Menemukan Cinta

Menemukan Cinta
Episode 45


__ADS_3

...


Matahari bersinar terang menerangi kedua insan yang tengah tertidur pulas akibat adegan panas mereka semalam. Bende sudah mengambil hak nya dari sang istri.


Bende yang terbangun lebih dulu itu ia mengingat pertempuran panasnya dengan istrinya semalam, ia tersenyum dengan menatap istrinya yang masih tertidur pulas di pelukannya


Tubuh mereka masih menyatu, Bende menarik miliknya perlahan tanpa ingin membangunkan istrinya.


"Enghhh.." suara desahan Denna terlontar begitu saja, namun ia enggan untuk bangun. Bende yang mendengarnya tetap menahan diri ia tak mau menyerang istrinya yang tengah tertidur


Saat miliknya sudah lepas dari bagian inti istrinya, Bende beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia tersenyum kala melihat darah merah melekat di sprai kasurnya, ia mengambil semua pakaian yang ia lemparkan sembarangan tadi malam.


Setelah selesai mandi, ia keluar kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di bagian bawahnya. Ia mendekat ke ranjang berniat membangunkan istrinya yang masih tertidur


"Sayang.. Bangun ayo ini sudah siang" ucapnya lembut dengan mengelus pipi chubbynya


"Mandi dulu tidurnya bisa di lanjutkan nanti" tambahnya lagi


Usahanya membangunkan Denna berhasil, istrinya bangun. Saat hendak turun dari ranjang Denna merasakan sakit di bagian intinya


"Awhh" rintihnya perlahan


"Masih sakit?" tanya Bende yang di balas anggukan oleh Denna


Bende menggendong istrinya ke bath up, hingga ia membantu Denna mandi. Bende tak mau mengambil kesempatan, ia menahan dirinya sekuat tenaga agar tidak menyerang istrinya lagi.


Selesai mandi, Bende juga membantu Denna mengenakan pakaiannya hingga beranjak turun ke lantai 1 pun ia menggendong istrinya karena setiap ingin berjalan Denna merasakan sakit di **** *************


Semua orang yang melihat tampak keheranan akibat ulah Bende pagi ini


"Bende.. Ada apa kenapa Denna di gendong?" tanya Oma yang keheranan melihat tingkah cucunya itu


"Kaki Denna sakit Oma, itulah sebabnya Bende menggendongnya" jawab Bende singkat


Bendi dan Nayla saling pandang, keduanya tersenyum. Lalu Bendi beringsut mendekati adiknya


"Tidak usah berbohong, kau sudah membobol gawangnya kan sampai-sampai adik ipar tidak bisa berjalan" bisik Bendi di telinga Bende hingga membuatnya sedikit terkejut


"Sok tahu" jawab Bende ada kakaknya

__ADS_1


"Heyy.. aku sudah merasakannya kebih dulu darimu itulah sebabnya aku tau apa yang sedang terjadi atara kau dan adik ipar" balas Bendi, kali ini ucapannya mengejutkan semua orang


"Apa? apa yang terjadi antara Bende dan Denna, Bendi?" tanya Oma


Bendi terdiam, dia menyadari jika ucapannya bukanlah suatu bisikan seperti ucapan pertamanya


"Oma tanyakan saja pada cucu kesayangan Oma ini" jawab Bendi


Kemudian Oma melihat ke arah Nayla dengan menaikkan kedua alisnya, Oma dan Nayla saling memberi isyarat dan kemudian Oma mengerti sebab apa Bende menggendong Denna.


"Sudah-sudah, apa kalian ini tidak bekerja?" tanya Oma lagi


"Tidak, baru saja menikah sudah membicarakan soal pekerjaan" bantah Bende


"Hubby.." panggil Denna lirih hingga membuat Bende menolehkan kepalanya


"Kenapa hm?" jawab Bende lembut


Denna membisikkan sesuatu pada Bende, saat hendak Berdiri dan ingin melangkah lagi-lagi Denna menjerit mengadu kesakitan


"Aduhh hubby.." pekiknya


Oma dan Bendi hanya menggelengkan kepalanya melihat Bende yang bertingkah seperti itu


.


