
" Apa lebih baik? " tanyanya menatap wajah Denna
Denna mengangguk tersenyum " Peluk " ujarnya merentangkan kedua tangannya
Bende beringsut menuruti keinginannya " Apa dedek baik-baik saja didalam? " ucap Bende berbicara pada si jabang bayi
" Sure, Daddy " jawab Denna menirukan suara anak kecil
" Lain kali jangan meminta hal itu di dalam pesawat lagi sayang, nanti kakimu pegal-pegal seperti ini lagi "
Denna tampak malu-malu mendengar ucapan Bende, ia mengingat permainan panasnya di dalam pesawat tadi lalu menggerutuki dirinya sendiri
" Itu kemauan anak kita, dia ingin Daddy nya menjenguknya " jawab Denna
" Benarkah yang di katakan Mommymu, nak? lihatlah Mommy mu membuat alasan itu " Bende kembali berucap di depan perut buncit istrinya
" Bendefidh! " ujarnya tampak malu-malu
" Kau semakin cantik saat hamil, apalagi nakal seperti tadi " ucapnya sembari membayangkan adegan panas mereka berdua
" Sudahlah haishh.. " balasnya lalu menyembunyikan wajahnya pada lengan Bende
Bende tertawa melihat tingkah Denna yang tampak malu-malu itu, kemudian ia memberikan ciuman pada keningnya
" Ayo makan dulu, nanti Dokter akan datang memeriksa kalian berdua " ujarnya
" Kapan kau memanggil Dokter? " tanya Denna
" Saat kau mandi " jawabnya kemudian mengajak istrinya makan lebih dulu
Di meja makanpun Denna tampak bergelayut manja pada Bende, duduk di pangkuannya dan ingin disuapi olehnya. Melihat tingkah istrinya membuat Bende sedikit gemas, ada banyak hal yang dia dapatkan dari pengalaman dalam menjadi seorang Ayah.
__ADS_1
Kesabarannya pun harus extra karena ibu hamil cenderung sensitif terhadap hal-hal yang tidak menentu
Di luar terdengar bunyi bel pintu beberapa kali
" Dokternya sudah datang sayang, ke kamarlah dulu " ucapnya kemudian Denna mengangguk
" Selamat sore Tuan " sapa Dokter itu saat Bende telah membukakan pintunya
" Masuklah " jawab Bende setelah mengangguki ucapan Dokter itu
Kemudian ia membawa Dokter paruh baya yang bernama Dokter Shima kedalam kamarnya menemui Denna
" Wife.. " serunya
Denna menoleh lalu tersenyum kepada Dokter yang datang bersama Bende
" Hallo Nyonya.. " sapa Dokter itu
Dokter itu tersenyum dan mengangguk " Saya juga orang Indonesia namun menetap di Jerman " jawab Dokter itu
" Ini Dokter yang biasa menangani keluarga Papa saat berada di Jerman sayang " tambah Bende, Denna mengangguk mengerti
Kemudian dokter itu memeriksakan keadannya, mengecek perkembangan bayi lewat USG dengan alat-alat yang di bawa oleh staf untuk membantu Dokter Shima
" Wahh bayinya sangat aktif.. " ucap Dokter Shima sembari tersenyum, Bende membinarkan matanya menatap layar yang memperlihatkan gerak gerik calon anaknya
" Anda ingin melihat jenis kelaminnya? " tanya Dokter Shima pada keduanya
" Tidak, biarkan dia memberikan surprise saat lahir nanti Dokter " ucap Denna yang ikut di angguki oleh Bende
" Baiklah.. keadaannya sangat baik tuan, dan kondisi ibunya juga baik-baik saja jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan " ujar Dokter Shima menjelaskan
__ADS_1
" Apa boleh berhubungan badan? " tanya Bende sedikit linglung
Dokter Shima tersenyum kemudian menjawab " Tentu saja boleh tuan, saat ini usia kandungannya memasuki 5 bulan namun lakukan dengan hati-hati dan jangan di tindih juga jangan terlalu sering melakukannya "
Bende mengangguk paham sedangkan Denna tampak malu-malu " Jika sudah memasuki usia 8-9 bulan itu di anjurkan untuk berhubungan badan supaya cepat memberikan jalan lahir untuk bayinya saat persalinan namun juga sama seperti yang saya katakan di awal " tambah Dokter Shima lagi
" Baiklah terimakasih " jawab Bende dan kemudian setelah selesai pemeriksaan Dokter Shima kembali pulang di atar oleh staf yang sudah Bende tugaskan.
...~...
Sementara di Italia
Apartemen Bende di tembak oleh seseorang melalu jendela kamarnya hingga membuat jendela itu pecah berkeping-keping
Staf disana berusaha menyelidiki siapa dalang dari semua ini, beruntung Bende dan Denna sedang tidak ada. Mereka tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nantinya jika peluru itu mengenai satu diantara keduanya
" Periksa cctv atas yang terhubung dengan jalan raya! " perintah Staf 1
Mereka belum mengabari Bende tentang ini dan masih menyelidiki kejadian yang baru saja terjadi, saat sudah mengumpulkan data dan bukti akurat. Mereka mengirimkan sebuah file pada Asisten Dava yang sedang berada di Singapura karena sebuah pekerjaan.
Di seberang sana,
Mendengar handphonenya berbunyi pertanda pesan masuk Asisten Dava langsung membukanya dan terkejut dengan apa yang dia lihat
Buru-buru ia menghubungi Bende dan kemudian panggilan pun tersambung
" Tuan Muda apa anda dan Nonna Denna baik-baik saja? " tanya Asisten Dava buru-buru
" Ada apa? aku dan Denna baik-baik saja kami baru tiba di Jerman beberapa jam yang lalu " jawab Bende
Asisten Dava bernafas lega setelah mendengar itu, kemudian ia mengirimkan file yang baru ia terima dari staf Italia mengenai kejadian yang terjadi di sana.
__ADS_1
To be continue..