
"Kau tidak mau memelukku?" tegur Nayla yang melihat Denna. Mukanya cemberut dan terlihat ingin marah
"Kak.." Denna mendekat lalu memeluk Nayla
"Kenapa kau pergi begitu lama hm? kau tak tahu bahwa adik iparku itu sudah seperti harimau sekarang?"
"Maafkan aku" ucap Denna dengan menundukkan dirinya
"Lain kali kau tidak boleh pergi tanpa ijinku!" cubit Nayla pada kuping Denna, dia kesal dengan Denna yang dia anggap seperti adiknya sendiri
Saat selesai saling melepas kerinduan, eakk kerinduan kayak judul lagi Kakek Rhoma Irama yang Betapa hati rindu, pada dirimu duhai kekasihku segeralah kembali, pada diriku ehh author malah nyanyi 😂
Lanjut ke cerita
Mereka sedang menikmati makan malam bersama, Denna membuka suara menanyakan suatu hal.
"Kak Bendri, kenapa kalian terlihat santai saja saat Ken hilang? bahkan saat bertemu pun kalian seperti tidak memiliki kekhawatiran sedikitpun" tanya Denna
"Ini semua adalah rencana Bende, Nayla, dan Dava" jawab Bendri cepat
"Maksudnya?" tanya Denna dengan mentap mereka satu per-satu
"Biar aku jelaskan, beberapa hari lalu saat Bumil satu ini sangat malas, kerjaannya main hp terus menerus membuka akun medsos nya, dia memberitahuku bahwa melihatmu di suatu Caffe sedang bernyanyi, ramai warganet mengupload vidio serupa, kau bernyanyi begitu merdu. Begitupun Dava, dia datang dan memberitahukan hal yang sama. Lalu untuk memastikannya aku dan Nayla berinisiatif membuat rencana ini" jelas Bende
"Lalu?" tanya Denna lagi
"Lalu sebelum itu, aku menyuruh Dava melacak lokasi tempatmu bernyanyi. Ternyata lokasi itu di Surabaya, aku menyuruh Dava datang kesana untuk memastikannya ternyata Benar. Dava berhasil mendesak pihak Menejer disana dengan memberitahukan identitasmu, kau menutupinya dengan menggunakan nama Tasya" tambah Nayla
"Katakan padaku apa alasanmu pergi?" tanya Bende, sebenarnya dia sudah tahu tapi ia ingin tahu dari mulut Denna sendiri
__ADS_1
"Aku.. aku tidak suka dengan sikapmu, itulah sebabnya" ucap Denna menundukkan kepalanya
"Aku menemukan kebohongan di matamu" balas Bende
Denna beralih menatap Nayla, Nayla memberi isyarat agar Denna berkata jujur.
"Bendefidh aku.. Sebenarnya" Denna tak sanggup melanjutkan ucapannya, ia tak mau jika Bende mengetahui jika Papa nya lah yang menyuruhnya menjauhi Bende hubungannya antara anak dan orang tua itu semakin tidak membaik
"Papa yang menyuruhmu meninggalkanku, dengan mengancam Ayah Bunda itulah sebabnya kau meninggalkanku" tutur Bende, berhasil membuat Denna terkejut
"Sudah, jangan bahas ini lagi. Segeralah istirahat ini larut sudah malam" tegur Bendri
.
.
.
"Bendefidh!!" teriaknya lagi
"Hoaaamm.. Baiklah sayangg aku bangun" jawab Bende
"Cuci muka dan susul aku di belakang dekat kolam" bende hanya menjawab dengan berdehem saja
Setelah selesai mencuci muka, dia ke belakang menyusul Denna dengan membawa handuk kecil untuk mengeringkan sisa air di wajahnya
Sesampainya di sana, ia melihat berbagai jenis alat, entah apa namanya namun itu sedikit membuat Bende terkejut
"Kau ingin apa dengan alat-alat itu?" tanya Bende
__ADS_1
"Kemari duduklah" tawar Denna dan Bende mengikutinya
Yang di lakukan Denna adalah memotong rambut Bende yang terlihat panjang, dengan membersihkan brewok dari wajahnya, karena Bende tampak sedikit lebih tua jika ia brewokan.
"Nahh selesai, taraaaa" ucap Denna dengan memerlihatkan kaca pada Bende
"Aku ganteng" ucap Bende denga senyum yang tersungging di bibirnya
"Mandilah, kau seperti orang yang tidak terurus sebelumnya" tutur Denna
"Tentu, karena yang mengurusku meninggalkanku begitu lama. Kau tahu kan bahwa aku tak mau di urus oleh siapapun kecuali kau" balas Bende
"Sudah.. Mandilah" ulang Denna
Bende beranjak dari duduknya, ia menggendong Denna dan ia menyeburkan dirinya di kolam dengan Denna.
"Bendefidh!!" kesal Denna
"Mandi bersama" goda Bende
"Bendefidh gendong aku sampai ke ujung" tunjuk Denna mengarah ke ujung kolam
"Baiklah Nyonya Muda Reginaldo Wilson" balasnya lalu mereka bermain air bersama
Nayla yang melihatnya pun beringsut ingin mendekat kesana ingin menyaksikan mereka dari dekat, namun langkahnya terhenti saat Bendi menarik tangannya
"Stop! licin sayang nanti kau terjatuh" cegah Bendi
Nayla menundukkan dirinya, dia lupa bahwa ada nyawa lain yang harus dia jaga
__ADS_1
"Lupa" jawab Nayla takut menatap suaminya itu
"Biarkan mereka berdua, kita masuk mesra-mesraan di kamar" rayu Bendi, sedangkan Nayla tampak malu-malu