
" Tuan Dava mengelaklah!! " seru salah satu anak buahnya dari handy talky nya
Asistem Dava yang mendengar itupun lantas menundukkan kepalanya secepat mungkin, berhasil peluru itu tak mengenai tubuhnya.
Banyak orang-orang di bandara itu merasa ketakutan dan merasa tidak aman hingga suasana menjadi kacau.
" Manusia ini belum apa-apa sudah histeris, cihh.. " gerutu Asisten Dava
" Stay di tempat kalian, saya akan menyusul Bonanno dan Lucchese " ucap Asistem Dava lagi
Anak buahnya menurut dan menjalankan tugas mereka, menjaga bandara itu dari banyak arah.
" Dava, disini! " seru Bonanno ketika ia melihat Asisten Dava
" Maaf datang terlambat " ujarnya
" Terimakasih sudah bersedia membantu " ucap Lucchese
" Naiklah ke pesawat kami akan menjaga dari sini, kembalilah dengan aman! " ujar Asisten Dava
" Bagaimana dengan kalian? " tanya Bonanno
" Ini bukaan waktunya menghawatirkan siapapun, naik lah atau kau tak akan pulang ke negaramu Bonanno! " Asisten Dava sedikit menaikkan suaranya
__ADS_1
Kemudian Lucchese menarik tangan temannya untuk naik menuju pesawat yang akan dia naiki
Asisten Dava terus memberi perlindungan kepada Bonanno dan Lucchese diiringi anak buahnya.
" Lompat Lucc!! " seru Asisten Dava dengan suara baritonnya
Mendengar itu Lucchese melompatkan dirinya berhasil menghindari peluru yang mencoba mengarah padanya
" Target ada di sebelah kanan di balik pagar parkiran pesawat, tembak sekarang! " perintah Asisten Dava melalui HT nya kepada anak buahnya
Kemudian
DORRR..
" Kerja bagus! " balas Asisten Dava
" Segera naik dan tinggalkan negara ini bodoh!! " Asisten Dava mengeram kesal
" Terimakasih Dava, hati-hati ucapkan terimakasih kami kepada Regi juga " ucap Lucchese kemudian ia berhasil naik dan pesawat pun lepas landas
Setelah mereka terbang barulah Asisten Dava turun tangan, ia sudah dikuasai emosi jadi si pembunuh bayaran itupun dikejar olehnya kemudian ia memberikan tembakan pada area titik lemah manusia
" Tuan, ada 5 pembunuh bayaran di Bandara ini yang mencoba mengintai Bonanno dan Lucchese tadi. Mereka menyadari keberadaan kita dan bersembunyi " ucap anak buah Dava melalui HT nya
__ADS_1
" Gunakan penglihatan tajam kalian, jika melihat hal yang mencurigakan segeralah tembak dan bunuh saat itu juga! " tambah Asisten Dava
" Posisi di belakang pintu masuk, jawab aku! " ucapnya saat melihat seorang dengan pistol di tangannya yang terlihat mencurigakan
" Disini hadir tuan " jawab anak buahnya
" Arahkan tembakanmu di balik pintu masuk, tembak hingga ia tak bernyawa! " perintah Asisten Dava lagi
Kemudian tembakkan itu terjadi tak hanya satu, namun 3 dari arah yang berbeda-beda, Asisten Dava membalikkan tubuhnya melihat ke arah sumber suara
" Misi selesai, target sudah lenyap semua " ucap salah satu pasukan khusus
" Kerja bagus, tutupi wajah kalian supaya tidak ketahuan cctv bandara. Segera keluar dari sini!! " perintahnya
Kemudian semua anak buahnya bergegas keluar, mereka berhasil menutupi muka dan melarikan diri.
Tujuannya menutup muka adalah menghindari cctv bandara, karena berita seperti ini akan secepat kilat menyebar ke media
Saat semua telah tiba, mereka berhasil membuka topengnya dan berjalan keluar seolah kekacauan terjadi bukan ulah mereka. Dengan santai keluar dari lokasi dan menuju kembali ke apart
Kini situasi bandara semakin diperketat oleh penjagaan, kekacauan masih terus terjadi dan sudah dalam pengawasan polisi setempat.
Bersambung..
__ADS_1