.


.


Sebulan berlalu begitu cepat, kini semua orng tengah kembali ke kediaman mereka masing-masing termasuk juga Oma yang di bawa Bendri kembali ke LA.


Kini, di mansion Bende hanya ada dia dan istrinya serta semua bawahannya dan ART lainnya. Keadaan di mansion berjalan seperti biasa, semuanya bekerja dengan baik


Saat ini Bende tengah disibukkan dengan pekerjaannya setelah 1 minggu ia tak ke kantor. Ia tetap bekerja dan bersikap seperti biasanya


Selalu dingin, tatapan tajam, suara khas bariton miliknya dan juga jarang tersenyumnya tak pernah berubah. Ia tetap bersikap tidak peduli pada perempuan yang berusaha mendekatinya


Hari ini beberapa pertemuan dengan para client nya juga berjalan lancar, belum lagi ia disibukkan dengan berkas-berkas penting lainnya.

__ADS_1


Sedangkan Denna, dia tak di larang Bende untuk bekerja namun dia juga tidak boleh melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Denna menyerahkan Butik serta Restoran milik nya kepada tangan kanannya. Begitupun dengan perusahaannya dan Ayahnya dia hanya datang sesekali untuk mengecek perusahaan yang di dampingi oleh Bende. Denna lebih memilih menyibukkan diri menghabiskan waktu mengurus rumah tangga di rumah.


"Hubby, hari ini aku ke butik ada client yang mau bertemu" tulis pesan singkat Denna pada suaminya


"Pulangnya kabari aku, biar aku yang jemput" balas Bende


Sesampainya disana, Denna mulai bekerja. Meskipun sudah banyak karyawan, nmun ia tetap membantu mereka yang kesulitan. Butik itu adalah milik Almh bibi yang dia panggil Bunda. Ia tak mau menjual peninggalan satu-satunya dari bibinya itu hingga ia mengembangkan profesi Bunda yang ingin membesarkan nama butiknya.


Menjelang sore Bende datang menjemput istrinya di butik, ia memandang istrinya dari kejauhan


"Pak Bende? masuk pak Bu Denna ada di dalam" ucap salah satu karyawan disana


Denna yang mendengarpun menoleh ke arah sumber suara


Bende mendekati istrinya menatapnya dengan senyuman yang terhias di wajahnya


"Hubby.. sudah lama datang?"


"Baru saja, sayang ayo pulang aku sangat lelah" keluhnya


"Desma, saya pulang dulu ya" pamitnya pada tangan kanannya


" Baik bu, hati-hati di jalan" balas Desma, tangan kanannya dalam mengurus butik


Sesampainya di kediaman mereka, keduanya sama-sama membersihkan diri dan berganti pakaian santainya. Lalu Denna menuju dapur untuk membuat makanan ringan


"Sayang, aku ingin bicara" seru Bende pada Denna yang tengah asyik bersama bumbu dapur


"Bicaralah" balas Denna tetap melanjutkan pekerjaannya


"Kita akan pindah ke Luar Negeri" ucapan Bende seketika membuat Denna menghentikan aktifitasnya, dia menatap lekat suaminya itu namun ia tak menemukan tatapan candaan


"Pindah? tapi kenapa hubby?" tanyanya


"Kita harus memiliki waktu berdua saja, aku mohon jangan membantahku. Kita akan pindah ke London 2 minggu lagi" ucap Bende lagi


"Tapi hubby.."


"Aku mohon wife, kau percaya padaku kan?" ucapnya menggenggam jemari istrinya

__ADS_1


Denna mengangguk, bagaimanapun ia harus menuruti suami. Dimanapun suaminya melangkah, disitu dia juga akan ikut.


__ADS_2