
Dengan hitungan menit pun anak buah Bende sudah mendapat titik persembunyian mata-mata itu
" Tuan Muda, mata-mata itu bersembunyi di lantai 3 ruang paling ujung sebelah kiri " ucap salah satu anak buah Bende yang bisa di andalkan itu
" Bagaimana? kau apa aku yang akan bergerak? " tanya Bende pada kedua temannya itu
" Kau akan melakukan apa padanya? " tanya Lucchese
" Bom " jawab Bende santai
" Kau memang kejam sekali Regi, ku akui itu " ujar Bonanno
" Keluarlah dan serahkan dirimu jika kau ingin tetap hidup!! " suara Bende terdengar menggema dan lantang membuat mata-mata itu merinding, ia langsung mengenali suara itu bahwa itu adalah Regi Mafia besar Italia
" Terimakasih sudah membantu, aku yang akan naik " ujar Bonanno
Di atas sana Bonanno berjalan pelan mencoba menjebak si mata-mata, saat merasa ia sudah terperangkap Bonanno lantas menembak dengan 4 kali tembakkan sekaligus
" Arghh.. "
kemudian darah mengalir membanjiri tubuh si mata-mata itu
" Ampuni saya.. " lirihnya
" Tidak ada kata ampunan untuk seorang Mafia, jangan bermain-main denganku jika tidak ingin mati! " ucapan Bonanno terdengar menakutkan hingga tak ada lagi yang bisa dilakukan si mata-mata untuk menyelamatkan dirinya
Dengan tubuh kekarnya Bonanno mengangkat tubuh si mata-mata itu kemudian melemparkannya kebawah dari atas lantai tiga menuju tanah
__ADS_1
" Kembalilah pada tanah yang menjadikanmu manusia!! " ucap Bonanno
Sedetik kemudian
BRUUKK...
Si mata-mata itu mati tepat berada di depan mata Lucchese, darah mengalir sangat deras bak air terjun yang keluar tanpa henti
" Kau sangat kejam Bonanno " ujar Bende membalas candaannya tadi ketika ia melihat Bonanno telah turun
" Sayang sekali, padahal aku sangat ingin menjual organ tubuhnya ini. Namun melihatnya seperti ini aku sangat muak! " ujar Lucchese
" Kau sudah mengetahui identitas pria ini Luc?? " tanya Bende pada Lucchese yang dibalas gelengan
" Dia juga orang AS tapi kami belum menyelidiki secara menyeluruh identitasnya " tambah Bonanno
Kemudian Asisten Dava memberikan lembar kertas bertuliskan identitas lengkap si mata-mata itu pada Bonanno dan Lucchese
" Kerjamu sangat cepat Regi, kami sungguh berterima kasih " ucap Bonanno
" Darimana kau mencari tahu informasi mengenai bajing*n ini? " tanya Lucchese
" Kau lupa aku memiliki anak buah seorang detektif, soal identitas sangat mudah baginya man! " jawab Bende
Setelah berhasil membunuh mata-mata itu, Bende pamit pulang pada keduanya. Bonanno dan Lucchese pun akan kembali ke New York sore ini juga
" Anak buahku akan menjaga Bandara saat kalian akan kembali nanti. Jangan lupa hubungi aku " ujar Bende
__ADS_1
" Thank you very much, Regi. Akan ku balas kebaikan mu nanti " ujar Lucchese kemudian Bende melajukan mobilnya meninggalkan lokasi kejadian
Setibanya di apart, hal pertama yang ia cari adalah gadisnya. Dengan menggunakan kartu aksesnya Bende langsung saja masuk
Mendengar pintu terbuka, Denna langsung menoleh dan mendapati Bende di balik pintu
" Sedang apa? " tanya Bende pada gadisnya
" Menonton, apa pekerjaanmu sudah selesai? "
" Sudah.. Sayang, apa kau melihat kemeja biru yang ku pakai seminggu lalu? " tanya Bende
" Ada di dalam lemarimu di deretan nomer 3 " jawab Denna singkat
" Baiklah, aku ingin memakainya besok "
" Hmm.. Bendefidh, aku sangat ingin makan Sate Ayam " ujar Denna
" Aku akan menyuruh seseorang untuk membelikannya, bersabarlah okey " kemudian Bende menunduk dan menempelkan telinganya pada perut Denna
" Apa yang kau lakukan " tanya Denna keheranan dengan yang dilakukan Bende
" Apa cacing-cacing di perutmu sangat mengganggu? tumben sekali kau meminta Sate hari ini " ucap Bende lalu mengangkat kepalanya
" Apa tidak boleh? " tanya Denna kemudian
" Restorannya pun akan ku beli kan untukmu sayang, jangankan hanya satu bungkus sate " ucap Bende
__ADS_1
Kemudian ia merebahkan kepalanya di paha Denna ikut menonton.