilang apa?" tanya Bendi
"Tuan muda Bendi? eh anu tuan, tuan Bende sedang..."
"Tidak usah kau jelaskan tentang wanita tadi, aku sudah melihatnya sendiri. Baiklah aku mengerti, saya mau pulang ke rumah Papa. Katakan saja pada malam nanti datang ke Mansion A. Wilson, ada hal penting yang ingin di bicarakan"
"Baik tuan, akan saya sampaikan"
"Denna, jaga dirimu. Buat dirimu merasa nyaman disini" tegur nya pada Denna
"Iya kak" balas Denna dwngan senyumnya
Sementara Bendi hanya menggelengkan kepalanya melihat adiknya yang tengah bercinta dengan air, lalu mulai beranjak meninggalkan mansion Bende.
Setelah 20 menit berada di kolam renang, akhirnya bende selesai dengan aktivitasnya, tak lama pelayan rumahnya datang membawakan handuk untuknya
"Tuan, pakaiannya sudah terbakar habis. Saya permisi kembali ke tempat"
"Pergilah!" jawab Bende
Sementara Denna tetap asyik sendiri bersama bunga-bunga di taman itu
.
Di dapur, semua maid membicarakan Tuan Mudanya
"Aduhh basah basah tetap tampan"
"Tuan muda terlihat lebih sexy jika sedang basah"
"Hey hey berhentilah membicarakan tuan muda, jika terdengar kita semua terkena masalah" tegur bi Emma pada bawahannya karena dia ketua maid di mansion Bende
"Cepat selesaikan pekerjaan kalian, jika tuan muda tahu kita akan kena marah"
"Kok bisa ya, Nona Denna tahan dengan tuan muda yang galak itu" timbal salah satu dari mereka
"Apa yang kalian bicarakan!"
__ADS_1
Semua pelayan terkejut mendengar suara bariton yang tak asing bagi mereka, seketika semua pelayan terdiam dan tertunduk tak berani mentap Tuan Muda yang ada di hadapan mereka
"Cepat selesaikan pekerjaan kalian!" perintahnya
"Baik tuan muda" jawab mereka serempak
.
Di kamar tampak seorang gadis yang tengah gelisah di kamarnya, ia mersakan sakit di area tubuhnya.
"Sayang.." Bende datang tiba-tiba tanpa mengetuk pintu, seperti itulah kebiasannya ketika ingin menemui Denna di kamarnya
"Bendefidh.." gumamnya
"Dengarkan aku, kau sudah banyak mengetahui tentangku, termasuk hal-hql dengan dunia malamku dulu. Salsa, wanita tadi itu memang salah satu teman tidurku, namun sama seperti wanita-wanita sebelumnya aku tidak pernah mneyentuhnya, ku mohon percayalah padaku" jelas Bende dengan menggenggam erat tangan Denna
"Aku tahu" jawabnya singkat, lalu Bende langsung memeluknya
"Awhhh Bendefidh!" ringis Denna kesakitan saat Bende mendekatkan tubuhnya saat ingin memeluk Denna
"Ada apa? kau kenapa sayang? apa yang sakit?" paniknya dengan memperhatikan raut wajah Denna
"Pinggangku sakit" ucapnya pelan yang hampir terisak
"Pinggangmu sakit? kenapa? apa kau terbentur?"
"Jangan menangis, aku akan menyuruh Dava memanggilkan dokter" ucapnya dengan menyeka air mata Denna
"Tidak usah, aku mau tidur saja" cegahnya
"Aku temani" jawab Bende
Tokk.. tokkk.. Dava mengetuk pintu kamar Denna, lalu Bende beranjak dan membuka pintunya
"Ada apa?"
"Tuan, bisa kita bicara sebentar?" tanya Dava
"Bicaralah" jawabnya
"Jangan disini tuan, bisa kita bicara di ruang tengah" pinta Dava
Bende melirik Denna yang tengah tertidur, lalu menuju ruang tengah bersama Dava
Denna gelisah dalam tidurnya, entah apa yang terjadi pada pinggangnya yang jelas itu membuatnya merasa kesakitan
"Huhuhuu sakit sekalii hikss..hikss.." ia nampak tak tahan dengan rasa sakit yang menjalar di pinggangnya itu
__ADS_1
Denna terus bergerak ke kiri ke kanan untuk meredakan rasa sakitnya, namun nihil usahanya tak membuahkan hasil, ia terus menangis dengan terus meremas bantal di sampingnya mencurahkan rasa sakitnya
Bende yang selesai kegiatannya bersama Dava pun kembali ke kamar Denna, ia panik mendapati gadisnya yang tengah menangis
"Sayangg.. Denna heyy" tegurnya dengan menyigkirkan bantal yang tengah diremas kuat oleh Denna
Gadisnya itu tak menjawab dan terus menangis
"Kenapa? pinggangmu masih sakit?" tanyanya lembut dengan tangannya yang mengusap kepala Denna mencoba menenangkan gadisnya itu
"Hikss..hiks.. sakit huhuhu hikss.." adunya dengan memegangi pinggangnya
"Okey, aku paham. Tenanglah, sini menghadap padaku" ujar Bende hingga posisi mereka berdua berhadapan
"Sakitt Bendefidhh seperti mau melahirkan huuuhuu hikss..hiks.." ia meremas lengan Bende kuat
Bende tersenyum, ada-ada saja tingkah gadisnya ini. Dia bahkan melum merasakan bagaimana melahirkan dan sudah berbicara seperti mau melahirkan
"Pejamkan matamu dan tidurlah" ucapnya lalu menarik kepala Denna untuk tidur di dekapannya, Denna mendekat dan menyembunyikan kepalanya di dada Bende dan mermas kuat baju yang di kenakkan Bende untuk berbagi rasa sakitnya
"Boleh aku pengusap pinggangmu?" tanya Bende
"Tidak boleh!" jawab Denna cepat
"Baiklah tidak, tidurlahh"
"Jangan pergii hikss.. Bendefidhhh sakitt huwaaaa hikss.. bibiii" tangisnya pecah saat ia tak mampu menahan rasa sakitnya hingga baju yang di kenakkan Bende basah oleh air matanya
Tanpa menunggu persetujuan Denna, Bende langsung mengusap pinggang gadisnya berharap rasa sakit itu segera pergi
"Aku tidak akan macam-macam, aku berjanji" ungkap Bende hingga membuat gadis itu tidak berontak dengan apa yang di lakukan Bende
Isakan tangis yang dia keluarkan tadi sekarang sudah semakin tak terdengar saat Bende mengusap punggungnya
Denna tak bergerak dari posisinya, ia semakin erat memeluk Bende
Bende beralih menatap Denna, rupanya gadisnya itu sudah tertidur.
"Dia sangat suka sekali tidur, sehabis menangis selalu tidur" gumamnya
"Selamat tidur cintaku" ucap Bende dengan berganti mengelus kepala Denna
Saat Bende akan berhenti mengusap pinggangnya, hal itu membuat Denna tak nyaman
"Hikss.. Jangan di lepass" ucapnya dengan mata yang tertutup
Bende terus mengusap pinggang Denna hingga gadis itu benar-benar pulas tidurnya. Lalu menghapus sisa-sisa air mata di pipi gadisnya
__ADS_1